Ketua AMPI Malaka: Mahasiswa Jangan Jadi Alat Politik, Fokus Kawal Kasus Rakyat!
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Malaka, Novianus Cardoso Araujo, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme dan tidak terjebak dalam permainan politik praktis.
Pernyataan itu disampaikan Novianus Cardoso Araujo kepada Media Mata Kompas pada Selasa,11 November 2025 menanggapi aksi sekelompok mahasiswa di kantor Partai Golkar baru-baru ini.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial dan moral bangsa, namun posisi tersebut akan kehilangan makna jika idealisme mereka dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu.
“Mahasiswa tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik. Idealisme akan tumpul jika mereka terjerat dalam kepentingan elit politik. Jika demikian, kepentingan masyarakat akan diabaikan,” tegas Novianus.
Ia menilai, aksi mahasiswa di kantor DPP Golkar itu bisa menimbulkan interpretasi negatif di mata publik dan bahkan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa yang seharusnya independen.
Novianus menekankan bahwa langkah yang lebih bermartabat bagi mahasiswa Malaka, khususnya Ikatan Mahasiswa Malaka (Immala) Jakarta, adalah mendukung aparat penegak hukum (APH) dalam menuntaskan kasus-kasus yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.
“Akan lebih baik jika mahasiswa menggelar aksi untuk mendorong aparat penegak hukum agar proses hukum dua kasus besar di Malaka, bantuan rumah Seroja dan pembangunan Rumah Sakit Pratama Wewiku berjalan tuntas. Itu jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Novianus menegaskan, mahasiswa harus tetap berdiri di barisan rakyat, bukan di panggung politik.
“Gerakan mahasiswa sejati adalah yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, bukan yang mencari perhatian elite,” pungkasnya.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar