Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bukan Sekadar Perizinan, Pansus TRAP Jaga Subak Jatiluwih dari Alih Fungsi Lahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan bahwa penataan kawasan Jatiluwih bukan semata persoalan perizinan, melainkan upaya menjaga keberlanjutan hidup petani dan martabat Bali di mata dunia.

Oleh karena itu, Pansus TRAP DPRD Bali memastikan akan memanggil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama unsur legislatif dan pihak terkait dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Bali, Kamis, 8 Januari 2026.

RDP tersebut menjadi langkah penentu sebelum Pansus menyerahkan rekomendasi resmi atas dugaan pelanggaran tata ruang di kawasan Jatiluwih yang telah menyandang status Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO sejak 2012.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha menyebut seluruh tahapan evaluasi telah rampung, mulai dari inspeksi lapangan hingga koordinasi lintas lembaga.

“Hari ini Pak Bupati Tabanan turun langsung ke Jatiluwih. Kami juga sudah berkomunikasi sebelumnya, baik dengan Pak Bupati maupun Ketua DPRD Tabanan. Intinya membahas evaluasi hasil sidak Pansus di Jatiluwih,” kata Made Supartha di Denpasar, Senin, 5 Januari 2026.

Dalam sidak sebelumnya,

 Pansus menemukan adanya aktivitas pembangunan di lahan sawah dilindungi (LSD) dan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Data Pemkab Tabanan mencatat sedikitnya 13 usaha restoran telah menerima tiga kali surat peringatan karena diduga melanggar aturan tata ruang.

Menurut Made Supartha, kondisi tersebut tidak bisa dipandang ringan karena berpotensi merusak sistem subak yang menjadi ruh Jatiluwih. Alih fungsi lahan, kata dia, secara langsung mengancam keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani.

“Semua regulasi itu satu pesan, jangan ganggu sawah. Kalau sawah dialihfungsikan, ketahanan dan kedaulatan pangan daerah akan bermasalah. Yang paling terdampak tentu petani,” tegasnya.

Made Supartha juga mengungkapkan fakta penyusutan luas sawah Jatiluwih dari sekitar 303 hektare menjadi kurang lebih 270 hektare. Padahal kawasan ini merupakan bagian dari sistem Subak seluas 1.282 hektare di Kabupaten Tabanan yang diakui dunia internasional.

“Status UNESCO itu bukan tanpa alasan. Sistem subak Jatiluwih luar biasa dan tidak ada duanya. Kalau sampai status ini dicabut, itu tamparan keras bagi Bali dan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai respons, Pansus TRAP telah mendorong langkah penertiban bersama Pemkab Tabanan, termasuk penutupan sementara sejumlah bangunan di kawasan sawah.

 Namun, Made Supartha menegaskan pendekatan Pansus tidak semata represif, melainkan juga solutif. “Wisata tetap boleh, tetapi manfaatnya harus langsung dirasakan petani,” terangnya.

Pansus TRAP menawarkan konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, seperti restoran rumahan, homestay warga, wisata edukasi pertanian, hingga penataan pondok petani berukuran seragam 3×6 meter yang ramah lingkungan dan menyatu dengan lanskap sawah.

Terkait bangunan yang sudah terlanjur berdiri, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, sementara pembangunan baru di lahan sawah akan dikenakan moratorium ketat. “Yang baru ke depan tidak boleh ada lagi. Kalau masih ada, harus dibongkar. Yang sekarang kita evaluasi dan rapikan,” tegas Made Supartha.

Selain itu, Pansus TRAP juga mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus pengelolaan kawasan Warisan Budaya Dunia Jatiluwih agar pengawasan, penataan, dan pengelolaan pariwisata berjalan satu pintu dan berpihak pada petani. “Pengelolaan harus satu pintu, kuat, dan benar-benar hadir untuk kepentingan petani serta pelestarian warisan budaya dunia,” paparnya.

Melalui skema tersebut, pendapatan kawasan diharapkan dikelola transparan dan adil serta dikembalikan untuk insentif petani, perbaikan irigasi subak, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ending-nya harus happy. Pemerintah happy, masyarakat happy, dan petani sejahtera,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hapkido Bengkulu Kian Berkembang, Kadispora: Atlet Berprestasi di Ajang Nasional

    Hapkido Bengkulu Kian Berkembang, Kadispora: Atlet Berprestasi di Ajang Nasional

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Cabang olahraga Hapkido di Provinsi Bengkulu terus mengalami perkembangan pesat. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh atlet Bengkulu, Riky Marantika, yang sukses meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Hapkido, seni bela diri asal Korea Selatan, dikenal dengan teknik pertahanan diri yang efektif dan perpaduan unsur bela diri […]

  • Rapat Paripurna DPRD Bali Sempat Memanas, Ketua Pansus TRAP Tegaskan Rekomendasi Wajib Dibacakan Sebelum Diserahkan ke Pemprov

    Rapat Paripurna DPRD Bali Sempat Memanas, Ketua Pansus TRAP Tegaskan Rekomendasi Wajib Dibacakan Sebelum Diserahkan ke Pemprov

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali yang membahas penyerahan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) terkait PT Bali Turtle Island Development (BTID), Jumat (19/6/2026), sempat berlangsung dalam suasana tegang. Perdebatan muncul ketika mekanisme penyampaian rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Bali menjadi perhatian sejumlah anggota dewan. Ketegangan bermula saat rekomendasi Pansus TRAP […]

  • Dinilai “Rendahkan” Institusi, IPW Minta Jaksa Agung Copot Kapuspenkum Harli Siregar

    Dinilai “Rendahkan” Institusi, IPW Minta Jaksa Agung Copot Kapuspenkum Harli Siregar

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Jakarta, (JarrakPos)- Jaksa Agung ST Burhanuddin harus mencopot Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar yang telah menyalahgunakan posisinya dengan cara merendahkan Institusi yang menyamakan Institusi Kejaksaan Agung sama dan sebangun dengan personal Febrie Adriansyah Jaksa agung Muda pidana Khusus. Hal ini seperti dikutip pada artikel www.kompas.com dengan judul: “Jampidsus Dilaporkan ke KPK, […]

  • Rayakan Bulan Bung Karno dan HUT ke-53 PDI Perjuangan, Kader Se-Bali Serentak Jalankan Gerakan Merawat Pertiwi

    Rayakan Bulan Bung Karno dan HUT ke-53 PDI Perjuangan, Kader Se-Bali Serentak Jalankan Gerakan Merawat Pertiwi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR — Semangat menjaga alam dan merawat bumi kembali digaungkan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali melalui gerakan serentak bertajuk Merawat Pertiwi yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Bali dalam rangka Bulan Bung Karno 2026 dan peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan. Gerakan yang dipusatkan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, […]

  • Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    ATAMBUA, Matakompas.com |Dalam rangka memperingati Hari Bhakti IMIPAS Ke-I, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua sukses menggelar kegiatan Eazy Paspor dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Aula Kantor Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IMIPAS PEDULI, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten TTU dan Kantor Imigrasi Atambua. […]

  • Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Donor darah selama ini identik dengan aksi kemanusiaan untuk membantu sesama. Namun di Denpasar, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang berbeda. Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Denpasar menghadirkan pengalaman berbagi yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menyentuh sisi batin para pesertanya. Melalui kegiatan SOUL Action Berbagi Kasih yang […]

expand_less