Breaking News
light_mode
Trending Tags

“Resepsi Patah Hati” di Kupang: Saat Musik Mengajarkan Kita untuk Peduli Bumi NTT

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NTT, Matakompas.com Malam di Lanud El Tari itu terasa berbeda. Lampu-lampu panggung menyapu langit Kupang yang cerah, ribuan anak muda bernyanyi serempak, namun di antara dentuman bass dan lambaian tangan, ada pesan yang pelan tapi kuat: “Bumi kita sedang terluka, dengarkan ia bicara.”

Begitulah wajah baru Hai Fest 2025 “Resepsi Patah Hati”, sebuah festival musik yang tak hanya merayakan lagu-lagu patah hati, tetapi juga belajar memahami patah hati yang lebih besar: patah hati masyarakat adat di Mataloko dan Poco Leok, yang tanah, kebun, dan ruang hidupnya terancam oleh proyek geothermal yang minim transparansi.

Tahun ini, Hai Fest menggandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam kampanye unik bertajuk “Ternyata Ada yang Lebih Penting dari Festival Musik.”

Pesannya sederhana tetapi menggugah: hiburan boleh meriah, tapi kesadaran harus tetap menyala.

Para musisi nasional: Hindia, .Feast, Last Child, HIVI!, Kunto Aji, The Changcuters, hingga Juicy Luicy,ctampil dengan energi penuh. Namun malam itu, setiap jeda lagu menjadi ruang refleksi.

Visual panggung menampilkan kutipan warga, foto-foto kebun yang rusak oleh luapan lumpur panas, hingga kesaksian masyarakat adat yang takut kehilangan tanah warisan leluhur.

Beberapa penonton terlihat terdiam, sebagian mengangkat kamera, sisanya saling menoleh seolah bertanya, “Selama ini kita tahu apa?”

Seorang pengunjung, Maria (22), berbisik pada temannya sambil merekam visual panggung,
“Baru kali ini saya lihat festival yang berbeda. Bukan cuma nyanyi, tapi juga peduli.”

Musa Tenggaratimur, Program Director Hai Fest, mengatakan bahwa kolaborasi ini lahir dari kegelisahan.

“Anak muda NTT mencintai musik, itu pasti. Tapi mereka juga punya kepedulian yang luar biasa. Kami hanya menyediakan panggung agar dua hal itu bertemu,” ujar Musa dengan mata yang berbinar.

“Kami ingin pengunjung pulang dengan dua hal: kenangan yang indah dan kesadaran bahwa ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.”

Ia menambahkan, “Musik selalu punya cara menyentuh hati. Dan ketika hati tersentuh, solidaritas tumbuh.”

Acara ini berlangsung selama tiga hari, yakni 23-25 Oktober 2025.

Hari Pertama: Euforia Patah Hati

Panggung dibuka oleh Juicy Luicy, Muria, Raim Laode, The Changcuters, dan kolaborasi unik Ucup Pop x Ari Lesmana.

Musisi lokal seperti Ave the Artist, Benicias, DJ Dheblis, DJ Jhoox, dan lainnya membuat suasana semakin hangat, sehangat sambutan penonton yang memadati area sejak sore.

Hari Kedua: Ledakan Energi dan Kesadaran

Feast, Hindia, K3BI, dan Last Child menjadi magnet utama. Pada momen tertentu, Hindia sempat menatap ke arah visual panggung dan berkata, “Musik boleh keras, tapi hati kita jangan keras terhadap penderitaan orang lain.”

Hari Ketiga: Penutupan Penuh Harapan

Malam terakhir dihentak oleh Hipotday!, bersama Ayeline, BestiuA, The Linkers, hingga Veins of Betrayal. Penutupnya bukan hanya pesta musik, tetapi juga ajakan untuk menjadi generasi yang tak acuh pada lingkungan dan keadilan sosial.

Tim Hai Fest menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar panggung besar dan daftar line-up terkenal.

“Musik punya kekuatan untuk membuka pintu hati. Dan ketika hati sudah terbuka, solidaritas bisa masuk,” ujar salah satu anggota tim.

Dari sisi ICW, kolaborasi ini adalah langkah kreatif untuk mendekatkan isu lingkungan kepada publik muda.

“Transisi energi bukan soal teknologi saja. Ini tentang manusia, tanah, rumah, dan masa depan. Melibatkan musisi membuat pesan kami menembus lebih jauh,” jelas perwakilan ICW.

Selain visual panggung, tersedia pula pameran edukatif, ruang diskusi, dan konten informasi yang memudahkan pengunjung memahami risiko sosial-lingkungan dari proyek geothermal di Flores.

Mengapa Kolaborasi Ini Penting? Hai Fest dan ICW memiliki empat tujuan besar:
1. Menguatkan suara masyarakat adat dan warga terdampak.
2. Mendorong transparansi dan partisipasi publik dalam proyek pembangunan.
3. Menggerakkan anak muda agar peduli pada lingkungan dan kebijakan sosial.
4. Membangun solidaritas nasional untuk masyarakat NTT yang terancam kehilangan tanah dan ruang hidup.

Hai Fest 2025 mengajarkan satu hal penting, bahwa hiburan bisa menjadi jembatan antara kegembiraan dan empati.

Bahwa tawa, nyanyian, dan lambaian tangan di udara bisa berdampingan dengan kesadaran akan krisis lingkungan dan keberanian masyarakat adat mempertahankan tanah mereka.***

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Layanan RSUD Tabanan Viral, Fraksi PDIP DPRD Pastikan Pengawasan dan Evaluasi Menyeluruh

    Isu Layanan RSUD Tabanan Viral, Fraksi PDIP DPRD Pastikan Pengawasan dan Evaluasi Menyeluruh

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Isu pelayanan kesehatan di RSUD Tabanan yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Tabanan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, menegaskan bahwa setiap persoalan pelayanan kesehatan harus disikapi secara terbuka dan dijadikan momentum untuk memperkuat sistem kesehatan daerah. Menurut Eka Nurcahyadi, pelayanan […]

  • Gala Dinner FKPTPKI di Jayasabha, Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

    Gala Dinner FKPTPKI di Jayasabha, Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Bali dalam menjalankan pembangunan berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan saat menghadiri gala dinner bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI) di Jayasabha, Rabu (20/5) petang. Dalam sambutannya, Koster menyampaikan apresiasi atas suksesnya forum nasional yang digelar selama dua hari di Universitas Udayana. Ia […]

  • Kadispora Provinsi Bengkulu Berikan Tips Berolahraga di Bulan Puasa

    Kadispora Provinsi Bengkulu Berikan Tips Berolahraga di Bulan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar
  • Dua Personel Di-PTDH, Kapolres Rokan Hulu: Jadikan Ini Pelajaran untuk Menjaga Integritas

    Dua Personel Di-PTDH, Kapolres Rokan Hulu: Jadikan Ini Pelajaran untuk Menjaga Integritas

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 9
    • 0Komentar

    ROKAN HULU, MATAKOMPAS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personelnya di Lapangan Apel Polres Rokan Hulu, Senin (8/6/2026) pagi. Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., dan dihadiri Wakapolres, pejabat utama Polres, para Kapolsek […]

  • Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Bengkulu Eksplorasi Dunia Olahraga, Temukan Bakat Terpendam

    Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Bengkulu Eksplorasi Dunia Olahraga, Temukan Bakat Terpendam

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BENGKULU, Jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pemuda untuk berani mencoba berbagai jenis olahraga dan mengeksplorasi potensi diri. Kadispora, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi olahraga yang unik dan beragam, yang mungkin belum tergali. “Jangan pernah merasa ragu untuk mencoba hal-hal baru. Dunia olahraga sangat […]

  • Pansus TRAP Perketat Pengawasan Jatiluwih Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

    Pansus TRAP Perketat Pengawasan Jatiluwih Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset dan Perizinan) DPRD Bali mengambil langkah tegas untuk menjaga Jatiluwih tetap terjaga. Agar tidak nantinya malah status WBD (Warisan Budaya Dunia) oleh UNESCO dicabut. Aksi – aksi yang muncul di masyarakat tetap akan diawasi, dan tidak membuat Pansus surut untuk mempertahankan status WBD untuk Jatiluwih. Ketua Pansus […]

expand_less