Breaking News
light_mode
Trending Tags

“Resepsi Patah Hati” di Kupang: Saat Musik Mengajarkan Kita untuk Peduli Bumi NTT

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NTT, Matakompas.com Malam di Lanud El Tari itu terasa berbeda. Lampu-lampu panggung menyapu langit Kupang yang cerah, ribuan anak muda bernyanyi serempak, namun di antara dentuman bass dan lambaian tangan, ada pesan yang pelan tapi kuat: “Bumi kita sedang terluka, dengarkan ia bicara.”

Begitulah wajah baru Hai Fest 2025 “Resepsi Patah Hati”, sebuah festival musik yang tak hanya merayakan lagu-lagu patah hati, tetapi juga belajar memahami patah hati yang lebih besar: patah hati masyarakat adat di Mataloko dan Poco Leok, yang tanah, kebun, dan ruang hidupnya terancam oleh proyek geothermal yang minim transparansi.

Tahun ini, Hai Fest menggandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam kampanye unik bertajuk “Ternyata Ada yang Lebih Penting dari Festival Musik.”

Pesannya sederhana tetapi menggugah: hiburan boleh meriah, tapi kesadaran harus tetap menyala.

Para musisi nasional: Hindia, .Feast, Last Child, HIVI!, Kunto Aji, The Changcuters, hingga Juicy Luicy,ctampil dengan energi penuh. Namun malam itu, setiap jeda lagu menjadi ruang refleksi.

Visual panggung menampilkan kutipan warga, foto-foto kebun yang rusak oleh luapan lumpur panas, hingga kesaksian masyarakat adat yang takut kehilangan tanah warisan leluhur.

Beberapa penonton terlihat terdiam, sebagian mengangkat kamera, sisanya saling menoleh seolah bertanya, “Selama ini kita tahu apa?”

Seorang pengunjung, Maria (22), berbisik pada temannya sambil merekam visual panggung,
“Baru kali ini saya lihat festival yang berbeda. Bukan cuma nyanyi, tapi juga peduli.”

Musa Tenggaratimur, Program Director Hai Fest, mengatakan bahwa kolaborasi ini lahir dari kegelisahan.

“Anak muda NTT mencintai musik, itu pasti. Tapi mereka juga punya kepedulian yang luar biasa. Kami hanya menyediakan panggung agar dua hal itu bertemu,” ujar Musa dengan mata yang berbinar.

“Kami ingin pengunjung pulang dengan dua hal: kenangan yang indah dan kesadaran bahwa ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.”

Ia menambahkan, “Musik selalu punya cara menyentuh hati. Dan ketika hati tersentuh, solidaritas tumbuh.”

Acara ini berlangsung selama tiga hari, yakni 23-25 Oktober 2025.

Hari Pertama: Euforia Patah Hati

Panggung dibuka oleh Juicy Luicy, Muria, Raim Laode, The Changcuters, dan kolaborasi unik Ucup Pop x Ari Lesmana.

Musisi lokal seperti Ave the Artist, Benicias, DJ Dheblis, DJ Jhoox, dan lainnya membuat suasana semakin hangat, sehangat sambutan penonton yang memadati area sejak sore.

Hari Kedua: Ledakan Energi dan Kesadaran

Feast, Hindia, K3BI, dan Last Child menjadi magnet utama. Pada momen tertentu, Hindia sempat menatap ke arah visual panggung dan berkata, “Musik boleh keras, tapi hati kita jangan keras terhadap penderitaan orang lain.”

Hari Ketiga: Penutupan Penuh Harapan

Malam terakhir dihentak oleh Hipotday!, bersama Ayeline, BestiuA, The Linkers, hingga Veins of Betrayal. Penutupnya bukan hanya pesta musik, tetapi juga ajakan untuk menjadi generasi yang tak acuh pada lingkungan dan keadilan sosial.

Tim Hai Fest menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar panggung besar dan daftar line-up terkenal.

“Musik punya kekuatan untuk membuka pintu hati. Dan ketika hati sudah terbuka, solidaritas bisa masuk,” ujar salah satu anggota tim.

Dari sisi ICW, kolaborasi ini adalah langkah kreatif untuk mendekatkan isu lingkungan kepada publik muda.

“Transisi energi bukan soal teknologi saja. Ini tentang manusia, tanah, rumah, dan masa depan. Melibatkan musisi membuat pesan kami menembus lebih jauh,” jelas perwakilan ICW.

Selain visual panggung, tersedia pula pameran edukatif, ruang diskusi, dan konten informasi yang memudahkan pengunjung memahami risiko sosial-lingkungan dari proyek geothermal di Flores.

Mengapa Kolaborasi Ini Penting? Hai Fest dan ICW memiliki empat tujuan besar:
1. Menguatkan suara masyarakat adat dan warga terdampak.
2. Mendorong transparansi dan partisipasi publik dalam proyek pembangunan.
3. Menggerakkan anak muda agar peduli pada lingkungan dan kebijakan sosial.
4. Membangun solidaritas nasional untuk masyarakat NTT yang terancam kehilangan tanah dan ruang hidup.

Hai Fest 2025 mengajarkan satu hal penting, bahwa hiburan bisa menjadi jembatan antara kegembiraan dan empati.

Bahwa tawa, nyanyian, dan lambaian tangan di udara bisa berdampingan dengan kesadaran akan krisis lingkungan dan keberanian masyarakat adat mempertahankan tanah mereka.***

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas Perempuan Di Stasiun Whoosh Kenakan Kebaya dan Bagikan Hadiah Pada Penumpang

    Petugas Perempuan Di Stasiun Whoosh Kenakan Kebaya dan Bagikan Hadiah Pada Penumpang

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2025, sebanyak 30 petugas perempuan KCIC tampil anggun mengenakan kebaya di seluruh stasiun Kereta Cepat Whoosh. Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan terhadap semangat perjuangan perempuan Indonesia sekaligus bentuk pelayanan yang hangat dan humanis kepada para pengguna layanan Whoosh. Petugas yang mengenakan kebaya […]

  • PT Pelindo Regional I Dumai Kooperatif Dan Dukung Penuh Kelancaran Proses Verifikasi Oleh Tim Kejati Riau

    PT Pelindo Regional I Dumai Kooperatif Dan Dukung Penuh Kelancaran Proses Verifikasi Oleh Tim Kejati Riau

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Matakompas.Com DUMAI– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang dilaksanakan oleh Tim Kejaksaan Tinggi Riau di Kantor Pelindo Regional 1 Dumai pada Rabu, 15 April 2026. Kedatangan Tim Kejati Riau tersebut dilakukan dalam rangka verifikasi dokumen dan pengumpulan data untuk mendukung proses hukum yang dilaksanakan oleh Kejati Riau di […]

  • Semangat Hari Pahlawan: Jro Bima Ajak Masyarakat “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”

    Semangat Hari Pahlawan: Jro Bima Ajak Masyarakat “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Bali sekaligus Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima, menyerukan pesan mendalam kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia. Melalui unggahan resmi yang menampilkan dirinya berbusana adat khas Bali berwarna […]

  • Demokrat Bali Sukseskan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Abianbase Badung.

    Demokrat Bali Sukseskan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Abianbase Badung.

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – DPD Partai Demokrat Bali memastikan program Gerakan Langit Biru Indonesia Asri akan terus berlanjut di berbagai daerah di Pulau Dewata. Setelah sukses di Denpasar dan Badung, kegiatan Demokrat Bali berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kintamani, Kabupaten Bangli, pada 24 Juli 2026 dengan fokus pada aksi bersih-bersih lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman […]

  • MataHukum Minta KPK Cek LHKPN Pejabat Kemendag yang Namanya Terungkap di BAP

    MataHukum Minta KPK Cek LHKPN Pejabat Kemendag yang Namanya Terungkap di BAP

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Transparansi kekayaan pejabat publik kembali menjadi sorotan, seiring terungkapnya nama dua pejabat teras Kementerian Perdagangan dalam persidangan kasus dugaan suap importasi PT Blueray Cargo. Perhatian kini tertuju pada kesesuaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik keduanya. Mereka adalah Aldison, Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), serta Ronald […]

  • Perdana, “UNIKU” Gelar Kegiatan Pembinaan Karier dan Profesi Dosen

    Perdana, “UNIKU” Gelar Kegiatan Pembinaan Karier dan Profesi Dosen

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 804
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menyelenggarakan kegiatan Pembinaan karir dan profesionalisme Dosen PNS dpk (dipekerjakan) pada PTS (Perguruan Tinggi Swasta) wilayah Ciayumajakuning untuk tetap mengurus karirnya agar lebih meningkat dari sebelumnya, khususnya Dosen PNS dpk di Universitas Kuningan. Pertama kali, Universitas Kuningan dipercaya sebagai tuan rumah untuk menggelar kegiatan pembinaan […]

expand_less