Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP Perketat Pengawasan Jatiluwih Siapkan Solusi Tanpa Merusak Sawah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset dan Perizinan) DPRD Bali mengambil langkah tegas untuk menjaga Jatiluwih tetap terjaga. Agar tidak nantinya malah status WBD (Warisan Budaya Dunia) oleh UNESCO dicabut. Aksi – aksi yang muncul di masyarakat tetap akan diawasi, dan tidak membuat Pansus surut untuk mempertahankan status WBD untuk Jatiluwih.

Ketua Pansus TRAP I Made Supartha menegaskan, kawasan Jatiluwih, yang sejak 2012 diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia dan kembali menguatkan reputasinya dengan predikat Desa Terbaik Dunia versi UN Tourism tahun 2024, kini menjadi fokus utama pengawasan Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali.
Pengawasan ini dilakukan menyikapi mulai menyempitnya lahan sawah akibat alih fungsi menjadi bangunan beton—kondisi yang dinilai mengancam identitas budaya Bali serta citra Jatiluwih sebagai destinasi sawah terindah yang dicari wisatawan mancanegara.

Pansus TRAP DPRD Bali menegaskan kehadirannya bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi untuk memastikan penataan ruang berjalan benar, menjaga warisan budaya, dan membangun ekonomi rakyat tanpa merusak alam. Supartha mengatakan sebuah anugrah bagi warga Jatiluwih, memiliki keindahan sawah yang tak ada lawasannya di dunia.

”Aset yang membanggakan adalah keindahan sawah teras iring. Ini tak ada lawan tading di dunia, hingga UNESCO menetapkan sebagai WBD. Ini yang harus dijaga, jika ini mampu dijaga, mampu memberikan kontribusi bagi warga tanpa harus merusaknya,” jelas politisi asal Tabanan ini.

Supartha juga mengatakan, perlu perjuangan panjang sampai UNESCO menetapkan Jatiluwih sebagai WBD, jika kemudian terus terbangun otomatis nantinya akan dicabut status dari UNESCO. ”Mari jaga bersama, jangan malah sumber daya tarik ini rusak, nanti dicabut status WBD nya oleh UNESCO. Kita rugi semua,” imbuh politisi yang adalah Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali ini.

Dengan adanya reaksi dari warga memasang seng dan plastik, Ketua Pansus yang adalah adavokat senior ini, mengatakan Jatiluwih tetap mendapatkan porsi pengawasan. Untuk selanjutnya para pemilik restoran juga akan dipanggil oleh Satpol PP Bali. Dia juga berahap agar ada tindakan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, agar tidak sampai membuat pembatalan kunjungan. ”Kami tetap berikan porsi serius, untuk pengawasan Jatiluwih. Sangat disayangkan ada aksi – aksi seperti itu. Sampai akhirnya membatalkan kunjungan ke Jatiluwih, itu merusak lumbung padi sendiri namanya. Jatiluwih citranya ndak bagus, termasuk Bali,” tegas politisi yang sedang menjalani kuliah doktoral ini.

Supartha mengatakan, setelah ada langkah tegas penutupan restoran yang melanggar ini, Pansus sedang melakukan kajian – kajian untuk memberikan solusi – solusi. Intinya mampu melestarikan sawah, tetap jadi WBD UNESCO dan rakyat tetap sejahtera. “Kami ingin Jatiluwih tetap menjadi ikon dunia. Sawahnya lestari, budayanya hidup, rakyatnya sejahtera,” tegasnya.

Seperti apa? Rumah-rumah penduduk akan ditata dan diarahkan menjadi homestay berstandar internasional. Didesain pula restoran khas desa yang menampilkan kuliner lokal yang hygines bagi tamu yang berkunjung. Warga akan dilibatkan penuh dalam pengelolaan wisata, sehingga pendapatan tidak lagi didominasi pihak luar/kelompok pemodal tertentu. Kemudian wisata yang melibatkan wisatawan, untuk terlibat dalam manyi, metekap, nandur, mandi lumpur, menangkap belut dan traking di sawah, nantinya menjadi satu atraksi yang berimbas pada pendapatan atau kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, perlu juga diketahui bahwa yang diperbolehkan di sawah yang masuk posisi WBD ini juga ada. ”Ada area yang bisa dibangun, yaitu 3 kali 6 meter. Ini yang disebut badan sampi (kandang sapi), tapi bisa nantinya difungsikan tidak hanya untuk kandang sapi,” sambung Supartha.

Area bangunan 3 kali 6 meter ini, bisa dibangun satu unit disetiap bidang sawah yang dimiliki. Bisa nantinya dimanfaatkan untuk area usaha. Untuk menjual kopi, jajajanan Bali, kelapa muda dan lainnya. ”Konsep ini nanti mau dijelaskan, dibuat nantinya yang artistik dan nanti memang dimiliki oleh pemilik lahan, bukan investor luar. Badan sampi ini mampu menjadi area komersial, kecil namun bisa menjadi sumber kesejahteraan petani, selain lahan pertaniannya,” urai Anggota Komisi I DPRD Bali ini

Pansus juga menegaskan bahwa petani sebagai penjaga utama bentang sawah akan mendapat perhatian khusus. Salah satu langkah konkret memberikan insentif penyediaan sarana produksi dengan menyalurkan bantuan benih, pupuk, memperhatikan irigasinya, memperhatikan pengenaan pajak juga asuransi nya pertaniannya dan memperkuat sistem subak agar produksi pertanian tetap stabil dan tidak terganggu serta memperhatikan pemasarannya sehingga pemerintah hadir kepada petani yang tidak mengalihkan lahannya sabagaimana konsep LSD dan LP2B yang sudah diatur. ”Bisa saja para pemilik lahan nanti disentuh dari program pemerintah, misalnya beasiswa pendidikan satu KK satu sarjana,” pungkasnya. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lawan Ombak dan Cuaca Ekstrem, PLN UPK Timor Berhasil Pulihkan Listrik di Pulau Terluar Salura

    Lawan Ombak dan Cuaca Ekstrem, PLN UPK Timor Berhasil Pulihkan Listrik di Pulau Terluar Salura

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Matakompas.com- Bagi masyarakat di Pulau Salura, sebuah pulau terluar yang berada di Desa Praisalura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar penerangan. Di balik setiap lampu yang menyala, ada perjuangan panjang para petugas PLN ULPL Waingapu, unit yang berada di bawah Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor UIK Dwipantara dan bertugas mengelola pembangkit listrik di […]

  • IPW Minta Kadivpropam Memeriksa Penyidik Subdit 2 Dittipideksus Terkait Dugaan Keberpihakan Perkara BSI

    IPW Minta Kadivpropam Memeriksa Penyidik Subdit 2 Dittipideksus Terkait Dugaan Keberpihakan Perkara BSI

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Jakarta, (JarrakPos)- IPW mendesak Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri, Irjen Abdul Karim memeriksa penyidik subdit 2 Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri yang diduga menutupi tindakan kejahatan manajemen BSI Cabang Bengkulu terkait fraud yang dilakukan oleh terdakwa TKD yang merugikan beberapa nasabahnya. Sebab, tindakan berpihak penyidik Subdit 2 Dittipideksus Bareskrim […]

  • Gugatan Pilkada Minut, Pakar : Bakal Dianulir MK

    Gugatan Pilkada Minut, Pakar : Bakal Dianulir MK

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Gugatan yang dilayangkan pasangan Melky Pangemanan dan Christian Kamagi atas pasangan pemenang pilkada Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dan Kevin Lotulong tahun 2024 sangat tak rasional. Lanraran kemenanganyang diraih pasangan JG-KL cukup telak. Hal itu dikatakan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kepada media Senin (27/01/2025). Memang di Provinsi […]

  • Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Februari hingga Maret 2025. Sebanyak 17 tersangka telah diamankan dalam operasi ini. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, menyampaikan bahwa dari 15 kasus yang terungkap, terdapat 2 kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu, 12 kasus peredaran […]

  • Pansus TRAP Ungkap Solusi Selamatkan Jatiluwih Tanpa Korbankan Budaya

    Pansus TRAP Ungkap Solusi Selamatkan Jatiluwih Tanpa Korbankan Budaya

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Ancaman serius kembali membayangi kawasan wisata kelas dunia, Jatiluwih Tabanan. Masuknya investor besar yang membangun restoran di tengah hamparan sawah tradisional memicu kekhawatiran akan hilangnya bentang Subak, sistem irigasi abad ke-9 yang menjadi alasan utama kawasan ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Sedikitnya 3.000 warga dan petani, pelaku UMKM hingga generasi […]

  • Terjun Langsung, Pemuda Pancasila Peduli Korban Bencana di Bekasi

    Terjun Langsung, Pemuda Pancasila Peduli Korban Bencana di Bekasi

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Pengurus Pusat Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (PP Sapma PP) bekerja sama dengan Sapma Kab. Bekasi, Sapma Kota Bekasi, Sapma Jawa Barat serta didukung Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana Pemuda Pancasila (BKPB PP) Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk menyalurkan donasi atau logistik serta melakukan bersih-bersih di lokasi bencana banjir Kota/Kabupaten Bekasi, […]

expand_less