Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta Soroti Kisruh SPMB 2026: Jangan Paksakan Masuk Sekolah yang Sudah Penuh, Saatnya Benahi Sekolah yang Minim Peminat
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, menyoroti masih munculnya persoalan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Meski proses seleksi terus berjalan, masih terdapat calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah sesuai dengan pilihan mereka.
Hal tersebut disampaikan Suwirta kepada awak media usai Rapat Paripurna ke-44 DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, Komisi IV telah menerima informasi dari Dinas Pendidikan bahwa masih ada kuota kosong di sejumlah sekolah. Namun di sisi lain, sekolah-sekolah favorit justru telah penuh sehingga tidak lagi memungkinkan menerima tambahan peserta didik.
“Hari ini kami sudah melihat ada surat dari Dinas Pendidikan terkait penerimaan siswa. Memang masih ada kuota kosong di beberapa sekolah, tetapi siswa yang diterima belum tentu sesuai dengan keinginan mereka. Banyak yang ingin masuk ke sekolah tertentu yang sudah penuh,” ujar Suwirta.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Banyak calon siswa berharap dapat diterima di sekolah favorit, padahal daya tampung sekolah tersebut telah terpenuhi.
Karena itu, Suwirta berharap masyarakat, khususnya orang tua dan calon peserta didik, dapat memahami kondisi tersebut dan bersedia memilih sekolah lain yang masih memiliki kuota.
“Kami berharap orang tua maupun siswa bisa menerima kondisi ini sehingga tidak harus memaksakan diri masuk ke sekolah yang sudah penuh,” katanya.
Selain itu, Suwirta berharap Dinas Pendidikan Provinsi Bali dapat menuntaskan proses penempatan seluruh calon peserta didik, termasuk hasil seleksi jenjang SMK yang dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bisa menyelesaikan seluruh proses ini dengan tuntas sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang belum memperoleh sekolah,” tegasnya.
Lebih jauh, Suwirta menilai persoalan ketimpangan jumlah peminat antar sekolah tidak bisa terus dibiarkan. Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sekolah-sekolah yang kelebihan siswa, tetapi juga sekolah-sekolah yang setiap tahun kekurangan peserta didik.
Komisi IV DPRD Bali, kata dia, dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja ke sekolah-sekolah yang minim peminat untuk mencari akar persoalan.
“Bukan hanya sekolah yang penuh yang menjadi perhatian kami. Justru kami akan mengunjungi sekolah-sekolah yang kekurangan murid untuk melihat apa yang harus dibenahi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas sumber daya manusia, mutu layanan pendidikan, hingga faktor-faktor lain yang memengaruhi rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu.
Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komisi IV DPRD Bali berkomitmen mengawal lahirnya kebijakan yang mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan sehingga tidak terjadi lagi penumpukan siswa di sekolah tertentu, sementara sekolah lainnya terus mengalami kekurangan peserta didik.
Menurut Suwirta, pembenahan kualitas seluruh sekolah menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki kepercayaan yang sama terhadap setiap satuan pendidikan negeri di Bali.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar