Breaking News
light_mode
Trending Tags

Berikan Keterangan Tertulis di Sidang Pemalsuan Surat, Saksi Ahli Kupas Praktik Mafia Tanah Charlie Chandra

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com TANGERANG – Kupas tuntas dugaan praktik mafia tanah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bacakan keterangan saksi ahli Prof. Agus Trihartono dalam sidang lanjutan terdakwa Charlie Chandra di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat 18 Juli 2025.

Keterangan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum lantaran Agus Trihartono, sedang mengikuti Audience Monetization sehingga tidak dapat hadir dalam persidangan secara langsung namun dalam suratnya tersebut dirinya juga sudah bersumpah untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Dalam keterangan tertulisnya tersebut juga dirinya mengatakan, sebagai ahli hukum pidana ia memiliki dasar untuk memberikan keterangan berdasarkan adanya suatu surat yang diberikan kepadanya.

“Bahwa yang menjadi dasar saya sebagai seorang ahli hukum pidana untuk memberikan keterangan kepada pihak penyidik di reskrim polda banten yaitu berdasarkan adanya surat direktur reserse kriminal umum polda banten,” kata JPU membaca keterangan tertulis Saksi Ahli.

Prof. Agus Trihartono selaku ahli menilai, bahwa berdasarkan keputusan pengadilan nomor 596/Pid/S/1993/PN/TNG merupakan keputusan hakim yang memiliki hukum yang tetap atau inkrah.

“Keputusan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap memiliki tiga macam kekuatan yakni satu kekuata mengikat dua kekuatan bukti tiga kekuatan hukum yang bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, putusan tersebut mempunyai kekuatan pembuktian bahwa putusan pidana yang isinya menghukum terdakwa Paul Chandra (berhubungan dengan dugaan kasus sertifikat ini-red), telah terbukti secarah sah dan meyakinkan telah bersalah tindak pidana pemalsuan dengan objek pemalsuan berupa aset jual beli nomor 202/12/1/1982 tertanggal 12 Maret 1982.

“Putusan ini mempunyai kekuatan hukum yang pasti dapat digunakan sebagai bukti dalam perkara perdata mengenai peristiwa yang terjadi, karena merupakan suatu dokumen palsu AJB nomor 202/12/1/1982 tertanggal 12 Maret 1982 antara The Fit Neo dengan Hairil Wijaya telah batal demi hukum yaitu di anggap dari awal tidak pernah ada sehingga tidak dapat menjadi dasar kepemilikan,” ucapnya.

“Bahwa dengan adanya putusan pengadilan dengan nomor 596/Fit/S/1993/PN/TNG yang menyatakan terdakwa Paul Chandra telah terbukti secarah sah dan meyakinkan atas tindak pidana pemalsuan secara hukum AJB nomor 202/12/1/1982 tertanggal 12 Maret 1982 antara The Fit Neo dengan Hairil Wijaya merupakan surat atau dokumen palsu sehingga tidak dapat dijadikan bukti peralihan hak, artinya secara huku Hairil Wijaya tidak berhak atas tanah berdasarkan SHM nomor 05/Lemo,” tambahnya.

Sehingga dengan adanya putusan tersebut, Profesor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini menilai surat atau dokumen milik terdakwa atas objek milik orang tuanya tersebut dinilai cacat.

“Bahwa AJB nomor 38/5/8/Teluknaga/1988 9 Februari 1988 antara Hairil Wijaya selaku penjual dengan Sumita Chandra saat membeli kedudukannya batal demi hukum artinya layak dianggap tidak pernah ada secara hukum karena akte jual beli dengan nomor 202/12/1/1982 tertanggal 12 Maret 1982 antara The Fit Neo selaku penjual dengan Hairil Wijaya selaku pembeli yang dijadikan dasar hukum atas AJB tersebut terbukti sebagai objek pemalsuan oleh terdakwa Paul Chandra berdasarkan putusan pengadilan nomor 596/Fit/S/1993/PN/TNG,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Prof. Jamin Ginting dalam persidangan kasus pemalsuan dokumen terdakwa Charlie Chandra sebelumnya menyebutkan, apabila suatu surat telah dinyatakan palsu melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka surat tersebut tidak dapat digunakan lagi dalam proses hukum apapun.

Jika pemerintah menyatakan surat itu palsu, maka itu adalah keputusan resmi yang wajib dihormati. Penggunaan surat yang sudah diputuskan sebagai palsu merupakan tindakan melawan hukum,” tegas Prof. Dr. Jamin Ginting, pada Selasa (15/7/2025).
‎
Ketua Majelis Hakim memutuskan sidang lanjutan akan kembali digelar pada Selasa (22/7/2025), dengan agenda pembuktian terdakwa Charlie Chandra.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Angka Pengangguran di Kuningan, 40 Perusahaan Buka Lowongan Kerja Bagi Ribuan Calon Tenaga Kerja

    Tekan Angka Pengangguran di Kuningan, 40 Perusahaan Buka Lowongan Kerja Bagi Ribuan Calon Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Pemerintah Kabupaten Kuningan langsung tancap gas di awal masa kepemimpinan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., dengan menghadirkan program strategis pembukaan 13.358 lowongan kerja melalui Kuningan Job Fair 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan ini digelar di […]

  • Sambut Nataru, BULOG Bali Tegaskan Pasokan Pangan dalam Kondisi Aman

    Sambut Nataru, BULOG Bali Tegaskan Pasokan Pangan dalam Kondisi Aman

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Provinsi Bali dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian harga serta pasokan pangan di Provinsi Bali, Perum BULOG Kanwil Bali yang dihadiri oleh Pemimpin Wilayah, […]

  • Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (GERAK 08), Revitriyoso Husodo, menyampaikan pandangannya mengenai sosok Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilainya sebagai tokoh bangsa yang mampu menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Menurut Revitriyoso, Sufmi Dasco Ahmad adalah figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan di tengah masyarakat. Ia menyebut Dasco sebagai jembatan […]

  • Jadi Sorotan, Eksepsi Perkara Pidana Charlie Chandra Ditolak JPU

    Jadi Sorotan, Eksepsi Perkara Pidana Charlie Chandra Ditolak JPU

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG – Sidang perkara tindak pidana atas nama terdakwa Charlie Chandra, anak dari Sumitra Chandra, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A pada Selasa, 17 Juni 2025. Dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum terdakwa, jalannya persidangan menjadi sorotan. Dalam persidangan yang dipimpin oleh majelis […]

  • Curi Dua Sepeda Motor, Anak Berusia 16 Tahun Diamankan Polsek Bonai Darussalam

    Curi Dua Sepeda Motor, Anak Berusia 16 Tahun Diamankan Polsek Bonai Darussalam

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 24
    • 0Komentar

      ROKAN HULU.MATAKOMPAS.COM – Gerak cepat jajaran Polsek Bonai Darussalam membuahkan hasil. Seorang anak berinisial H (16) diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam pencurian dua unit sepeda motor milik warga di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Korban […]

  • Bukan Hanya Perbaiki Hari Ini: Cara Pandang Baru Bangun Masa Depan Transportasi Laut

    Bukan Hanya Perbaiki Hari Ini: Cara Pandang Baru Bangun Masa Depan Transportasi Laut

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Dunia bisnis terbiasa bekerja dengan target, indikator kinerja, dan evaluasi. Ketika pendapatan menurun, perusahaan mencari penyebabnya. Ketika biaya meningkat, efisiensi dilakukan. Ketika kinerja tidak mencapai target, langkah korektif disusun. Semua itu penting. Namun, ada pertanyaan yang kerap luput di tengah kesibukan tersebut: apakah perusahaan sedang memperbaiki kinerjanya, atau benar‑benar mempersiapkan masa depannya? […]

expand_less