Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sanur Bersiap Bebas Kabel Semrawut, Uji Coba SJUT-IPT Dimulai, Target Beroperasi Penuh 15 Agustus 2026

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar mulai memasuki tahapan penting dalam penataan infrastruktur telekomunikasi di kawasan wisata Sanur melalui pelaksanaan Survey Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel Sistem Jaringan Utilitas Terpadu–Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT), Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pembahasan bersama operator telekomunikasi yang berlangsung sejak 22 Mei hingga 2 Juli 2026.

Uji coba yang dipusatkan di kawasan parkir depan Hotel Hyatt, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, menjadi momentum untuk menguji kesiapan infrastruktur sekaligus menyerap masukan dari seluruh operator sebelum sistem diimplementasikan secara penuh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, SE, M.Si. menegaskan bahwa penataan SJUT-IPT merupakan bagian dari upaya menjadikan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan dengan infrastruktur perkotaan yang tertata rapi.

“Pada prinsipnya kita menyambut baik penataan destinasi Sanur menjadi destinasi unggulan. Salah satu yang ditata adalah pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi melalui SJUT-IPT sehingga nantinya tidak ada lagi kabel-kabel yang semrawut di kawasan protokol Sanur,” ujarnya.

Menurut Eddy Mulya, pembangunan infrastruktur telah selesai dilakukan dan kini memasuki tahap pengujian teknis di lapangan. Seluruh masukan dari operator akan menjadi bahan evaluasi sebelum proyek diperluas ke kawasan lain di Kota Denpasar.

Ia menargetkan pemanfaatan SJUT-IPT di Sanur sudah dapat diimplementasikan paling lambat 15 Agustus 2026, sekaligus dideklarasikan kepada publik sebagai model penataan utilitas perkotaan.

“Harapan kami, Sanur menjadi destinasi yang unggul, baik dari sisi infrastruktur perkotaan, pelayanan publik, pengelolaan persampahan hingga pelayanan di sepanjang kawasan pantai,” katanya.

Pemkot Denpasar sendiri telah menunjuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma sebagai Badan Usaha Penyelenggara (BUP) melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota untuk mengelola SJUT-IPT.

Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan, ST, menegaskan pihaknya menjalankan seluruh proses sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Posisi kami jelas, melaksanakan amanat regulasi. Soal teknis maupun sistem tentu akan terus kami sempurnakan sambil berjalan. Berbagai kekurangan yang ditemukan dalam uji coba hari ini akan menjadi bahan penyempurnaan,” ujarnya.

Meski mendukung penuh program penataan utilitas bawah tanah tersebut, operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Bali masih menyampaikan sejumlah catatan.

Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak, mengatakan sejak awal para operator mendukung konsep SJUT-IPT. Namun, terdapat dua persoalan utama yang masih perlu dibahas bersama, yakni desain jaringan dan besaran tarif sewa.

Menurutnya, setiap operator memiliki desain topologi jaringan dan standar engineering yang berbeda sehingga diperlukan fleksibilitas agar kualitas layanan tetap terjaga setelah migrasi ke jaringan bawah tanah.

Selain itu, tarif sewa dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi.

“Kami bukan meminta diskon, tetapi berharap tarifnya bisa lebih kompetitif. Saat ini industri telekomunikasi sedang menghadapi perang tarif sehingga harga layanan internet semakin murah. Kalau biaya operasional terlalu tinggi, tentu akan menjadi beban bagi operator dan pada akhirnya bisa berdampak kepada pelanggan,” jelasnya.

APJATEL juga membandingkan skema yang diterapkan di sejumlah daerah lain seperti Sumatera Utara, Jabodetabek, Jawa Barat hingga kawasan Ubud di Bali yang disebut telah menerapkan tarif nasional dengan model pengelolaan berbeda.

Dodi mengungkapkan, saat ini terdapat 15 operator yang tergabung sebagai anggota APJATEL Bali, sementara jumlah penyelenggara telekomunikasi secara keseluruhan di Bali mencapai sekitar 37 perusahaan, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Denpasar dan Badung.

Hasil uji coba teknis ini selanjutnya akan dibahas kembali oleh masing-masing operator sebelum dilakukan pertemuan lanjutan bersama Pemerintah Kota Denpasar guna menyepakati berbagai aspek teknis maupun bisnis.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Sanur akan menjadi kawasan percontohan pertama di Denpasar yang menerapkan jaringan utilitas telekomunikasi bawah tanah secara terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan kabel udara yang semrawut sekaligus mempercantik wajah kota sebagai destinasi wisata berkelas internasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Agung: Para Koruptor Pertamina Hukuman Lebih Berat

    Jaksa Agung: Para Koruptor Pertamina Hukuman Lebih Berat

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 853
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan kemungkinan para tersangka tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 – 2023, mendapatkan hukuman lebih berat. Burhanuddin mengatakan, jika terdapat hal-hal yang memberatkan terutama dalam situasi Covid-19, maka tak menutup kemungkinan akan dijerat dengan hukuman […]

  • PLN Indramayu Tidak Memberikan Ganti Rugi atas Pemangkasan Pohon Sesuai Kesepakatan dengan Masyarakat!!

    PLN Indramayu Tidak Memberikan Ganti Rugi atas Pemangkasan Pohon Sesuai Kesepakatan dengan Masyarakat!!

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Penebangan ranting dan dahan pohon yang mengganggu serta membahayakan jaringan listrik milik PT PLN Cabang Indramayu memang seharusnya dilakukan hal ini bertujuaan agar jaringan distribusi aliran arus listrik yang mengalir tidak mengalami hambatan apalagi memasuki musim hujan yang disertai dengan tiupan angin yang sangat besar sehingga mengkwatirkan terjadinya pohon tumbang serta kabel menjadi putus […]

  • Mentan dan Menhut Melakukan Penanaman Program Agrofostry, Indramayu Siapkan 4.400 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Nasional.

    Mentan dan Menhut Melakukan Penanaman Program Agrofostry, Indramayu Siapkan 4.400 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Nasional.

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.513
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- – Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (Multi-Purpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024). Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang […]

  • BPJPH Mengadakan Kerjasama (Mou) dengan Perkumpulan Jembatab Masyarakat Indonesia (JEMARI).

    BPJPH Mengadakan Kerjasama (Mou) dengan Perkumpulan Jembatab Masyarakat Indonesia (JEMARI).

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 857
    • 0Komentar

    BANDUNG JarrakPis.Com– Perkumpulan Jembatan Masyarakat Indonesia (JEMARI) melaksanakan perjanjian kerjasama (Mou) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Grand Dafam Braga Bandung, pada Sabtu (22/03/2025). Nota kesepahaman MoU ditandatangani secara langsung oleh Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan dan Arie Azhari selaku Ketua Umum JEMARI. Turut hadir dalam agenda kegiatan tersebut, Fariza Y Irawadi […]

  • Pansus TRAP Bali Komitmen Lindungi Kawasan WBD Subak Jatiluwih dan Perkuat Kesejahteraan Petani

    Pansus TRAP Bali Komitmen Lindungi Kawasan WBD Subak Jatiluwih dan Perkuat Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melindungi Kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Subak Jatiluwih dari pelanggaran tata ruang serta aktivitas pembangunan yang berpotensi merusak kelestarian lingkungan dan sistem irigasi tradisional Subak. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) sebagai […]

  • Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank terkait pembangunan dan keberlanjutan Bali di masa depan. Masukan tersebut disampaikan Carolyn Turk, World Bank Country Director untuk Indonesia dalam pertemuan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster pada Jumat (22/5) di Jaya Sabha, Denpasar. Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan terdapat lima kesenjangan utama yang […]

expand_less