Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lawan Ombak dan Cuaca Ekstrem, PLN UPK Timor Berhasil Pulihkan Listrik di Pulau Terluar Salura

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matakompas.com- Bagi masyarakat di Pulau Salura, sebuah pulau terluar yang berada di Desa Praisalura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar penerangan. Di balik setiap lampu yang menyala, ada perjuangan panjang para petugas PLN ULPL Waingapu, unit yang berada di bawah Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor UIK Dwipantara dan bertugas mengelola pembangkit listrik di wilayah kerjanya, untuk memastikan pasokan listrik tetap hadir di tengah keterbatasan akses dan ganasnya laut selatan.

Perjalanan menuju Pulau Salura bukanlah pekerjaan mudah. Material dan peralatan perbaikan harus diangkut menggunakan kapal kecil dan perahu milik nelayan. Bersama masyarakat setempat, petugas PLN bergotong royong memindahkan generator, suku cadang, hingga perlengkapan kerja. Gelombang tinggi dan cuaca yang kerap berubah menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi demi satu tujuan, memastikan masyarakat di pulau terluar tetap menikmati listrik yang andal.

Manager ULPL Waingapu, Amos Randanan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik hingga ke wilayah kepulauan.

“Ini kegiatan pemeliharaan dan perbaikan gangguan mesin pembangkit yang kami laksanakan dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Salura, yang merupakan salah satu pulau terluar. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujarnya, (19/7/2026).

Gangguan terjadi pada mesin Deutz F6L912 dengan nomor seri 8163S0070. Setelah melalui proses yang cukup panjang, mesin tersebut akhirnya berhasil dipulihkan pada 11 Juni 2026. Lamanya proses perbaikan dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan pelayaran yang tidak selalu memungkinkan tim menyeberang ke pulau.

Meski demikian, pelayanan listrik kepada sekitar 140 kepala keluarga di Pulau Salura tidak terhenti. Selama proses perbaikan berlangsung, PLN tetap menjaga pasokan listrik melalui pengoperasian dua unit mesin pembangkit yang masih berfungsi serta dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kepala Desa Praisalura, Panus Maramba Ndima, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas PLN yang tetap berjuang menjangkau wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sudah datang memperbaiki generator mesin pembangkit di Pulau Salura. Perjuangan mereka tidak mudah karena harus menyeberangi laut membawa peralatan. Bagi masyarakat kami, listrik sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, sehingga perhatian dari PLN sangat kami hargai,” ungkap Panus.

Perjuangan menembus ombak, mengangkut material dengan perahu nelayan, serta semangat gotong royong bersama masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa menghadirkan listrik di wilayah terluar membutuhkan dedikasi yang luar biasa. Bagi PLN UPK Timor, setiap cahaya yang menyala di Pulau Salura adalah bukti bahwa pelayanan terbaik harus menjangkau seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali.***

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less