Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bageshwar Dham Singgah di Bali, Spiritualitas India-Bali Bertemu: Somvir dan Dewa Rai Dorong Pusat Meditasi Hindu Dunia

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Pulau Dewata kembali menjadi titik temu spiritual dunia. Kehadiran tokoh spiritual asal India, Dhirendra Krishna Shastri atau yang dikenal sebagai Baba Bageshwar Dham, dalam kegiatan Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham di Hotel InterContinental Bali, Badung, 7–10 Agustus 2026, menghadirkan warna baru dalam perkembangan pariwisata budaya dan spiritual Bali.

Mengusung tema “Awaken Your Inner Energy – Experience Divine Transformation”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengikuti meditasi, penguatan energi batin, refleksi spiritual, hingga pengalaman lintas budaya yang mempertemukan nuansa spiritual India dengan kekayaan budaya Bali.

Pertemuan pada Senin, 10 Agustus 2026, itu juga dihadiri tokoh dan perwakilan komunitas spiritual dari sekitar 12 negara. Sejumlah negara yang disebut hadir antara lain India, Australia, Selandia Baru, Fiji, Inggris dan negara lainnya.

Kehadiran komunitas internasional tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik Bali tidak berhenti pada keindahan alam, pantai, seni, budaya dan hiburan. Bali juga memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata spiritual dan budaya dunia.

Di tengah pertemuan tersebut, pengalaman spiritual I Dewa Nyoman Rai, S.H., Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, turut menjadi bagian menarik dari rangkaian acara.

Dewa Rai mengungkapkan rasa syukurnya setelah dapat bertemu langsung dan melakukan meditasi bersama Baba Bageshwar Dham. Ia menceritakan bahwa sosok spiritual tersebut sebelumnya telah muncul dalam pengalaman meditasinya.

Menurut Dewa Rai, pertemuan tersebut terasa istimewa karena terjadi di Bali, sebuah pulau yang memiliki hubungan sejarah panjang dengan tradisi spiritual India.

Ia mengaitkan perjalanan spiritual Bali dengan keberadaan tokoh-tokoh suci dari India, termasuk Maharishi Markandeya dan tokoh spiritual lainnya yang memiliki tempat penting dalam sejarah perkembangan Hindu di Bali.

Bagi Dewa Rai, kedatangan Baba Bageshwar Dham bukan sekadar kunjungan seorang tokoh spiritual. Momentum tersebut dinilai dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara Bali dan India dalam bidang spiritual, budaya, pendidikan, hingga pariwisata.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah kemungkinan menghadirkan ashram atau pusat meditasi spiritual di Bali.

Pusat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi umat Hindu dan komunitas spiritual dari berbagai negara untuk datang ke Bali, melakukan meditasi, yoga, sadhana, serta memperdalam perjalanan spiritual.

Dewa Rai juga mengajak komunitas internasional untuk tidak hanya mengenal kawasan Bali Selatan, tetapi turut melihat potensi Bali Utara. Ia menyebut wilayah Bali Utara memiliki alam, budaya dan suasana yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan spiritual.

Menurutnya, banyak wisatawan yang datang ke Bali merasakan atmosfer yang berbeda. Bali dinilai memiliki aura positif yang membuat orang tidak hanya ingin datang, tetapi juga ingin kembali.

Somvir: Bali dan India Bukan Sekadar Sahabat, tetapi Saudara

Gagasan tentang hubungan spiritual Bali dan India kemudian diperkuat oleh Dr. Somvir, Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali.

Somvir yang memiliki latar belakang dari Rewari, Haryana, India, mengatakan hubungan Bali dan India memiliki akar budaya dan spiritual yang sangat kuat.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu Baba Bageshwar Dham sekitar tiga bulan sebelumnya ketika sang tokoh spiritual berkunjung ke Bali. Dalam pertemuan tersebut, Somvir mengundang Baba Bageshwar Dham untuk kembali datang ke Bali dan melakukan kegiatan spiritual.

Undangan tersebut akhirnya terealisasi melalui kegiatan Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham.

Somvir juga menyinggung perbedaan latar belakang politik dirinya dengan Dewa Rai. Somvir berasal dari Partai NasDem, sementara Dewa Rai merupakan bagian dari PDI Perjuangan.

Meski berada di partai yang berbeda dan tidak jarang berdebat dalam forum legislatif, Somvir menegaskan bahwa perbedaan politik tidak seharusnya menghilangkan persaudaraan.

Menurutnya, perdebatan politik di lembaga legislatif merupakan bagian dari demokrasi. Setelah perdebatan selesai, hubungan antarsesama tetap kembali sebagai keluarga.

Pesan tersebut menjadi gambaran bagaimana politik, kebudayaan, dan spiritualitas dapat berjalan berdampingan dalam suasana persaudaraan.

Lima Salam, Pesan Toleransi dari Bali untuk Dunia

Salah satu bagian paling menarik dari penyampaian Somvir adalah ketika ia menjelaskan mengenai lima salam yang menurutnya mencerminkan keberagaman dan toleransi masyarakat Indonesia.

Somvir menjelaskan bahwa ketika berada di Bali, masyarakat mengenal dan menggunakan salam “Om Swastiastu”, sebagai salam yang sangat lekat dengan tradisi Hindu Bali.

Kemudian terdapat “Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”, salam umat Islam yang mencerminkan penghormatan kepada masyarakat Muslim.

Berikutnya “Namo Buddhaya”, salam dalam tradisi umat Buddha.

Somvir juga menyebut salam yang berkaitan dengan Krishna, serta “Salam Sejahtera” sebagai bagian dari keberagaman salam yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Bagi Somvir, keberagaman tersebut merupakan kekuatan, bukan kelemahan.

Ia mencontohkan, ketika seorang pejabat atau tamu datang ke Bali, salam “Om Swastiastu” digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan masyarakat Bali. Sebaliknya, ketika berada di Jakarta atau daerah lain, penggunaan salam yang sesuai dengan konteks masyarakat setempat juga merupakan bentuk penghormatan.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan agama dan budaya tidak harus menjadi sekat.

Justru melalui salam, manusia dapat membuka percakapan, membangun penghormatan, dan memperkuat persaudaraan.

Dan di lingkungan DPRD Bali, Somvir menyebut setiap persidangan juga memiliki penutup yang sarat makna:

“Om Shanti Shanti Shanti Om.”

Pesan kedamaian tersebut menjadi penutup yang sejalan dengan semangat kegiatan spiritual Bageshwar Dham.

Yoga, Kebahagiaan dan Kehidupan yang Tidak Berorientasi Materi

Dalam kesempatan yang sama, Somvir juga berbicara mengenai perjalanan spiritualnya selama puluhan tahun dalam mempraktikkan dan mengajarkan yoga.

Ia menekankan bahwa kehidupan seharusnya dijalani dengan kebahagiaan dan ketenangan batin.

Menurutnya, yoga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga jalan untuk membangun keseimbangan pikiran, tubuh dan jiwa.

Praktik seperti pranayama, yoga dan sadhana disebut sebagai bagian dari proses untuk membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh kesadaran.

Somvir juga mengingatkan bahwa kekayaan, kenyamanan dan berbagai benda duniawi pada akhirnya bersifat sementara.

Yang lebih penting, menurut dia, adalah bagaimana manusia menjaga hubungan dengan Yang Ilahi dan menemukan kedamaian dalam dirinya.

Gagasan Pusat Spiritual Bageshwar Dham di Bali

Dari pertemuan tersebut, muncul pula gagasan agar Bali dapat menjadi lokasi berdirinya pusat spiritual Bageshwar Dham.

Somvir menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan DPRD Bali dapat membuka ruang komunikasi dan kerja sama untuk mendukung gagasan tersebut, tentunya dengan tetap mengikuti aturan, tata ruang, perizinan, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Jika terealisasi, pusat spiritual tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi masyarakat Hindu Bali, umat Hindu dari berbagai daerah, komunitas NRI, maupun masyarakat internasional untuk melakukan meditasi, yoga dan kegiatan spiritual.

Bali dinilai memiliki keunggulan sebagai lokasi pusat spiritual karena memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi Hindu dan perjalanan para resi dari India.

Nama Maharishi Markandeya dan Maharishi Agastya, serta simbol spiritual seperti Hanuman, menjadi bagian dari narasi hubungan budaya India dan Bali yang telah berlangsung dalam perjalanan sejarah.

Dengan demikian, pembangunan pusat spiritual bukan hanya dilihat dari aspek tempat, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan budaya dan spiritual antara masyarakat Bali dan India.

Dari Wisata Alam Menuju Pariwisata Spiritual Dunia

Kehadiran Baba Bageshwar Dham dan komunitas dari berbagai negara menjadi momentum bagi Bali untuk melihat kembali arah pengembangan pariwisatanya.

Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia dengan kekayaan pantai, alam, seni, budaya dan tradisi.

Namun, perkembangan wisata spiritual menawarkan segmen baru yang semakin luas.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi mencari pengalaman yang lebih dalam: ketenangan, meditasi, yoga, refleksi diri, dan hubungan spiritual.

Kegiatan Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham menjadi salah satu contoh bagaimana Bali dapat menjadi ruang pertemuan antara spiritualitas India dengan tradisi dan budaya Bali.

Lebih dari sekadar kegiatan selama empat hari, pertemuan tersebut membawa pesan tentang persaudaraan, toleransi, kebudayaan, spiritualitas dan perdamaian.

Di penghujung penyampaiannya, Dr. Somvir mengungkapkan sebuah pandangan personal tentang kedekatan batinnya dengan Bali. Ia menyebut dirinya lahir di India, namun merasa memiliki ikatan spiritual yang begitu kuat dengan Bali.

“Saya lahir di India, tetapi dalam kehidupan sebelumnya, saya lahir di Bali,” ungkap Somvir.

Bagi Somvir, ungkapan tersebut menjadi refleksi tentang kedekatan budaya dan spiritual antara India dan Bali yang menurutnya tidak sekadar dibangun oleh sejarah, tetapi juga oleh ikatan batin dan persaudaraan.

Ia pun menutup pesannya dengan harapan agar Bali dan India terus menjadi dua saudara yang saling menguatkan, berbagi nilai spiritual, serta bersama-sama membawa pesan kedamaian, kebahagiaan dan persaudaraan kepada dunia.

Bagi Somvir, Bali dan India tidak hanya memiliki hubungan diplomatik atau persahabatan biasa.

Bali dan India adalah “sahodar” — saudara yang memiliki hubungan sejarah dan spiritual yang kuat.

Sementara bagi Dewa Rai, kedatangan tokoh spiritual India tersebut menjadi momentum untuk membuka ruang baru bagi umat Hindu dunia yang ingin datang ke Bali untuk bermeditasi dan mencari ketenangan.

Pada akhirnya, dari Bali pesan yang muncul bukan sekadar tentang energi batin dan meditasi.

Ada pesan yang jauh lebih besar: bahwa perbedaan budaya dan keyakinan dapat dipertemukan melalui persaudaraan, saling menghormati dan kedamaian.

Dari Om Swastiastu, Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Namo Buddhaya, salam Krishna, hingga Salam Sejahtera, semuanya menjadi gambaran keberagaman yang dapat berjalan berdampingan.

Dan ketika semuanya ditutup dengan:

“Om Shanti Shanti Shanti Om,”

Bali seakan kembali mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Pulau Dewata bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan, tetapi juga tempat untuk menemukan kedamaian, persaudaraan dan keharmonisan dalam keberagaman.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Wagub Giri Prasta Dorong Pengembangan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan.

    Hadiri Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Wagub Giri Prasta Dorong Pengembangan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan.

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG, Matacompas.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut baik pembangunan Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendukung pariwisata di Bali. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan tetap mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta keselarasan dengan karakter dan kearifan lokal Bali. Hal tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony […]

  • Sukses Sebagai Pengusaha, Gede Putra Tetap Tunjukan Pendidikan Adalah Fondasi Penting

    Sukses Sebagai Pengusaha, Gede Putra Tetap Tunjukan Pendidikan Adalah Fondasi Penting

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com |Ditengah kesibukannya sebagai pengusaha sukses dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Badung, I Putu Gede Putra Adnyana tetap menunjukkan bahwa pendidikan adalah fondasi penting dalam membangun kesuksesan yang berkelanjutan. Meski telah meraih banyak pencapaian di dunia bisnis dan organisasi, sosok yang dikenal visioner ini tidak berhenti menuntut ilmu. Saat ini, ia tengah […]

  • Bala Gibran Dukung Kejaksaan Bongkar Praktek Dugaan Penyelewengan Benih Padi di Jawa Barat

    Bala Gibran Dukung Kejaksaan Bongkar Praktek Dugaan Penyelewengan Benih Padi di Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kelompok petani Jawa Barat Surati Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait persoalan dugaan pengurangan tonase dalam penyaluran benih padi pada tahun 2020 sampai dengan 2025. Hal tersebut mendapat dukungan kuat dari Kelompok Relawan Bala Gibran Jabodetabek, Selasa (25/8/2025) “Harapan kami adalah kepada pak Jaksa Agung ST Burhanuddin adalah semoga beliau benar-benar memberantas korupsi, […]

  • Tak Pernah Puas Menuntut Ilmu, Alit Wiraputra Raih Doktor di Momen Hardiknas

    Tak Pernah Puas Menuntut Ilmu, Alit Wiraputra Raih Doktor di Momen Hardiknas

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Semangat menuntut ilmu tanpa henti tampaknya bukan sekadar ungkapan bagi Anak Agung Alit Wiraputra S.H., M.H. Frasa “tidak pernah ada kata cukup dalam menuntut ilmu” menjadi cerminan perjalanan akademiknya hingga berhasil meraih gelar doktor. Alit Wiraputra resmi diwisuda dalam Wisuda Ke-80 Fakultas Hukum Universitas Warmadewa yang digelar di The Meru Sanur, Sabtu […]

  • Anggota TNI Bekuk 2 Orang Pengedar Barang Haram

    Anggota TNI Bekuk 2 Orang Pengedar Barang Haram

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Babinsa Koramil 1505/Ciwaru berhasil menangkap 2 orang warga yang menjual obat – obatan terlarang jenis Tramadol, Trihex dan Eximer di Desa Segong Kec. Karang Kancana Kabupaten Kuningan pada hari Rabu tanggal 09 April 2024 pukul 20.45 WIB. Adapun para pelaku Inisial B, umur 24 tahun alamat Dusun Sukamaju RT. 002 RW. 009 […]

  • Kanim Atambua Raih Penghargaan Bhakti Chandra Pratama Atas Sinergi Unggul Gagalkan Penyeludupan

    Kanim Atambua Raih Penghargaan Bhakti Chandra Pratama Atas Sinergi Unggul Gagalkan Penyeludupan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    ATAMBUA, Matakompas.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua kembali mendapatkan pengakuan atas komitmennya dalam menjaga keamanan perbatasan. Kantor tersebut menerima Piagam Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bali Nusra sebagai bentuk apresiasi atas dukungan, sinergitas, dan kolaborasi yang luar biasa dalam upaya penegakan hukum. Penganugerahan penghargaan ini merupakan […]

expand_less