Breaking News
light_mode
Trending Tags

Perkuat Pengawasan Pengungsi di Kepri, Rudenim Pusat Tanjungpinang Bentuk FORKOPDENSI 2026

  • account_circle admin
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BATAM — Penanganan pengungsi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak penguatan koordinasi lintas instansi. Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi sekaligus pembentukan Forum Koordinasi Penanganan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tahun 2026 di Aston Batam.

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas penanganan pengungsi sekaligus penguatan pengawasan dan keamanan wilayah di Kepulauan Riau.

Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, BIN, International Organization for Migration (IOM), hingga lembaga sosial. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan pengungsi yang berada di wilayah Kepri.

Rangkaian kegiatan hari pertama, Selasa (22/9/2026), diawali dengan laporan pertanggungjawaban Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Penempatan, Keamanan dan Pengawasan Deportasi (PKPD) Rudenim Pusat Tanjungpinang, I Wayan Putu Wiadnya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau yang diwakili Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (WASDAKIM) Ditjen Imigrasi Kepri, Denni Tresno Sulistianto.

Dalam forum tersebut, penyelenggaraan FORKOPDENSI dipandang sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam menangani persoalan pengungsi secara lebih terpadu.

Memasuki hari kedua, Rabu (23/9/2026), pembahasan semakin mengerucut pada berbagai persoalan aktual di lapangan. Sesi rapat dipandu Kepala Seksi Penempatan, Nolly Rodus Voviroy Carnolo Telaumbanua, selaku moderator.

Sejumlah narasumber menyampaikan materi, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri, Drs. Muhammad Ikhsan, M.Si.; Head of Field Office IOM Batam, Khairul Bahri; serta Kabid PKPD Rudenim Pusat Tanjungpinang, I Wayan Putu Wiadnya.

Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah instansi menyampaikan masukan terkait persoalan pengungsi, kebutuhan sinkronisasi data, pengawasan, hingga antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kepulauan Riau.

Perwakilan BINDA Kepri, Kolonel Inf. Friandho Karim, S.Sos., menekankan pentingnya penyelarasan data antarpemangku kepentingan, khususnya antara IOM, Rudenim, dan BIN.

Menurutnya, kesamaan data dan persepsi menjadi salah satu fondasi penting agar koordinasi dalam penanganan pengungsi dapat berjalan efektif. Kolaborasi lintas instansi juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi muncul di wilayah Kepri.

Dalam pembahasan tersebut turut disinggung kasus love scamming yang sebelumnya terjadi di Baloi View Apartment. Kasus itu menjadi salah satu gambaran penting mengenai perlunya kewaspadaan dan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi persoalan yang bersinggungan dengan keberadaan warga negara asing dan dinamika sosial di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tanjungpinang, Samsudi, S.Sos., M.H., mengangkat dinamika keberadaan pengungsi mandiri di Kota Tanjungpinang.

Persoalan tersebut dinilai membutuhkan penguatan pengawasan secara terpadu agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan instansi terkait.

Dari unsur pertahanan, Koarmada I melalui Mayor Laut [PM] Hengki Ade Setiawan memberikan masukan agar kegiatan koordinasi serupa pada masa mendatang turut melibatkan tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Pelibatan tiga matra tersebut dinilai dapat memperkuat aspek koordinasi pertahanan dan keamanan, khususnya dalam menjaga kedaulatan serta mengantisipasi berbagai potensi persoalan di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis.

Rangkaian FORKOPDENSI 2026 akhirnya tidak hanya menjadi forum pertemuan antarlembaga, tetapi juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memperkuat pertukaran informasi, serta merumuskan pola koordinasi dalam penanganan pengungsi.

Dengan karakteristik Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dan kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara, penguatan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara aspek kemanusiaan, penanganan pengungsi, pengawasan keimigrasian, serta keamanan wilayah.

Melalui FORKOPDENSI 2026, Rudenim Pusat Tanjungpinang bersama stakeholder terkait mendorong agar penanganan pengungsi di Kepri dilakukan secara lebih terpadu, berbasis koordinasi dan pertukaran data, serta melibatkan seluruh unsur yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab di lapangan.

Dengan demikian, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada rapat koordinasi, tetapi menghasilkan penguatan pola kerja bersama dalam menghadapi dinamika pengungsi dan persoalan keamanan di Kepulauan Riau.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan Gagalkan Aksi Kejahatan Geng Motor Berkelewang

    Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan Gagalkan Aksi Kejahatan Geng Motor Berkelewang

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan kembali menunjukkan keberanian dan kesigapannya dalam menjaga keamanan Kota Medan. Dalam patroli malam yang dilaksanakan Minggu (19/1), seorang anggota geng motor bersenjata berhasil ditangkap di kawasan Pajak Melati, Jalan Bunga Sakura. Penangkapan ini menggagalkan rencana aksi kejahatan yang diduga akan dilakukan oleh kelompok penjahat jalanan tersebut. Keterangan […]

  • Mayoritas HGB PT BTID Ternyata Lahir dari Reklamasi, BPN Denpasar Buka Fakta di Hadapan DPRD Bali

    Mayoritas HGB PT BTID Ternyata Lahir dari Reklamasi, BPN Denpasar Buka Fakta di Hadapan DPRD Bali

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Senin (11/5). Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar, Mulyadi, membongkar sejarah panjang penerbitan ratusan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Bali Turtle Island Development (BTID), perusahaan pengelola kawasan KEK Kura-Kura Bali. Di hadapan anggota dewan, […]

  • Anggrek Kembali: Putri Koster Dorong Anggrek Lokal Bali Jadi Primadona dan Penggerak Ekonomi.

    Anggrek Kembali: Putri Koster Dorong Anggrek Lokal Bali Jadi Primadona dan Penggerak Ekonomi.

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, Putri Koster, mendorong gerakan pelestarian dan pengembangan anggrek lokal Bali agar kembali menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Putri Koster saat menjadi keynote speaker dalam Focus Group Discussion (FGD) Adaptasi dan Pengembangan Sumber Daya […]

  • Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, mendorong Universitas Udayana (Unud) memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu peletak dasar kajian kebudayaan Bali di tingkat internasional dan dijuluki “The Father of Balinese Studies”. Dorongan tersebut disampaikan Dr. Somvir usai […]

  • Kuota Terbatas! Pendaftaran Lango Wedana Festival #3 Dibuka 1 Maret – Segera Amankan Slotmu

    Kuota Terbatas! Pendaftaran Lango Wedana Festival #3 Dibuka 1 Maret – Segera Amankan Slotmu

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Komunitas Seni Manduka Asrama kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Bali dengan menggelar Lango Wedana Festival #3. Ajang bergengsi ini akan menjadi panggung bagi para penari muda dan seniman topeng se-Bali untuk menunjukkan bakat dan taksu mereka. Festival tahun ini menghadirkan tiga kategori lomba utama yang menargetkan berbagai kelompok usia, mulai dari […]

  • Ratusan Warga Ditanggung BPJS ketenagakerjaan, Kontribusi hingga Rp 600 Juta per Tahun, LPD Desa Adat Batuan Perkuat Perlindungan Sosial

    Ratusan Warga Ditanggung BPJS ketenagakerjaan, Kontribusi hingga Rp 600 Juta per Tahun, LPD Desa Adat Batuan Perkuat Perlindungan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Pemucuk LPD Desa Adat Batuan, I Wayan Patra, mengungkap kiprah nyata lembaga keuangan adat ini dalam memberikan perlindungan sosial dan kontribusi langsung bagi masyarakat. Melalui berbagai program strategis, LPD Batuan kini tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga pilar kesejahteraan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat desa. Awal Program: Perlindungan untuk Para Pemangku […]

expand_less