Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mulai 1 April, Sampah Organik Dilarang Masuk TPA Suwung: Bali Percepat Revolusi Pengelolaan dari Sumber

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Pemerintah Provinsi Bali bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Mulai 1 April 2026, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung hanya akan menerima sampah anorganik atau residu. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, yang menegaskan bahwa sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional menghentikan praktik open dumping sekaligus mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Fokusnya jelas: pengurangan sampah dimulai dari rumah tangga dan kawasan, bukan lagi bertumpu pada TPA.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas dominasi sampah organik di Bali yang mencapai sekitar 65 persen dari total timbulan.

“Selama ini sampah organik mendominasi timbulan di TPA. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gas metana yang mudah terbakar, bau tidak sedap, hingga pencemaran lingkungan akibat lindi,” ujarnya.

Menurut Arbani, jika tidak segera ditangani dari hulu, sampah organik tidak hanya mempercepat penuhnya TPA, tetapi juga meningkatkan risiko lingkungan dan kesehatan.

Dorong Pengolahan dari Rumah

Melalui kebijakan ini, masyarakat didorong untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Sisa makanan, limbah dapur, daun, hingga sampah upakara kini diharapkan dapat diolah langsung menggunakan metode sederhana seperti komposter atau teba modern.

Langkah ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi kompos yang bernilai guna. Selain menyuburkan tanah, kompos juga mampu meningkatkan daya serap air dan mendukung pertumbuhan tanaman.

“Ini bukan sekadar pengurangan sampah, tetapi juga bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan zero waste di tingkat masyarakat,” tambah Arbani.

Daerah Mulai Bergerak

Sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Bali telah menunjukkan kesiapan menghadapi kebijakan ini.

Di Kabupaten Badung, misalnya, telah dibangun 42 unit TPS3R dengan kapasitas pengolahan mencapai 52,2 ton per hari. Selain itu, ratusan ribu sarana pengolahan seperti bag komposter, tong komposter, dan teba modern telah disalurkan ke masyarakat.

Sementara di Denpasar, penguatan pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan dilakukan melalui 23 unit TPS3R dengan kapasitas mencapai 72,83 ton per hari. Ribuan sarana pengolahan juga telah didistribusikan, termasuk komposter dan tabung pengolahan.

Langkah-langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mengurangi beban TPA secara bertahap.

Pemerintah Pastikan Tidak Membebani Warga

Meski menuntut perubahan pola pengelolaan sampah, pemerintah memastikan kebijakan ini tidak akan memberatkan masyarakat. Berbagai dukungan telah disiapkan, mulai dari penyediaan sarana, penguatan TPS3R dan TPST, hingga pendampingan di tingkat desa dan banjar.

Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, fasilitas pengolahan komunal menjadi solusi yang disiapkan pemerintah daerah.

“Kami lakukan secara bertahap dengan pembinaan yang berkelanjutan. Ini adalah upaya bersama, bukan beban sepihak,” tegas Arbani.

Transformasi Menuju Bali Bersih

Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah di Bali. TPA tidak lagi menjadi pusat penampungan utama, melainkan titik akhir untuk residu yang tidak dapat diolah.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sebelumnya menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mengurangi tekanan terhadap TPA Suwung.

“Mulai April, yang boleh masuk ke Suwung hanya sampah anorganik. Sampah organik harus selesai di hulu,” ujarnya dalam kunjungan di Kabupaten Badung awal Maret lalu.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Bali kini bergerak menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, bersih, dan berkelanjutan.

“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Memilah dan mengolah sampah dari sumber adalah kunci menjaga Bali tetap bersih dan sehat,” pungkas Arbani. (Rls)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Kuningan Tinjau Langsung Daerah yang Terkena Bencana Banjir

    Wabup Kuningan Tinjau Langsung Daerah yang Terkena Bencana Banjir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.kn, didampingi oleh Kalak BPBD, Ka.Disperkimtan, melakukan kunjungan ke Desa Cimahi Kec. Cimahi Kabupaten Kuningan pada Selasa (25/02/2025) dalam rangka meninjau daerah terkena dampak bencana banjir tepatnya di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cimahi. Banjir terjadi pada Hari Senin, 24 Februari 2025 Pukul 15.00 WIB. […]

  • KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau Gelar Seminar Lingkungan, Dorong Sinergi Industri dan Permukiman Sehat

    KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau Gelar Seminar Lingkungan, Dorong Sinergi Industri dan Permukiman Sehat

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 20
    • 0Komentar

      DUMAI.Matakompas.com– Mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang sehat di tengah perkembangan kawasan industri menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan di Kota Dumai. Melalui kolaborasi insan pers dan pegiat lingkungan, Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau menggelar Seminar Lingkungan bertema “Mewujudkan Lingkungan Permukiman yang Sehat di Sekitar Kawasan Industri”, Kamis […]

  • Fraksi Gerindra-PSI Bali Desak Perlindungan Adat dan Lingkungan dalam Pembahasan Tiga Raperda

    Fraksi Gerindra-PSI Bali Desak Perlindungan Adat dan Lingkungan dalam Pembahasan Tiga Raperda

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali menyampaikan pandangan umum terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026. Pandangan Umum yang dibacakan oleh I Ketut Mandia, SE., ini mendapat penekanan strategis dari Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H., yang menyoroti isu-isu penting […]

  • Sambut Bulan Suci Ramadhan, Lapas Sukamiskin Gelar Pengajian Guna Tingkatkan Keimanan Pegawai dan Warga Binaan

    Sambut Bulan Suci Ramadhan, Lapas Sukamiskin Gelar Pengajian Guna Tingkatkan Keimanan Pegawai dan Warga Binaan

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Bandung, jarrakpos.com | Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1436 H Lapas Sukamiskin gelar Pengajian Tahrib Ramadhan di Mesjid Al-Mushlih pada Kamis (27/02/2025). Kegiatan ini digelar guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan menjelang bulan ramadhan, sekaligus moment untuk berintropeksi dan bermuhasabah terhadap amal ibadah kita selama ini dan saat bulan ramdhan nanti. Kegiatan Tahrib ini merupakan […]

  • Buka Rapat Kerja LPTQ 2025, Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit

    Buka Rapat Kerja LPTQ 2025, Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Cirebon 2025 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/1/2025). Wahyu mengapresiasi capaian kinerja LPTQ Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi. Ia mengatakan, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Jawa Barat 2024, berhasil tembus 10 […]

  • Cirebon Catat Sejarah: PLTB Pertama di Pulau Jawa Siap Dibangun, Sedong Jadi Pusat Energi Hijau Baru

    Cirebon Catat Sejarah: PLTB Pertama di Pulau Jawa Siap Dibangun, Sedong Jadi Pusat Energi Hijau Baru

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Angin segar perubahan kini berembus dari timur. Kabupaten Cirebon akan mencetak sejarah sebagai lokasi berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Pulau Jawa. Proyek ambisius ini bukan hanya menandai langkah besar Jawa Barat dalam transisi menuju energi bersih, tetapi juga mempertegas posisi Cirebon sebagai pionir energi terbarukan di tengah padatnya populasi […]

expand_less