Guruh Soekarnoputra Wafat, Wayan Koster Instruksikan Seluruh Struktur PDIP Bali Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- account_circle admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra telah berpulang pada Sabtu, 26 September 2026.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan, termasuk jajaran partai di Provinsi Bali.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Guruh Soekarnoputra kepada partai, bangsa, dan negara, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster menginstruksikan seluruh jajaran partai di Bali untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang.
Instruksi tersebut disampaikan Koster kepada Ketua dan Sekretaris DPC, PAC, ranting partai, serta seluruh kader PDI Perjuangan se-Bali.
Dalam pesannya, Koster menyampaikan bahwa pimpinan dan tokoh PDI Perjuangan, Mas Guruh Soekarnoputra, telah meninggal dunia.
“Pertama, menyampaikan bahwa pimpinan dan tokoh PDI Perjuangan yaitu Mas Guruh Soekarnoputra telah meninggal,” demikian pesan Wayan Koster.
Selanjutnya, Koster mengajak seluruh jajaran dan kader PDI Perjuangan di Bali untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Marilah kita mendoakan agar arwah beliau diberi tempat terbaik di sisi-Nya sesuai dharma baktinya kepada partai, bangsa, dan negara,” pesan Koster.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan jasa almarhum, Koster juga menginstruksikan seluruh struktur partai di Bali untuk menaikkan atau mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang.
“Menginstruksikan agar menaikkan/mengibarkan bendera partai setengah tiang sebagai penghormatan atas pengabdian dan jasanya kepada partai, bangsa dan negara,” tegasnya.
Koster meminta seluruh jajaran partai melaksanakan instruksi tersebut dengan disiplin dan penuh rasa tanggung jawab.
“Demikian agar dilaksanakan dengan disiplin dan penuh rasa tanggungjawab. Merdeka!!!,” tutup Koster.
Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Fatmawati. Selain kiprahnya di dunia politik, Guruh juga dikenal luas sebagai seniman, musisi, pencipta lagu, penari, koreografer, serta tokoh yang memiliki kontribusi dalam perkembangan seni dan budaya Indonesia.
Sebelum kabar wafatnya, Guruh sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Kabar mengenai kondisi kritisnya sebelumnya dikonfirmasi sejumlah elite PDI Perjuangan yang meminta masyarakat mendoakan kesembuhannya.
Kini, instruksi Wayan Koster menjadi bentuk penghormatan jajaran PDI Perjuangan Bali kepada sosok yang disebutnya sebagai pimpinan dan tokoh partai, sekaligus bagian dari penghormatan atas pengabdian Guruh Soekarnoputra kepada partai, bangsa, dan negara.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar