Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sri Yogi Lestari Ungkap Hambatan Perempuan Masuk Politik: Patriarki hingga Dominasi Makro Isu

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Aktivis Politik Ni Made Sri Yogi Lestari menilai Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kewajiban kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif belum cukup menjawab persoalan mendasar keterlibatan perempuan di dunia politik.

Menurut Sri Yogi Lestari, partai politik seharusnya membuka ruang lebih besar sejak tahap awal rekrutmen calon legislatif (caleg).

Ia menilai kuota 30 persen tidak akan tercapai jika jumlah perempuan yang didaftarkan sejak awal juga minim.

“Harusnya khan dari awal pembukaan pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) harus lebih dari 30 persen dong. Nah, sekarang 30 persen itu dari pendaftaran saja biasanya,” kata Aktivis Politik, Ni Made Sri Yogi Lestari, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Kamis, 28 Mei 2026.

Sri Yogi Lestari mencontohkan pengalaman saat maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) di Bali. Saat itu, jumlah perempuan yang maju disebut masih sangat sedikit dibanding laki-laki.

“Katakan kemarin titiang maju di Bali untuk DPR RI dari Fraksi Partai PAN yang perempuan itu paling cuma 2 orang dari 9 orang. Bagaimana mau jadi kuota 30 persen keterwakilan perempuan,” kata Sri Yogi Lestari.

Sri Yogi Lestari menilai persoalan keterwakilan perempuan tidak hanya berada di hilir, melainkan sejak tahap seleksi awal di internal partai.

Menurutnya, aturan teknis terkait proses rekrutmen perempuan belum diatur secara jelas.

“Itu khan belum ada aturan disitu. Jadi, kebijakan untuk seleksi masuknya itu belum diatur semestinya lebih dari 30 persen,” kata Sri Yogi Lestari.

Politik Masih Didominasi Laki-Laki

Sri Yogi Lestari juga menyoroti kuatnya budaya patriarki dalam dunia politik. Ia menilai masyarakat masih menganggap laki-laki lebih memiliki kekuasaan, kompetensi dan jejaring dibanding perempuan.

Menurutnya, banyak perempuan yang berhasil masuk politik karena memiliki latar belakang keluarga politik atau jaringan kekuasaan sebelumnya.

“Jadi, si perempuan ini hanya ikut jalur yang sudah dibikin, jarang ada kayak Mbk Ni Luh Djelantik misalnya kita sebut saja yang sudah jadi, yang babat hutan sendiri dan bikin jalur buat jalurnya sendiri hingga duduk di politik praktis,” ujarnya.

Sri Yogi Lestari mengaku dirinya termasuk perempuan yang membangun jalur politik secara mandiri tanpa berasal dari keluarga politisi.

“Itu saja sudah langka, sedangkan posisi laki-laki khan terbiasa untuk membuat jalurnya sendiri untuk bisa masuk politik praktis. Itu secara psikologis,” paparnya.

Perempuan Dinilai Masih Terjebak Mikro Isu

Dalam pandangannya, perempuan hingga kini masih lebih banyak ditempatkan pada isu-isu mikro seperti pendidikan, kesehatan ibu dan anak. Sementara isu makro seperti ketahanan, keamanan dan aparat penegak hukum masih didominasi laki-laki.

“Kembali lagi ke faktor keluarga. Kalau sudah berada di jalur politik barulah perempuan bisa masuk ke makro isu, contohnya suaminya polisi atau bapaknya pejabat publik dan juga politisi barulah perempuan dalam tanda kutip berani masuk makro isu,” kata Sri Yogi Lestari.

Sri Yogi Lestari juga menyinggung dominasi laki-laki di komisi strategis DPR RI, khususnya yang membidangi pertahanan dan hukum.

“Di DPR RI Dapil Bali hanya satu orang perempuan, yakni Bu Tutik Kusuma Wardhani dari Partai Demokrat Komisi IX terkait tenaga kerja, kesehatan. DPD RI juga cuma satu orang perempuan, Ni Luh Djelantik,” kata Sri Yogi Lestari.

Popularitas Jadi Nilai Tukar Baru Politik

Sri Yogi Lestari menilai perkembangan politik saat ini juga memunculkan “gen baru” dalam politik praktis, yakni popularitas.

Menurutnya, popularitas kini menjadi modal penting bagi seseorang untuk masuk ke dunia politik.

“Hari ini, gen baru itu popularitas. Dulu tidak masuk itu, mana ada pejabat populer dulu. Tidak pernah ada himbauan yang mukanya nongol kok, tapi sekarang semua muka ada dimana-mana sampai rakyat bingung, ini sebenarnya adalah program bantuan pemerintah atau pribadinya dia,” tambahnya.

Sri Yogi Lestari menyebut fenomena tersebut kini tidak hanya terjadi di legislatif, tetapi juga mulai merambah eksekutif.

“Gen baru yang sekarang muncul, itu popularitas sebagai nilai tukar baru dalam politik praktis bukan di legislatif saja, bahkan sudah merambah juga eksekutif sekarang,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Koordinasi Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Gubernur Koster Dorong Sinergi Pusat-Daerah

    Perkuat Koordinasi Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Gubernur Koster Dorong Sinergi Pusat-Daerah

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan urusan hukum, hak asasi manusia (HAM), imigrasi, dan pemasyarakatan. Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), R. Andika Dwi Prasetya, di […]

  • Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Dr Somvir: Momentum Mengenang Sejarah dan Meneguhkan Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Dr Somvir: Momentum Mengenang Sejarah dan Meneguhkan Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara dan nilai pemersatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa politik dan kekerasan pada akhir September 1965 serta gugurnya sejumlah perwira […]

  • Denpom I/5 Medan dan Pomal Belawan Menyisir 16 Lokasi Dugem, Cegah Pelanggaran Prajurit

    Denpom I/5 Medan dan Pomal Belawan Menyisir 16 Lokasi Dugem, Cegah Pelanggaran Prajurit

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    MEDAN – Patroli gabungan personel Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lantamal I Belawan, menyisir 16 lokasi dugem alias Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Medan pada Jumat (18/4) malam hingga Sabtu (19/4) dini hari, dalam rangka mencegah pelanggaran disiplin oleh anggota TNI. Keterangan yang dihimpun wartawan menyebutkan, kegiatan […]

  • Gubernur Banten Andra Soni Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    Gubernur Banten Andra Soni Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Banten – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kehidupan warga Baduy memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Menginspirasi dalam menjaga kelestarian alam dan berpegang teguh pada adat,” katanya usai menyambut kedatangan warga Baduy untuk melakukan Seba Baduy Tahun 2025 di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. K.H. Brigjen Syam’un No. 5 Kota Serang, Sabtu (3/5/2025). Sejak […]

  • Dugaan Korupsi Kredit BRI Sunter, Kejari Jakarta Utara Tetapkan Dua Tersangka

    Dugaan Korupsi Kredit BRI Sunter, Kejari Jakarta Utara Tetapkan Dua Tersangka

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) di salah satu bank milik negara (HIMBARA) yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kedua tersangka berinisial RS, selaku Relationship Manager Small Medium BRI Cabang Sunter periode 2014–2023, dan FMW, selaku […]

  • Beli Satu Laptop, Gratis Satu Laptop Cuma di Injeksi Laptop Kupang, Buruan Stok Terbatas!

    Beli Satu Laptop, Gratis Satu Laptop Cuma di Injeksi Laptop Kupang, Buruan Stok Terbatas!

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.176
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Buat kalian pemburu promo wajib merapat ke toko Injeksi Laptop Kupang. Toko yang dijuluki pasar laptop termurah dan terlengkap di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kembali menghadirkan promo menarik. Kali ini Injeksi Laptop Kupang ada promo menarik yakni beli satu gratis satu atau buy one get one free. Selain promo tersebut, di […]

expand_less