Lima Hari Terombang-ambing di Laut, BALIMAN Berakhir di Puger: Tiga POB Selamat
- account_circle admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Lima hari pencarian terhadap speed boat BALIMAN yang mengalami mati mesin di perairan Manta Point, Nusa Penida, akhirnya berujung kabar baik. Tiga Person on Board (POB) yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di Pantai Puger, Jawa Timur.
Ketiga POB tersebut masing-masing I Nyoman Budiana selaku kapten, serta Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena sebagai anak buah kapal (ABK).
Selama proses pencarian berlangsung, Asosiasi Galangan Samudra Indonesia (AGSI) turut memantau perkembangan operasi dan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat di laut.
Ketua AGSI Alif Fian Nurcahyamto bersama jajaran organisasi mengikuti perkembangan pencarian sejak informasi awal mengenai kondisi BALIMAN diterima.
Alif mengungkapkan, informasi awal mengenai musibah tersebut diterima sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan masyarakat mengenai adanya nelayan yang mengalami kendala di tengah laut akibat mesin kapal mati atau kehabisan bahan bakar.
“Kami ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Basarnas, KSOP, Angkatan Laut Denpasar, dan juga PSDKP atas bantuan dan kerja kerasnya dalam pencarian Pak Man selama lima hari,” ujar Alif.
Menurutnya, keberhasilan menemukan ketiga POB tidak terlepas dari sinergi berbagai unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Mulai dari kepolisian perairan, TNI Angkatan Laut, Syahbandar, KPMP, Basarnas hingga unsur terkait lainnya, seluruhnya bergerak sesuai peran masing-masing dalam upaya menemukan BALIMAN dan ketiga POB.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan sinergitas kepada teman-teman stakeholder yang sudah sangat berjasa, baik Polair, Polairud, Angkatan Laut, Syahbandar, KPMP, Basarnas, dan lainnya,” katanya.
Alif berharap pengalaman dari operasi pencarian BALIMAN dapat semakin memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi keadaan darurat di wilayah perairan.
“Mudah-mudahan ini menjadi suatu sinergi yang lebih baik ke depannya,” harapnya.
Dari Perairan Nusa Penida hingga Pantai Puger
Pencarian BALIMAN menjadi perhatian karena posisi terakhir kapal diketahui berada di kawasan perairan Manta Point, Nusa Penida. Namun, setelah lima hari pencarian, kapal justru ditemukan di wilayah Pantai Puger, Jawa Timur.
Perubahan lokasi tersebut menunjukkan bahwa operasi pencarian di laut menghadapi dinamika yang tidak sederhana. Arah angin, arus laut, kondisi cuaca serta pergerakan kapal dapat memengaruhi lokasi keberadaan objek yang dicari.
Karena itu, informasi dari masyarakat dan nelayan menjadi bagian penting dalam mempersempit wilayah pencarian.
Kabar keberadaan BALIMAN bersama tiga POB kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu malam, 16 September 2026, sekitar pukul 21.06 WITA.
Informasi awal menyebutkan speed boat BALIMAN bersama ketiga POB telah berhasil dievakuasi oleh warga nelayan hingga ke Pantai Puger, Jawa Timur.
Tim SAR Banyuwangi selanjutnya melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut.
Hasil verifikasi memastikan ketiga POB ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
AGSI Lanjut Pantau hingga Puger
Keterlibatan AGSI tidak berhenti setelah informasi mengenai keberadaan BALIMAN diterima.
Sekretaris Umum AGSI Febri Hantari, S.H., melakukan pemantauan lanjutan dengan berkoordinasi dan mengecek kondisi ketiga POB di Pos AL Puger serta berkomunikasi dengan unsur SAR/Basarnas setempat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai keberadaan ketiga POB terverifikasi sekaligus memastikan kondisi mereka setelah berhasil dievakuasi.
Dengan demikian, pemantauan AGSI berlangsung sejak informasi awal mengenai kondisi BALIMAN diterima, mengikuti perkembangan operasi pencarian selama lima hari, hingga memastikan ketiga POB berada dalam kondisi selamat setelah ditemukan di Puger.
Lima Hari yang Berakhir dengan Kabar Baik
Peristiwa BALIMAN menjadi gambaran bahwa keselamatan pelayaran membutuhkan respons cepat, komunikasi yang efektif dan sinergi lintas lembaga.
Kapal yang semula dilaporkan mengalami masalah di perairan Manta Point, Nusa Penida, akhirnya ditemukan jauh dari lokasi awal, yakni di Pantai Puger, Jawa Timur.
Dalam situasi seperti ini, setiap informasi menjadi penting. Laporan masyarakat, keberadaan nelayan, koordinasi unsur SAR, serta dukungan TNI AL, kepolisian perairan, Syahbandar dan berbagai stakeholder menjadi bagian dari rangkaian pencarian.
Bagi AGSI, pemantauan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap keselamatan aktivitas maritim sekaligus bentuk dukungan terhadap sinergi antarpemangku kepentingan dalam penanganan keadaan darurat di laut.
Setelah melalui lima hari pencarian, perjalanan BALIMAN akhirnya berakhir dengan kabar yang melegakan.
I Nyoman Budiana, Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami dari AGSI memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi pencarian selama lima hari tersebut,” tutup Alif.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar