Breaking News
light_mode
Trending Tags

SPBU Bali Mengular, Dewa Rai Sentil Pertamina: Jangan Bilang Aman Jika Faktanya Kacau!

  • account_circle admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR | Gelombang antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H., mendesak Pertamina memberikan klarifikasi secara terbuka dan berdasarkan fakta mengenai kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata.

Dewa Rai menilai, pernyataan bahwa pasokan BBM dalam kondisi aman perlu dibuktikan dengan fakta di lapangan. Sebab, masyarakat justru menghadapi antrean panjang, sejumlah SPBU mengalami kekosongan BBM, bahkan warga terpaksa mencari bahan bakar hingga ke wilayah lain demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa hanya dijawab dengan pernyataan normatif bahwa pasokan BBM aman. Pertamina harus menjelaskan secara transparan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk kendala distribusi, ketersediaan stok, dan langkah konkret untuk memulihkan kondisi.

“Faktanya kita lihat fakta dong. Fakta sebagai pendukung apa yang menjadi cerita mereka. Kalau faktanya tidak sesuai, ya berarti dia yang bohong,” tegas Dewa Rai. Saat dihubungi pada Selasa, 13 Oktober 2026

Dewa Rai politisi asal Buleleng ini mengungkapkan, antrean BBM yang terjadi di Bali tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan terbatas pada satu atau dua SPBU. Keluhan masyarakat menunjukkan bahwa masalah tersebut telah meluas ke berbagai kabupaten dan kota.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, masyarakat rela mencari BBM ke berbagai wilayah demi mendapatkan bahan bakar. Kondisi ini dinilai memperlihatkan adanya persoalan yang perlu segera ditelusuri dalam sistem distribusi dan penanganan pasokan BBM di Bali.

Ia mengakui bahwa distribusi BBM memang memiliki tantangan tersendiri. Pasokan yang masuk ke Bali juga bergantung pada pengiriman dari luar pulau, termasuk Jawa. Gangguan transportasi laut, cuaca buruk, maupun kejadian lain yang menghambat pengiriman dapat memengaruhi kelancaran distribusi.

Namun, menurut Dewa Rai, kondisi tersebut semestinya sudah masuk dalam perhitungan dan perencanaan antisipasi Pertamina.

“BBM kan datang dari pulau lain. Ada Pulau Jawa. Tentu suatu saat ketika ada musibah, baik kapal maupun apa pun itu, kita bisa terdampak juga,” ujar Dewa Rai yang juga sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali.

Karena itu, ia meminta Pertamina tidak hanya menjelaskan kemungkinan penyebab keterlambatan pasokan, tetapi juga membuka informasi mengenai langkah antisipasi yang telah disiapkan untuk menghadapi gangguan distribusi.

Bagi Dewa Rai, persoalan utamanya adalah bagaimana memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan gangguan serupa tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan.

Dewa Rai secara khusus menyoroti tanggung jawab manajemen Pertamina yang menangani wilayah Bali. Menurutnya, ketika persoalan distribusi terjadi secara meluas di satu wilayah, evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi dan efektivitas manajemen regional menjadi hal yang penting.

Ia meminta jajaran Pertamina di Bali memberikan penjelasan yang dapat dipahami masyarakat, terutama mengenai perbedaan antara pernyataan bahwa pasokan aman dan kenyataan yang dihadapi konsumen di lapangan.

“Di Pertamina Bali kan ada jajaran yang menangani wilayah ini. Ya, itu harus bertanggung jawab. Berikan klarifikasi kepada masyarakat agar masyarakat paham yang sebenarnya, karena mereka tidak tahu,” tegasnya.

Ia menilai, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus dibayangi ketidakpastian dan spekulasi mengenai penyebab kelangkaan BBM.

Menurutnya, jika memang terdapat hambatan distribusi, Pertamina harus menjelaskan kendala tersebut secara jujur, sekaligus menyampaikan langkah penyelesaiannya. Sebaliknya, apabila kondisi disebut aman, pernyataan itu harus didukung data yang selaras dengan situasi faktual di lapangan.

Dewa Rai juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak cukup diselesaikan melalui pernyataan bahwa pasokan akan kembali normal dalam waktu dekat. Masyarakat perlu melihat bukti konkret berupa ketersediaan BBM yang kembali memadai dan antrean SPBU yang berangsur terurai.

Lebih jauh, Dewa Rai mengingatkan bahwa dampak kelangkaan BBM di Bali berpotensi merembet ke sektor pariwisata dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Sebagai daerah yang sangat bergantung pada mobilitas wisatawan, pekerja, pelaku usaha, dan distribusi barang, Bali membutuhkan ketersediaan BBM yang stabil.

Antrean panjang di SPBU dapat menghambat perjalanan pekerja menuju tempat kerja, mengganggu jadwal operasional usaha, hingga memengaruhi ketepatan waktu layanan transportasi wisata.

Dewa Rai mencontohkan, pekerja pariwisata yang harus tiba tepat waktu untuk menjalankan tugasnya bisa mengalami kesulitan apabila waktu perjalanan tersita untuk mengantre BBM.

Situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan bagi pelaku usaha transportasi yang harus memenuhi jadwal penjemputan, pengantaran, maupun kebutuhan perjalanan wisatawan.

“Pariwisata bisa ikut terdampak, termasuk para pekerja. Mereka harus berangkat kerja, tetapi di jalan menghadapi antrean BBM. Sementara tamu menuntut pelayanan tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan BBM bukan semata-mata urusan teknis pengisian bahan bakar. Jika tidak segera ditangani, dampaknya dapat mengganggu produktivitas masyarakat dan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Ia pun meminta seluruh pihak terkait melihat persoalan ini sebagai masalah regional yang membutuhkan penanganan serius, terkoordinasi, dan terukur.

Menyikapi persoalan tersebut, Dewa Rai menegaskan bahwa aspirasi masyarakat perlu mendapat perhatian lembaga DPRD Bali. Menurutnya, langkah meminta penjelasan kepada pihak terkait harus diarahkan untuk mengungkap kondisi sebenarnya sekaligus memastikan adanya perbaikan.

Ia membuka kemungkinan agar persoalan ini ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan DPRD Bali sesuai dengan kewenangan dan komisi yang membidangi persoalan tersebut.

Jika penjelasan yang diberikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan tidak disertai langkah perbaikan yang memadai, menurut Dewa Rai, DPRD dapat mempertimbangkan penyampaian persoalan tersebut kepada kementerian terkait melalui mekanisme resmi.

Ia menekankan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan pengelolaan distribusi BBM berjalan dengan baik dan kepentingan masyarakat terlindungi.

“Kalau tidak mau mundur, lembaga bisa mengirim surat ke kementerian. Ini harus dilihat berdasarkan fakta-fakta yang ada,” ujarnya.

Dewa Rai juga menegaskan bahwa pihaknya menginginkan klarifikasi Pertamina yang lugas, terbuka, dan sesuai dengan kondisi aktual, bukan sekadar pernyataan bahwa situasi masih aman.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar mengenai persoalan yang secara langsung memengaruhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari mereka.

Dewa Rai juga mengatakan adanya informasi mengenai koordinasi Gubernur Bali dengan pihak Pertamina untuk mempercepat penanganan persoalan BBM. Ia berharap koordinasi tersebut segera menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

Ia menyebut adanya harapan bahwa kondisi distribusi dan antrean akan berangsur normal dalam satu hingga dua hari setelah koordinasi dilakukan. Namun, menurutnya, perkembangan tersebut perlu dibuktikan melalui kondisi faktual di SPBU.

“Mudah-mudahan besok. Kita buktikan saja besok,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat tidak cukup hanya menerima janji normalisasi. Yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa BBM tersedia, distribusi berjalan lancar, dan antrean panjang tidak lagi menghambat aktivitas warga.

Dewa Rai berharap Pertamina segera menyampaikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pasokan, kendala distribusi, serta langkah konkret yang ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaduh Aturan Penjor, Dr. Somvir Minta PLN Benahi Kabel Semrawut dan Hormati Tradisi Bali

    Gaduh Aturan Penjor, Dr. Somvir Minta PLN Benahi Kabel Semrawut dan Hormati Tradisi Bali

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Polemik terkait himbauan PLN mengenai batas jarak pemasangan penjor saat Hari Raya Galungan terus menuai respons. Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir, angkat bicara dan meminta PLN lebih peka terhadap tradisi masyarakat Bali serta segera membenahi jaringan kabel yang dinilai semrawut. Dr. Somvir menilai pernyataan salah satu pejabat PLN yang mengatur […]

  • DTW Jatiluwih Gencar Tingkatkan Kualitas Staf Melalui Pelatihan Inovasi AI

    DTW Jatiluwih Gencar Tingkatkan Kualitas Staf Melalui Pelatihan Inovasi AI

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Destinasi Pariwisata Warisan Dunia (DTW) Jatiluwih menunjukkan komitmen kuatnya dalam menghadapi era digital dengan menyelenggarakan sebuah pelatihan yang berfokus pada inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi strategis dengan Politeknik Internasional Bali (PIB College Bali), dan dilaksanakan secara intensif di lokasi DTW Jatiluwih pada hari Kamis, 11 Desember […]

  • WNA Australia Ditahan Imigrasi Bali, Overstay Setahun

    WNA Australia Ditahan Imigrasi Bali, Overstay Setahun

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Drama panjang terkait Khetsia Meilany Finly selaku Warga Negara Asing (WNA) asal Australia keturunan Maluku menemui akhir. Setelah sempat menolak meninggalkan villa di Jalan Danau Poso No. 79 B Sanur milik Gabriella Fattori, kini hak sewa telah berpindah kepada A.A. Gede Agung Aryawan, S.T alias Gung De. Khetsia yang sebelumnya memunculkan drama […]

  • Perkuat Konsolidasi Partai, Koster Resmi Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Hingga Tingkat Banjar di Karangasem 

    Perkuat Konsolidasi Partai, Koster Resmi Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Hingga Tingkat Banjar di Karangasem 

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan 2.404 pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Karangasem untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan berlangsung di Mall Pelayanan Publik Karangasem, Rabu (25/3/2026), sebagai bagian dari penguatan konsolidasi partai hingga ke akar rumput. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai, di […]

  • Dispora Bengkulu Bangga, Bripda Viona Sabet Emas di Kejurnas IPSI

    Dispora Bengkulu Bangga, Bripda Viona Sabet Emas di Kejurnas IPSI

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu tak henti-hentinya memberikan apresiasi dan ucapan selamat setinggi-tingginya kepada Bripda Viona Try Lutfiah atas keberhasilannya meraih medali emas di Kejuaraan Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kategori Kelas C Putri yang diselenggarakan di Palembang. Kejurnas IPSI II tahun 2025 yang digelar dari tanggal 20 hingga […]

  • Nyoman Suwirta Soroti Anggaran Pendidikan Bali 2027: Rp1,3 Triliun Harus Tepat Sasaran

    Nyoman Suwirta Soroti Anggaran Pendidikan Bali 2027: Rp1,3 Triliun Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR — Anggaran pendidikan Bali tahun anggaran 2027 yang diajukan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Namun, besarnya angka tersebut tidak serta-merta menjamin seluruh persoalan pendidikan di Pulau Dewata dapat tertangani. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta meminta pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan disusun berdasarkan data kebutuhan riil, bukan semata-mata berdasarkan besaran pagu […]

expand_less