Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nyoman Suwirta Soroti Anggaran Pendidikan Bali 2027: Rp1,3 Triliun Harus Tepat Sasaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Anggaran pendidikan Bali tahun anggaran 2027 yang diajukan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Namun, besarnya angka tersebut tidak serta-merta menjamin seluruh persoalan pendidikan di Pulau Dewata dapat tertangani.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta meminta pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan disusun berdasarkan data kebutuhan riil, bukan semata-mata berdasarkan besaran pagu anggaran yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan Suwirta dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Selasa (8/9/2026), dalam pembahasan program dan anggaran pendidikan untuk tahun 2027.

Menurut Suwirta, alokasi anggaran pendidikan yang telah memenuhi ketentuan minimal 20 persen dari APBD memang penting. Namun, pemenuhan persentase tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan pendidikan telah terakomodasi.

“Rp1,3 triliun itu relatif. Kalau kebutuhan anggarannya misalnya Rp10 triliun, berarti baru 10 persennya yang bisa diakomodir,” tegasnya.

Jangan Sekadar Kumpulkan Proposal

Suwirta meminta Disdikpora Bali membangun basis data kebutuhan pendidikan yang komprehensif. Seluruh kebutuhan sekolah, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia, harus dicatat secara sistematis dan diperbarui secara berkala.

Menurut dia, data tersebut tidak boleh hanya berupa proposal yang menumpuk di meja dinas. Pemerintah harus mengetahui secara jelas sekolah mana yang membutuhkan penanganan, jenis kebutuhannya, lokasi, status penyelesaian, hingga besaran anggaran yang diperlukan.

“Data itu tidak boleh hanya ditumpuk berupa proposal. Harus didata, dimasukkan ke dalam file, sehingga Dinas Pendidikan bisa tahu berapa usulan yang belum ditangani, berapa yang sudah dan berapa rupiahnya,” ujarnya.

Dengan basis data tersebut, penyusunan APBD 2027 diharapkan dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat urgensi, sehingga anggaran tidak hanya habis terserap, tetapi benar-benar menghasilkan pemerataan layanan pendidikan.

Sekolah Pinggiran Jangan Terlewat

Persoalan lain yang mendapat perhatian DPRD adalah masih adanya sekolah di wilayah pinggiran yang membutuhkan dukungan infrastruktur.

Suwirta mengungkapkan, terdapat sekolah yang fasilitasnya masih kurang memadai, bahkan mengalami kerusakan. Ironisnya, sebagian kebutuhan tersebut tidak masuk dalam perencanaan karena pihak sekolah maupun kepala sekolah dinilai pasif dalam menyampaikan usulan.

“Banyak sekolah-sekolah di pinggiran yang infrastrukturnya masih sangat kurang. Ada sekolah yang gurunya atau kepala sekolahnya pasif, tidak berani menyampaikan usulan, akhirnya kekurangan-kekurangan itu tidak terakomodir,” katanya.

Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya menunggu proposal dari sekolah. Dinas Pendidikan perlu aktif melakukan pemetaan dan verifikasi kebutuhan secara langsung.

Bali Masih Kekurangan 990 Guru

Dari sisi sumber daya manusia, DPRD juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik. Berdasarkan pembahasan bersama Disdikpora Bali, masih terdapat sekitar 990 guru yang membutuhkan penanganan.

Kebutuhan tersebut dinilai penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan ruang kelas dan fasilitas sekolah, tetapi juga kualitas kepala sekolah serta tenaga pendidik.

Pemenuhan kebutuhan guru harus menjadi bagian integral dari perencanaan anggaran pendidikan sehingga tidak terjadi ketimpangan antara jumlah peserta didik dan tenaga pengajar.

Angka Putus Sekolah Jangan Hanya Dibaca dari Dapodik

DPRD Bali juga meminta pemerintah lebih cermat membaca persoalan anak putus sekolah.

Suwirta mengingatkan agar data putus sekolah tidak hanya mengacu pada jenjang SMA/SMK atau mereka yang masih tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Persoalan tersebut harus dilihat secara menyeluruh mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK, terlebih Bali tengah menghadapi penerapan wajib belajar 13 tahun yang membutuhkan sinergi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota.

Menurutnya, terdapat potensi anak yang tidak lagi tercatat dalam Dapodik setelah keluar dari sistem pendidikan. Kondisi tersebut membuat angka putus sekolah yang sebenarnya berpotensi tidak terbaca.

“Kalau kita tidak cermat membaca data, apalagi tidak ada data, angka putus sekolah ini akan terbaca ketika mereka masih ada di data Dapodik. Saat mereka sudah keluar, kita tidak akan menemukan,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah membutuhkan sistem pendataan pendidikan yang lebih mandiri, akurat, dan mampu melacak anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan.

Beasiswa hingga Satu Keluarga Satu Sarjana

Dalam pembahasan anggaran 2027, DPRD juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Program beasiswa bagi masyarakat miskin serta Satu Keluarga Satu Sarjana dinilai perlu terus diperkuat agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Bali untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Di sisi lain, DPRD meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan sejumlah sekolah negeri yang mengalami kekurangan peserta didik.

Kondisi tersebut tidak semata-mata harus dipandang sebagai persoalan jumlah murid, tetapi dapat menjadi momentum untuk melakukan inovasi kelembagaan dan menyesuaikan sekolah dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.

Salah satu opsi yang dapat dikaji adalah pengembangan sekolah menjadi SMK atau penerapan konsep SMA Plus dengan orientasi keterampilan dan kompetensi yang lebih relevan.

Anggaran Besar Harus Berbanding Lurus dengan Kebutuhan

Dengan demikian, pembahasan anggaran pendidikan Bali 2027 tidak berhenti pada pertanyaan berapa besar dana yang tersedia, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu menjawab persoalan pendidikan secara nyata.

Bagi DPRD Bali, Rp1,3 triliun harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur, berbasis data, tepat sasaran dan berkeadilan.

Mulai dari sekolah di perkotaan hingga wilayah pinggiran, kebutuhan guru, infrastruktur, anak putus sekolah, beasiswa hingga transformasi sekolah harus masuk dalam satu peta kebutuhan pendidikan Bali.

Suwirta menegaskan, DPRD akan terus mengawal pembahasan anggaran agar kebijakan pendidikan tidak hanya memenuhi angka mandatori dalam APBD, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di Bali.

Sebab, ukuran keberhasilan anggaran pendidikan bukan semata-mata berapa besar uang yang dialokasikan, melainkan seberapa banyak persoalan pendidikan yang benar-benar berhasil diselesaikan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Gelar Juara Ligue 1 Keempat, PSG Menjamu Tim Tamu Liga Primer di Parc des Princes

    Pasca Gelar Juara Ligue 1 Keempat, PSG Menjamu Tim Tamu Liga Primer di Parc des Princes

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com – Vitinha mengisyaratkan niatnya lima menit setelah pertandingan dimulai dengan tendangan jarak jauh yang berhasil diamankan oleh kiper Villa Emi Martinez. Pemain Argentina itu – yang dicemooh dan dicemooh oleh penduduk setempat karena komentarnya yang anti-Perancis setelah Piala Dunia 2022 – juga mampu menahan tendangan jarak jauh dari kapten Achraf Hakimi. Tertekan oleh intensitas […]

  • Kampung Ilmu GibranHolic: Inovasi Unggulan GibranHolic RI Tahun 2026.

    Kampung Ilmu GibranHolic: Inovasi Unggulan GibranHolic RI Tahun 2026.

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 494
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Setelah beberapa team Intelektual GibranHolic RI menemui ketua Umum GibranHolgic RI Prof. IPt Sudiarsa B.A, Ph.D di basecamp (Hotel Grand Hyatt bundaran HI – Jakarta Pusat), GibranHolic RI secara resmi meluncurkan program inovasi andalan tahun 2026 yang bernama Kampung Ilmu GibranHolic, Selasa (14/7/26). Kampung Ilmu GibranHolic ini diawali mulai dari wilayah Jabodetabekjur […]

  • Gubernur Banten Andra Soni Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    Gubernur Banten Andra Soni Sangat Menginspirasi Dalam Menjaga Kelestarian Alam dan Adat

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Banten – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kehidupan warga Baduy memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Menginspirasi dalam menjaga kelestarian alam dan berpegang teguh pada adat,” katanya usai menyambut kedatangan warga Baduy untuk melakukan Seba Baduy Tahun 2025 di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. K.H. Brigjen Syam’un No. 5 Kota Serang, Sabtu (3/5/2025). Sejak […]

  • Buah Simalakama Polda Bali: Kala Kemenangan Praperadilan Berubah Jadi Jerat Hukum

    Buah Simalakama Polda Bali: Kala Kemenangan Praperadilan Berubah Jadi Jerat Hukum

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Putusan hakim praperadilan Pengadilan Negeri Denpasar yang menolak gugatan I Made Daging, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, ternyata bukan akhir perlawanan. Justru di balik vonis yang seolah memenangkan penyidik itu, tersimpan ironi hukum yang kini membelit Polda Bali dalam posisi sulit: maju kena, mundur pun kena. Hakim tunggal I […]

  • Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Made Supartha Tata Ruang, Aset, dan Perizinan di Bali Sudah Brutal dan Ugal-Ugalan

    Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Made Supartha Tata Ruang, Aset, dan Perizinan di Bali Sudah Brutal dan Ugal-Ugalan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kondisi tata ruang, pengelolaan aset daerah, serta sistem perizinan di Bali mendapat sorotan tajam dari Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H M.H., Di hadapan ratusan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali, Supartha bahkan menyebut […]

  • Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memperluas jangkauan pelayanannya dengan membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini didasarkan pada Surat Kementerian PANRB Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 4 November 2025 yang menyetujui pembentukan kantor-kantor baru tersebut. Pembentukan kantor imigrasi baru ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, […]

expand_less