Breaking News
light_mode
Trending Tags

BBM Langka, Dr. Somvir Desak Pertamina dan Pengelola SPBU Bertanggung Jawab: Masyarakat Bali Berhak Dapat Kompensasi!

  • account_circle admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menuai sorotan anggota DPRD Provinsi Bali, dr. Somvir.

Ketua Fraksi NasDem–Demokrat DPRD Bali itu mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait, mulai dari pengelola SPBU, distributor BBM, hingga Pertamina. Ia menilai, persoalan distribusi BBM tidak semestinya hanya dijelaskan dengan alasan keterlambatan pasokan, tetapi harus disertai evaluasi manajemen dan langkah konkret untuk memulihkan kondisi di masyarakat.

Dr. Somvir juga menuntut agar kerugian material maupun dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat Bali mendapat perhatian serius. Menurutnya, kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional hotel, restoran, serta aktivitas para pekerja di berbagai sektor.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kerugian ini? Pemilik SPBU, distributor BBM, sekaligus Pertamina harus dievaluasi. Harus ada tanggung jawab dan sanksi. Tidak bisa setiap persoalan hanya dijawab dengan alasan keterlambatan,” tegas Dr. Somvir saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).

Ia menilai, kondisi yang memicu kepanikan masyarakat di berbagai wilayah Bali tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengelolaan dan distribusi BBM. Menurutnya, profesionalisme manajemen menjadi hal mendasar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dr. Somvir yang juga wakil sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali meminta pihak terkait tidak berhenti pada janji bahwa pasokan akan kembali normal dalam dua atau tiga hari. Baginya, pemulihan distribusi memang mendesak, tetapi pertanggungjawaban atas dampak yang dirasakan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

“Jangan hanya menjanjikan dua atau tiga hari akan normal. Masyarakat sudah mengalami banyak kerugian. Ada yang kesulitan pergi ke sekolah, bekerja, hingga menjalankan usaha. Hotel dan restoran juga bisa terdampak. Lalu, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?” ujar politisi asal Partai Nasdem ini.

Tuntut Kompensasi, Bukan Sekadar Janji

Lebih jauh, Dr. Somvir mendorong adanya kompensasi yang nyata bagi masyarakat Bali atas dampak kelangkaan BBM. Bentuknya, menurut dia, perlu dibahas secara konkret oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), maupun skema kompensasi lain yang sesuai dengan ketentuan.

Ia berpendapat, perusahaan yang selama ini memperoleh keuntungan dari aktivitas usahanya juga harus menunjukkan tanggung jawab ketika persoalan operasional berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Harus ada tanggung jawab moral. Kami meminta ada sanksi dan kompensasi kepada masyarakat, apakah dalam bentuk CSR atau mekanisme lainnya. Jangan sampai persoalan ini selesai hanya dengan pertemuan dan janji-janji,” tegasnya.

Dr. Somvir juga meminta agar Pertamina mengevaluasi manajemen distribusi BBM dan mengambil langkah yang diperlukan terhadap pihak-pihak yang terbukti tidak menjalankan tugas secara optimal.

Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab gangguan pasokan, termasuk apakah terdapat kelemahan dalam perencanaan, pengelolaan stok, maupun distribusi BBM ke SPBU.

Ia turut menyoroti pentingnya memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara profesional. Namun, dugaan mengenai lemahnya manajemen maupun faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap persoalan ini, menurutnya, harus ditelusuri melalui evaluasi yang objektif.

Jangan Biarkan Masyarakat Menanggung Beban

Dr. Somvir menegaskan, masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung sendiri dampak dari gangguan distribusi BBM. Ia meminta pasokan segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi, pelayanan, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Ia juga mendesak pihak manajemen terkait menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bali sebagai bentuk tanggung jawab moral atas situasi yang terjadi.

“Manajemen harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bali. Kalau memang terbukti ada kegagalan dalam pengelolaan, harus ada pertanggungjawaban dan sanksi sesuai ketentuan. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban,” katanya.

Dr. Somvir mengingatkan, penanganan persoalan ini tidak cukup hanya berfokus pada normalisasi pasokan dalam jangka pendek. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan adanya evaluasi menyeluruh agar sistem distribusi BBM lebih andal dan kejadian serupa tidak kembali mengganggu kehidupan masyarakat.

Baginya, yang paling mendesak saat ini adalah memulihkan pasokan, memastikan penyebab persoalan terungkap, serta menghadirkan langkah pertanggungjawaban yang jelas.

“Kami meminta tanggung jawab, evaluasi, sanksi, dan kompensasi bagi masyarakat. Yang terpenting, pasokan segera dipulihkan dan persoalan seperti ini jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Ksatria Keris Bali: Polri Dibawah Presiden Jamin Stabilitas dan Keadilan

    Yayasan Ksatria Keris Bali: Polri Dibawah Presiden Jamin Stabilitas dan Keadilan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Yayasan Ksatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya (Jero Bima) menyatakan dukungan terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung dibawah Presiden Republik Indonesia.  Menurutnya, struktur tersebut justru memperkuat independensi, profesionalisme serta objektivitas Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat. Jero Bima menilai, Presiden sebagai kepala […]

  • Gubernur Bali Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Penguatan Modal BPD Bali Jadi Sorotan

    Gubernur Bali Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Penguatan Modal BPD Bali Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com |  Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Rapat Paripurna ke-23 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin, 19 Januari 2026. Rapat Paripurna tersebut mengagendakan penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Bali terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang Penambahan […]

  • Praperadilan Made Daging Ditolak, Sistem Hukum Disebut Jadi Kabur

    Praperadilan Made Daging Ditolak, Sistem Hukum Disebut Jadi Kabur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Pengadilan Negeri Denpasar menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Made Daging terhadap Polda Bali. Putusan tersebut dibacakan oleh hakim tunggal I Ketut Somanasa SH, MH dalam sidang praperadilan yang digelar Senin, 09 Februari 2026. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali telah […]

  • Hak Pelaporan Made Daging Dipersoalkan, Dirreskrimsus dan Penyidik Polda Bali Diadukan ke Propam

    Hak Pelaporan Made Daging Dipersoalkan, Dirreskrimsus dan Penyidik Polda Bali Diadukan ke Propam

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR | Penanganan perkara yang menjerat mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, I Made Daging, kembali menjadi sorotan. Kali ini, giliran jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali yang dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali atas dugaan menghalangi hak tersangka untuk melaporkan dugaan tindak pidana yang dialaminya. Pengaduan […]

  • Made Supartha Sampaikan Ucapan Natal, Tebarkan Pesan Kasih dan Harmoni untuk Bali dan Indonesia

    Made Supartha Sampaikan Ucapan Natal, Tebarkan Pesan Kasih dan Harmoni untuk Bali dan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com— Di tengah semarak cahaya Natal yang menyinari penghujung tahun, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali I Made Supartha S.H M.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Ucapan tersebut menjadi ungkapan tulus atas makna Natal sebagai peristiwa suci yang menghadirkan harapan, kasih, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia, tanpa […]

  • DPRD Bali Warning Proyek di Kawasan Tebing Suluban, Pelanggaran Tata Ruang Tak Bisa Ditolerir

    DPRD Bali Warning Proyek di Kawasan Tebing Suluban, Pelanggaran Tata Ruang Tak Bisa Ditolerir

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali menyoroti dugaan kerusakan lingkungan di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat, 8 Mei 2026. Sidak Pansus TRAP DPRD Bali menemukan indikasi pengerukan tebing dan pengurukan aliran sungai. Sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pembangunan […]

expand_less