Dewa Rai Ajak Umat Hindu Maknai Hari Raya Pagerwesi 2026, Perkuat Benteng Iman dan Keteguhan Jiwa
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia akan merayakan Hari Raya Pagerwesi pada Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Rabu Kliwon Wuku Sinta. Hari suci ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat keyakinan, meningkatkan kualitas diri, serta membentengi pikiran dan jiwa melalui ilmu pengetahuan suci dan nilai-nilai dharma.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Pagerwesi 2026, I Dewa Nyoman Rai, SH, MH, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Pagerwesi kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Bali.
Menurutnya, Pagerwesi bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya membangun benteng spiritual dalam kehidupan. Setiap umat diharapkan mampu memperkuat iman, menjaga pikiran, serta meneguhkan hati agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif.
Secara etimologi, Pagerwesi berasal dari dua kata, yakni pager yang berarti pagar dan wesi yang berarti besi. Filosofi ini menggambarkan sebuah perlindungan yang kuat dan kokoh terhadap diri manusia, terutama dalam menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan agar senantiasa berada di jalan kebenaran.
Pagerwesi juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan suci merupakan salah satu landasan utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan harus diimbangi dengan kebijaksanaan, keteguhan iman, serta pengamalan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, tantangan kehidupan semakin kompleks. Arus informasi, perubahan sosial, serta berbagai pengaruh negatif membutuhkan ketahanan moral dan spiritual yang kuat. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Pagerwesi dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dewa Nyoman Rai berharap, perayaan Pagerwesi dapat menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk melakukan introspeksi diri, memperdalam pemahaman agama, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan ajaran dharma sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa dan negara.
“Melalui momentum Hari Raya Pagerwesi, mari kita perkuat benteng diri dengan ilmu pengetahuan suci, keteguhan iman, serta pikiran yang baik. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga keharmonisan, kedamaian, dan menjalankan kehidupan berdasarkan nilai-nilai dharma,” demikian pesan yang disampaikan.
Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, Dewa Nyoman Rai juga berharap nilai-nilai spiritual yang diwariskan leluhur Bali tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga tradisi, budaya, serta kearifan lokal Bali terus tumbuh dan menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Pada akhirnya, Pagerwesi mengajarkan bahwa perlindungan paling kuat bukan hanya berasal dari sesuatu yang terlihat secara fisik, melainkan juga dari kokohnya pengetahuan, kejernihan pikiran, ketulusan hati, dan keyakinan terhadap dharma.
Rahajeng Rahina Suci Pagerwesi 2026. Semoga seluruh umat senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, kesehatan, dan keselamatan.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar