Breaking News
light_mode
Trending Tags

25 Tahun Demokrat Bali, Dewa Badra Bongkar Kunci Besarkan Partai: Kenali Sejarah, Matangkan Kedewasaan, dan Perkuat Refleksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR |Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali memperingati Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 secara sederhana di Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Rabu, 9 September 2026

Turut hadir, tokoh sesepuh, deklarator, sekaligus pendiri Partai Demokrat Bali, Dewa Bagus Badra, tokoh-tokoh Partai Demokrat Bali, seperti Putu Suasta, Bagus Astawa Merta, Ngurah Wididana (Pak Oles), Nengah Pringgo, Turah Santika, Made Karda dan seluruh tokoh-tokoh Partai Demokrat Bali yang telah memberikan banyak kontribusi dan kiprah luar biasa Partai Demokrat di Bali.

Hadir pula, Pengurus DPD Partai Demokrat Bali, Ketua PDRI Provinsi Bali, Ketua BMI Provinsi Bali, Ketua KNPD Provinsi Bali, Keluarga Besar PWRI Provinsi Bali, Keluarga Besar Laskar Merah Putih, Forum Peduli Bali Shanti, serta kader dan simpatisan Partai Demokrat se-Bali.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos., diwakili Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Dra. Utami Dwi Suryadi mengucapkan selamat HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus
​HUT ke-77 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Utami Dwi Suryadi juga berharap semoga SBY senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, 25 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak tahun 2001 hingga 2026, Partai Demokrat telah konsisten berjuang demi demokrasi dan berada di garda terdepan dalam membela kepentingan rakyat.

​Mengusung tema “Demokrat Bersama Rakyat Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Menjaga Demokrasi”, di usia seperempat abad ini, Partai Demokrat kembali menegaskan komitmen dasar, bahwa Partai Demokrat lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Kita akan selalu berada ditengah-tengah rakyat, baik dalam suka maupun duka, serta di dalam maupun di luar pemerintahan,” terangnya.

Tak hanya itu, Utami Dwi Suryadi juga memberikan
​apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader yang telah setia berjuang selama 25 tahun ini, serta masyarakat yang terus memberikan kepercayaannya kepada Partai Demokrat.

“Mari kita jadikan momentum ulang tahun ke-25 ini sebagai pendorong konsolidasi untuk berbenah dan kembali memenangkan hati rakyat,” kata Utami Dwi Suryadi.

Lebih lanjut, Utami Dwi Suryadi menyebutkan 9 September 2026, Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Perjalanan panjang ini diwarnai dinamika pasang surut, kemenangan, dan tantangan. Namun, semangat pro-rakyat tidak pernah padam.

Menurutnya, Partai Demokrat harus terus turun ke bawah, mendengarkan aspirasi rakyat, dan memberikan solusi yang nyata.

Utami Dwi Suryadi juga mengingatkan khusus kepada seluruh kader Partai Demokrat di Bali, agar menjadikan HUT ke-25 sebagai lecutan semangat baru untuk menebar kebaikan, bekerja nyata, dan menjaga soliditas sesama kader Partai Demokrat untuk semua.

“​Agar makin bersemangat, mari kita pekikkan yel-yel kebanggaan kita:
​Partai Demokrat! (Jaya! Jaya! Jaya!)
​AHY! (Yes!) ​Selamat Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat. Dirgahayu Partai Demokrat! Teruslah bekerja, mengabdi, dan berjuang bersama rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh sesepuh, deklarator, sekaligus pendiri Partai Demokrat di Bali Dewa Gede Bagus Badra menyatakan ada tiga hal penting, dalam merenungkan bersama terkait ulang tahun, yaitu:

​1. Memperingati Hari Lahir Organisasi
Ulang tahun adalah momen untuk memperingati hari lahirnya suatu organisasi, yang dalam hal ini adalah Partai Demokrat.

​Partai Demokrat digagas pada awal Agustus 2001 oleh dua tokoh utama yang tercatat dalam sejarah partai, yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Bapak Vence Rumangkang.

​Selanjutnya, Partai Demokrat secara resmi didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM pada 9 September 2001, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pendaftaran ini diprakarsai oleh 99 orang pendiri, salah satunya adalah sahabat kita dari Bali, Bapak Drs. I Wayan Sugiana, seorang dosen di Jakarta,” kata Dewa Badra.

​Seiring berjalannya waktu, proses pendaftaran ini menghasilkan mandat dan surat tugas pembentukan pengurus daerah yang diserahkan kepada Ir. Anak Agung Susila Jelantik, M.S. kerabat dari Ajik Sudarsi.

​Pergerakan pembentukan partai dimulai di Provinsi Bali. Bahkan, pihaknya mengetahui tantangan dan kondisi Bali saat itu dalam membentuk sebuah partai politik baru.

Menjelang verifikasi partai politik, Partai Demokrat Bali berhasil membentuk kepengurusan di 7 dari 9 kabupaten/kota yang ada.
​Setelah kepengurusan di 7 daerah tersebut terbentuk, barulah Partai Demokrat Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di salah satu rumah makan di Jalan Ida Bagus Mantra, yang kemudian menunjuk Dewa Badra sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Bali.

“Persyaratan saat itu memang hanya memungkinkan 7 kabupaten/kota. Kisah lengkap perjalanan ini nantinya akan dituangkan dalam buku 25 Tahun Partai Demokrat Provinsi Bali yang dipimpin oleh Pak Sudiartha, Pak Ida Bagus Astawa, serta rekan-rekan lainnya,” kata Dewa Badra.

​Dari tahun ke tahun, Partai Demokrat selalu patuh dan mengikuti setiap aturan yang ditetapkan oleh KPU Pusat maupun KPU Provinsi Bali.

​2. Pertambahan Usia dan Kedewasaan

Ulang tahun juga menandakan adanya pertambahan usia organisasi. Berdiri sejak tahun 2001, perjalanan panjang selama 25 tahun ini merupakan sebuah proses pendewasaan.
​Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, usia 25 tahun adalah usia yang cukup matang untuk memahami konstelasi politik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

​3. Refleksi Diri dan Penegakan Visi-Misi

Hal ketiga yang tidak kalah penting adalah refleksi. Selama 25 tahun ini, Demokrat Bali perlu melihat kembali apa saja yang telah dilakukan, baik konsolidasi ke dalam (internal) maupun konsolidasi ke luar (eksternal).

“​Refleksi terpenting adalah bagaimana visi, misi, dan platform Partai Demokrat dapat diwujudkan secara nasional maupun daerah,” ujarnya.

Menurutnya, platform Partai Demokrat bertumpu pada tiga pilar utama meliputi ​Nasionalis, ​Pluralis dan ​Humanis.​Ketiganya berpadu menjadi pilar Nasionalis-Religius.

​Pada masa awal pembentukan, khususnya pasca-musibah Bom Bali, Dewa Badra mengajak masyarakat, untuk bergabung tidak hanya berpikir tentang meraih kursi di legislatif. Lebih dari itu, mereka ingin mewujudkan tagline partai, yaitu menciptakan masyarakat yang aman, sejahtera, dan demokratis.

“​Kondisi Bali saat itu sangat membutuhkan rasa aman. Dari keamanan, pariwisata dapat pulih kembali, dan dari pariwisata itulah kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Nilai-nilai inilah yang kita tawarkan ke masyarakat sehingga banyak tokoh yang tertarik untuk bergabung,” paparnya.

​Meskipun saat Pilpres dulu syarat pengusungan calon presiden adalah 3% dan secara nasional kita meraih 7,5% (di Bali mencapai sekitar 6%, teman-teman dari partai lain akhirnya dapat bersatu dalam Barisan Partai Demokrat untuk mengusung pasangan SBY dan Jusuf Kalla.

​Oleh karena itu, Dewa Badra berharap pihaknya bersama-sama membesarkan Partai Demokrat agar dapat terus berkontribusi bagi masyarakat sesuai amanah Pembukaan UUD 1945.

​Untuk membesarkan partai ini, ada dua prinsip utama yang selalu dipegang, yaitu hormati setiap orang yang datang dan ingin bergabung. Kemudian, hargai orang-orang yang sudah terlebih dahulu berjuang dan menjadi pengurus partai.

Untuk itu, Dewa Badra berprinsip menerapkan ​prinsip itu seperti saat menyambut bergabungnya Pak Oles, Putu Suasta, Made Karda, Turah Santika, serta tokoh-tokoh lainnya.

“Jika kita mampu merangkai dua prinsip ini, yaitu menghormati yang baru datang dan menghargai yang sudah ada di dalam niscaya Partai Demokrat ke depan akan jauh lebih maju, lebih baik, dan semakin dicintai rakyat. ​Demokrat! Jaya!
Demokrat! Jaya!
Demokrat! Jaya!
AHY! Yes!,” tutupnya.

Reporter: Putu Ivan
Redaktur: Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FLH “UNIKU” Teken MoU dengan Royal Botanica Garden Kew Tentang Penelitian Konservasi Tumbuhan Endemik

    FLH “UNIKU” Teken MoU dengan Royal Botanica Garden Kew Tentang Penelitian Konservasi Tumbuhan Endemik

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Rektor Universitas Kuningan, Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., menandatangani perjanjian kerjasama dengan The Royal Botanica Gardens, KEW, U.K., yang ditanda tangani langsung oleh Deputy Director of Science, Prof. Monique Simmonds. Acara penandatangan ini berlangsung di Ruang Rapat Rektorat lt 2 Kampus I Uniku, pada Senin sore (14/04/2025), dan dihadiri oleh […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Australia, Dicekal 10 Tahun Usai Video Viral di Berawa

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Australia, Dicekal 10 Tahun Usai Video Viral di Berawa

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BADUNG — Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan tegas terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia berinisial B.A., setelah yang bersangkutan sempat menjadi sorotan publik menyusul beredarnya video di media sosial yang diduga memperlihatkan tindakan asusila di kawasan permukiman warga di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. B.A., pria […]

  • Bantu Mahasiswa Kelola Stres, Yayasan Cahaya Cinta Kasih Gelar Bedah Buku Interaktif “SOUL Reflection” di Bandung

    Bantu Mahasiswa Kelola Stres, Yayasan Cahaya Cinta Kasih Gelar Bedah Buku Interaktif “SOUL Reflection” di Bandung

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BANDUNG – Di tengah meningkatnya tekanan akademik dan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda, Yayasan Cahaya Cinta Kasih menggelar kegiatan Buka Lembaran Baru melalui bedah buku interaktif bertajuk “SOUL Reflection” karya Bunda Arsaningsih di Bandung, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk SATU University, yang ingin memperoleh cara baru […]

  • Ketua Umum ABTI Bali I Made Supartha: Bola Tangan Resmi Jadi Cabor Definitif PORJAR Bali 2026, Momentum Cetak Atlet Masa Depan

    Ketua Umum ABTI Bali I Made Supartha: Bola Tangan Resmi Jadi Cabor Definitif PORJAR Bali 2026, Momentum Cetak Atlet Masa Depan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dunia olahraga pelajar di Bali mencatat babak baru yang membanggakan. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga bola tangan resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga definitif dalam Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali 2026. Status tersebut menandai pengakuan terhadap perkembangan pesat bola tangan di Bali sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pembinaan atlet muda berprestasi. […]

  • Judi di Tegalrejo Magelang di Gerebek Polisi, 7 Orang Diamankan

    Judi di Tegalrejo Magelang di Gerebek Polisi, 7 Orang Diamankan

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM –  Tim Resmob Polresta Magelang kembali menunjukkan taringnya! Dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis pada Senin malam (21/4). Aparat berhasil membongkar praktik perjudian di sebuah rumah warga di Dusun Semen, Desa Purwosari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Sebanyak tujuh orang langsung digelandang ke kantor polisi beserta barang bukti yang menguatkan dugaan kuat tindak pidana perjudian. Kapolresta […]

  • DPRD Bali Rancang “Jalan Tengah” Investasi: Investor Wajib Berkontribusi, Desa Adat Tak Lagi Jadi Penonton

    DPRD Bali Rancang “Jalan Tengah” Investasi: Investor Wajib Berkontribusi, Desa Adat Tak Lagi Jadi Penonton

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DENPASAR – DPRD Provinsi Bali tengah menyiapkan sebuah formula baru untuk menjawab persoalan investasi yang bersinggungan dengan tata ruang, perizinan, lingkungan dan kepentingan masyarakat. Bukan semata mengedepankan pembongkaran terhadap bangunan yang bermasalah, legislatif Bali mulai menggodok rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang membuka ruang bagi skema kontribusi investor kepada desa adat, desa dinas, subak hingga masyarakat. […]

expand_less