Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keterlibatan Sekolah dalam MBG, Bisa Atasi Potensi Makanan Basi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com JAKARTA – Salah satu terjadinya banyaknya makanan basi dan bahkan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebabkan oleh jarak dapur yang terlalu jauh dari sekolah.

Hal tersebut menyebabkan makanan tidak sampai tepat waktu dalam kondisi baik, sehingga tidak efektif dalam mencapai tujuan program untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak. Lamanya distribusi makanan yang segar dan berkualitas, berpotensi menurunkan nilai gizi makanan, serta membebani anak-anak penerima program.

Menurut Ketua Badan Gizi Nasional, Dr. Hindayana menyebutkan bahwa Program MBG yang digagas bukan sekadar upaya pemenuhan gizi, melainkan telah menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut menurut Dadan, berdasarkan data BGN hingga pertengahan Agustus 2025, sudah berdiri 5.905 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang melayani sekitar 20,5 juta penerima manfaat.

Pendirian dapur-dapur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pengusaha lokal, organisasi masyarakat, serta lembaga swadaya masyarakat, tanpa menambah beban pada APBN 2025. Investiasi yang terserap dari masyarakat untuk membangun insfrastruktur dapur diperkirakan mencapai Rp.12 triliun.

Di sisi lain, Dadan juga mewanti-wanti dalam menentukan lokasi dapur yang strategis dengan waktu tempuh maksimal 20 – 30 menit atau radius tidak lebih dari 5 – 6 kilometer dari sekolah.

Dalam prakteknya distribusi makanan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga berdampak pada kualitas makanan.

Perlu Ada Solusi Melalui Pola Perubahan Dapur MBG

Melihat kondisi saat ini dimana ada beberapa persoalan yang dialami dalam Program MBG, maka perlu ada solusi pola perubahan dapur MBG. Di samping itu juga perlunya untuk melibatkan warga dan pihak sekolah sebagai penerima manfaat MBG.

Dengan demikian warga sekolah tidak sekadar menjadi obyek tetapi juga seharusnya sebagai subyek dari Program MBG tersebut.

Bahkan menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar skema pendistriusian Makan Bergizi Gratis(MBG) perlu diubah, hal ini untuk mengurangi terjadinya keracunan yang terjadi dan terus berulang.

Charles Honoris juga menegaskan bahwa pengadaan MBG harus melibatkan sekolah dan tidak lagi ada produksi MBG massal di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Teknisnya adalah dengan mengembalikan pengadaan MBG ke sekolah masing-masing,” jelas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, kepada awak media beberapa waktu lalu.

Intinya harus ada solusi dan pola perubahan pada pengelolaan dapur MBG, libatkan warga sekolah untuk terlibat, bukan sekadar obyek penerima manfaat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Wayan Koster Diundang Khusus Hadiri London Climate Action Week 2026, Bali Jadi Sorotan Dunia dalam Aksi Perubahan Iklim

    Gubernur Wayan Koster Diundang Khusus Hadiri London Climate Action Week 2026, Bali Jadi Sorotan Dunia dalam Aksi Perubahan Iklim

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    LONDON – Kepemimpinan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun daerah berbasis pembangunan hijau dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima undangan resmi untuk menghadiri London Climate Action Week 2026, salah satu forum aksi iklim terbesar dan paling bergengsi di dunia yang berlangsung di London, Inggris, pada 20–24 Juni 2026. Undangan […]

  • Dari Tanpa Akta Kelahiran hingga Summa Cumlaude: Perjuangan I Gede Raka Surya Menembus Dunia Advokat

    Dari Tanpa Akta Kelahiran hingga Summa Cumlaude: Perjuangan I Gede Raka Surya Menembus Dunia Advokat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, 23 Mei 2026 — Di balik toga dan predikat summa cumlaude yang diraihnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pemuda Bali bernama I Gede Raka Surya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa lulusan terbaik Universitas Bali Dwipa itu baru resmi memiliki akta kelahiran dan kartu keluarga mandiri pada tahun 2026, setelah bertahun-tahun berjuang mengurus identitas hukumnya […]

  • Cek Lapangan Batam-Medan, Imigrasi Temukan Indikasi Perusahaan Fiktif

    Cek Lapangan Batam-Medan, Imigrasi Temukan Indikasi Perusahaan Fiktif

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Matacompas.com Medan – Petugas Keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia menemukan indikasi kuat dugaan adanya perusahaan fiktif dan pelanggaran dokumen keimigrasian yang melibatkan seorang warga negara (WN) China bernama Lincheng Huang atau LH. Temuan ini terungkap setelah tim Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian melakukan pengecekan lapangan intensif di Kota Medan dan Kota […]

  • Awas Hati – Hati !, Uang Palsu Beredar di Magelang, Polresta Magelang Berhasil Tangkap Pelaku

    Awas Hati – Hati !, Uang Palsu Beredar di Magelang, Polresta Magelang Berhasil Tangkap Pelaku

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM –  Polsek Mertoyudan Polresta Magelang menangkap terduga pemilik uang palsu (upal) di wilayah Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Tersangka ES (41) mengakui upal tersebut diperoleh dari artis Sekar Arum Widara. “Pada Kamis (17/4), dengan bantuan dari Resmob Sat Reskrim Polresta Magelang berhasil mengamankan tersangka di jalan wilayah Tegalrejo, Kabupaten Magelang,” kata Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata […]

  • Pansus TRAP Rekom Tutup BTID, Dr Somvir Sebut Data Tukar Guling ‘Kamuflase’

    Pansus TRAP Rekom Tutup BTID, Dr Somvir Sebut Data Tukar Guling ‘Kamuflase’

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com — Tekanan terhadap PT BTID dalam polemik tukar guling lahan mangrove semakin menguat. Dalam peninjauan lapangan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Rabu (15/4/2026), fakta di lapangan justru memunculkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut […]

  • 30 Tahun Kudatuli, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Made Supartha : Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan Demokrasi Bangsa

    30 Tahun Kudatuli, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Made Supartha : Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan Demokrasi Bangsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Denpasar – Memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang jatuh pada 27 Juli 2026, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. C. I Made Supartha, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Saat dihubungi Minggu (26/7/2026), Supartha menegaskan bahwa tragedi penyerangan Kantor […]

expand_less