Arisan Online Twins_SJ Disorot, Puluhan Korban Rugi hingga Rp10 Miliar
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com — Praktik arisan online yang disertai dugaan investasi bodong kembali memicu keresahan masyarakat. Kali ini, grup WhatsApp bernama Twins_SJ menjadi sorotan setelah puluhan anggotanya mengaku mengalami kerugian dalam jumlah besar.
Arisan tersebut diduga dikelola oleh seorang perempuan berinisial NNS (31), yang dikenal dengan nama Saska J. Ia disebut berasal dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung. Pada awalnya, Saska dikenal sebagai pengelola arisan yang dipercaya oleh para anggotanya.
Dalam praktiknya, Saska menawarkan skema keuntungan cepat dengan nominal menggiurkan, bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Tawaran tersebut berhasil menarik minat banyak peserta untuk bergabung.
Salah satu korban, ND (28), mengaku telah mengikuti arisan tersebut sejak 2024 hingga 2025. Ia menyebut pada tahap awal sistem berjalan lancar dan keuntungan sempat dirasakan.
“Awalnya lancar, saya ikut dari nomor bawah karena ada keuntungan. Lalu pada Oktober 2025 saya ditawari investasi di luar arisan sebesar Rp80 juta, dan bulan berikutnya saya menerima Rp100 juta. Namun setelah itu, saat ingin menarik dana, selalu diulur-ulur,” ungkapnya, Minggu (29/3/2026).
ND mengaku mengalami kerugian hingga Rp300 juta. Ia juga menyebut sempat terjadi perselisihan dengan pengelola sebelum yang bersangkutan keluar dari grup.
Menurutnya, jumlah anggota dalam grup tersebut diperkirakan mencapai sekitar 150 orang, dengan sekitar 85 orang diduga menjadi korban. Total kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp10 miliar. Aktivitas arisan ini tidak hanya berlangsung di Bali, tetapi juga meluas hingga Surabaya.
“Dulu sempat ada yang keluar, tapi saya masih percaya. Sekarang saya sadar kerugian sangat besar. Kami ingin ini dihentikan agar tidak ada korban baru,” tegasnya.
ND juga mengungkapkan bahwa anggota yang mempertanyakan dana mereka diduga kerap mendapat tekanan atau ancaman. Ia berharap ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola.
Dalam praktiknya, pengelolaan dana diduga tidak dilakukan sendiri. Saska disebut dibantu oleh suaminya berinisial WAEW, dengan penggunaan rekening pribadi keduanya untuk menampung dana dari para peserta.
Korban lainnya, S (26), mengaku mengalami kerugian meski dalam jumlah lebih kecil, yakni sekitar Rp4 juta. Ia mengaku tergiur setelah melihat sistem yang awalnya berjalan lancar.
“Saya belum sampai setahun ikut. Awalnya aman, tapi kemudian banyak yang mengaku dirugikan, termasuk keluarga saya. Saat saya ingin menarik dana, ditawarkan potongan 50 persen jika ingin cepat cair. Saya setuju, tapi tetap tidak dibayarkan,” ujarnya.
Para korban kini disebut tengah bersiap menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola arisan Twins_SJ belum memberikan tanggapan.
Upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada pihak yang bersangkutan juga belum mendapat respons. (Ls)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar