Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Ferdinandus Dhosa Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Pemberitaan WartaGlobal Tidak Sesuai Fakta

Ferdinandus Dhosa Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Pemberitaan WartaGlobal Tidak Sesuai Fakta

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NAGEKEO, Matakompas.comc- Ferdinandus Dhosa yang kerap disapa Ferdin akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang dimuat media online WartaGlobal.id yang menuding dirinya melakukan aksi penganiayaan brutal terhadap Kepala Desa Labolewa, Valens Nusa, dan seorang warga bernama Tobias Dega di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (14/03/2026).

Saat dikonfirmasi, Ferdinand menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dinilai sangat berlebihan.

“Saya tidak pernah main hakim sendiri apalagi melakukan penganiayaan seperti yang diberitakan. Berita itu terlalu dilebih-lebihkan dan tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan,” tegas Ferdinand.
Ia juga membantah narasi dalam pemberitaan yang menyebut dirinya memukul hingga menjatuhkan dan menginjak korban di sawah.

“Dalam berita itu disebutkan saya memukul sampai jatuh dan menginjak-injak di sawah. Itu tidak benar sama sekali. Saat kejadian juga ada saksi yang melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ferdinand menjelaskan bahwa dirinya hanya mengambil parang untuk memastikan apakah sapi yang merusak tanaman padinya benar-benar memakan padi atau tidak.

“Saya ambil parang bukan untuk mengancam siapa pun. Saya hanya ingin memastikan apakah di dalam usus sapi itu ada padi atau tidak. Kalau ternyata tidak ada padi, saya siap mengganti sapi milik Om Tobias dua ekor. Tetapi kalau ada padi di dalam ususnya, berarti pemilik sapi harus bertanggung jawab atas kerusakan tanaman saya. Dan saat itu Om Tobias juga mengaku,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari NTTNews.net, peristiwa tersebut berawal dari keresahan Ferdinand karena tanaman padinya di wilayah Pomabala hampir setiap malam dirusak oleh ternak sapi yang berkeliaran.

Untuk mengetahui pemilik ternak tersebut, Ferdinand kemudian membuat perangkap.
Pada Sabtu dini hari (14/03/2026), sapi yang selama ini diduga merusak tanaman padinya akhirnya masuk ke dalam perangkap tersebut.

Ferdinand kemudian mendatangi rumah Tobias Dega dan mengajaknya melihat langsung sapi yang tertangkap serta tanaman padi yang telah dirusak.
Di lokasi, Tobias mengakui bahwa sapi tersebut adalah miliknya. Selain itu, satu ekor sapi lainnya diketahui milik Valens Nusa yang merupakan Kepala Desa Labolewa.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand juga mengingatkan bahwa sebagai kepala desa seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam menertibkan ternak.

“Sebagai kepala desa harus menjadi panutan bagi warga. Apalagi sudah ada Peraturan Daerah tentang penertiban ternak. Tolong regulasi itu dijalankan agar ternak tidak dibiarkan berkeliaran saat musim tanam,” kata Ferdinand.

Ia mengaku sempat merasa kecewa dan emosi karena sapi yang selama ini merusak tanaman padinya ternyata milik seorang pejabat publik.
“Seharusnya pejabat publik memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, Ferdinand menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta ganti rugi atas kerusakan tanaman tersebut. Ia hanya meminta agar dilakukan ritual adat sebagai bentuk permohonan maaf sesuai tradisi setempat.

“Saya hanya minta Om Tobias membawa satu ekor anak ayam dan satu kelapa merah untuk ritual adat Keta Ja. Itu sebagai bentuk permohonan maaf kepada alam dan leluhur karena tanaman padi saya sudah rusak,” jelasnya.

Permintaan tersebut pun disetujui oleh Tobias dan keduanya sepakat melakukan ritual adat bersama di lokasi kejadian.

“Saya pikir masalah kami sudah selesai. Kami sudah saling memaafkan,” kata Ferdinand.
Ferdinand juga menilai pemberitaan yang dimuat WartaGlobal.id tidak berimbang dan cenderung menyudutkan dirinya.

“Sekarang saya yang disalahkan, padahal saya ini korban karena tanaman padi saya dirusak ternak. Saya juga sudah ikhlas,” ujarnya.

Ia berharap media dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak memprovokasi situasi yang sebenarnya telah diselesaikan secara damai.
“Jangan sampai berita hanya memperkeruh keadaan. Padahal di antara kami sudah ada perdamaian,” tegasnya.

Ferdinand juga mengungkapkan bahwa sapi milik Valens Nusa sebelumnya pernah beberapa kali merusak tanaman padi warga lain, bahkan termasuk milik kakak kandung kepala desa tersebut.

“Dulu sapinya sampai mati enam ekor karena diracuni oleh kakaknya sendiri. Tapi saya tidak mau melakukan hal seperti itu. Bukan ternaknya yang salah, tetapi pemiliknya yang harus bertanggung jawab menertibkan ternaknya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti independensi pemberitaan karena wartawan media GlobalWarta.id yang menulis berita tersebut disebut merupakan adik kandung dari Kepala Desa Labolewa.

“Makanya saya menilai berita itu sepihak. Kalau menjalankan profesi sebagai jurnalis seharusnya lebih profesional dan berpegang pada fakta di lapangan,” katanya.

Ferdinand berharap setiap jurnalis dapat menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dengan melakukan verifikasi informasi dan menyajikan pemberitaan secara berimbang.

“Profesionalisme seorang jurnalis bergantung pada kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, yakni mencari dan menyampaikan berita secara jujur dan berimbang,” pungkasnya. (Rl)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BULOG Kancab Lebak Dua Kali Capai Target Pengadaan, Stok Beras Aman

    BULOG Kancab Lebak Dua Kali Capai Target Pengadaan, Stok Beras Aman

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Pemimpin Cabang Perum BULOG Kantor Cabang Lebak Agung Trisakti menyatakan bahwa realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri di wilayahnya telah dua kali mencapai target 100 presen yakni pada akhir bulan April dan pertengahan bulan Mei. Kata Agung, Meskipun telah mencapai target, BULOG Kancab Lebak tetap terus melakukan penyerapan gabah dan beras. Hal […]

  • Rutan Dumai Gelar Baksos, Donor Darah dan Pengobatan Gratis Semarakan Hut Imipas

    Rutan Dumai Gelar Baksos, Donor Darah dan Pengobatan Gratis Semarakan Hut Imipas

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 3
    • 0Komentar

      Matakompas. Com Dumai — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Dumai menggelar kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, Jumat (14/11). Kegiatan yang berlangsung di Kanim Dumai ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Pemasyarakatan dan Imigrasi terhadap masyarakat. Kegiatan […]

  • 55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pagi ini sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah di Magelang belum masuk mengikuti retret di Akmil. Pihak panitia masih menunggu kehadirannya. “(Kepala daerah lain belum bergabung) Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk yang belum bergabung,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Magelang, Minggu (23/2/2025) […]

  • Bengkulu Siap Berlaga di Kejurnas Bola Tangan 2025 di Riau, Kadispora Optimis Raih Prestasi

    Bengkulu Siap Berlaga di Kejurnas Bola Tangan 2025 di Riau, Kadispora Optimis Raih Prestasi

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 839
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com  – Provinsi Bengkulu dipastikan aKejuaraan Nasional (Kejurnas) Handball yang akan digelar di Riau pada 19-24 April 2025 . Keikutsertaan ini menjadi kesempatan penting bagi para atlet handball Bengkulu untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan terbaik di kancah nasional. Ketua umum ABTI Bengkulu, Bogy Restu Ilahi M.pd mengatakan saat ini para Atlet Abti sedang menjalani […]

  • Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Kosan, Mobil Dan Motor di Abiansemal

    Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Kosan, Mobil Dan Motor di Abiansemal

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Intensitas hujan yang masih tinggi yang disertai kencang masih mewarnai cuaca hingga saat ini sehingga bencana banjir dan pohon tumbang masih saja menjadi ancaman. Kejadian terkini, sebuah pohon terap (taep) besar tumbang menimpa rumah kost,satu unit mobil dan satu unit sepeda motor di Banjar Pande,Desa Abiansemal,Badung, Jumat dini hari (27/2/2026). Menurut informasi […]

  • Hari Pertama IBTK 2026 di Besakih Lancar, Pengelola Antisipasi Kebersihan

    Hari Pertama IBTK 2026 di Besakih Lancar, Pengelola Antisipasi Kebersihan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com – Pelaksanaan hari pertama sekaligus puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih berlangsung lancar dan khidmat pada Kamis (2/4/2026). Ribuan pemedek dari berbagai daerah memadati kawasan suci tersebut untuk mengikuti rangkaian persembahyangan. Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengatakan bahwa secara umum pelaksanaan hari pertama […]

expand_less