Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Angkat Harmoni Alam dan Tradisi untuk Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) di kawasan Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan. Mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition”, festival tahun ini menegaskan komitmen menjaga keharmonisan antara alam, budaya, dan masyarakat sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Ketua Panitia Jatiluwih Festival VII yang juga Manajer DTW Jatiluwih, John K. Purna, mengatakan tema tersebut memiliki makna mendalam, yakni bagaimana pembangunan pariwisata tetap selaras dengan kelestarian alam dan berakar kuat pada tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, Jatiluwih tidak hanya dikenal karena panorama sawah teraseringnya yang mendunia, tetapi juga sebagai kawasan yang mempertahankan sistem Subak, warisan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Jatiluwih Festival telah menjadi agenda penting dalam upaya pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus promosi pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya Jatiluwih Festival masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Menurut John, pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen seluruh masyarakat Jatiluwih dalam menjaga filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Jatiluwih Festival tahun ini dapat menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara,” katanya.

Ia menambahkan, pengakuan yang diraih Jatiluwih selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, pengelola Subak, pemerintah daerah, pelaku pariwisata hingga berbagai pemangku kepentingan.

Selain menyandang status Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2012, Jatiluwih juga dinobatkan sebagai Best Tourism Village by UN Tourism pada 2024, masuk Top 100 Green Destination pada 2025, dan pada tahun 2026 kembali memperoleh penghargaan internasional sebagai Leading UNESCO Culture Landscape Tourism Destination dalam ajang Asian Tourism and Hospitality Awards di Kuala Lumpur.

John juga mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Run oleh ASITA Bali yang digelar untuk menyambut 100 Tahun Pariwisata Bali.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga, pelestarian lingkungan, pertanian, dan pariwisata dapat berjalan beriringan.

Ia menegaskan, keberhasilan pariwisata Jatiluwih tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani yang setiap hari menjaga sawah, Subak, dan tradisi pertanian Bali.

“Keberhasilan pariwisata Jatiluwih harus memberikan manfaat nyata bagi para petani sebagai penjaga utama warisan budaya pertanian Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Jatiluwih yang selama tujuh tahun konsisten menyelenggarakan festival sebagai media promosi budaya, pertanian, kuliner, UMKM, hingga kesenian lokal.

Menurutnya, angka tujuh memiliki filosofi tersendiri sebagai simbol tujuan dan keberhasilan sehingga penyelenggaraan Festival Jatiluwih ke-7 menjadi momentum penting bagi kemajuan kawasan tersebut.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang promosi budaya, kuliner tradisional, UMKM, pertanian, dan seluruh potensi lokal yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Sanjaya.

Ia menegaskan, Jatiluwih bukan hanya hamparan sawah terasering yang indah, melainkan representasi peradaban agraris Bali yang diwariskan melalui sistem Subak berdasarkan filosofi Tri Hita Karana.

Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya kembali menjelaskan pentingnya sistem Subak sebagai tata kelola pengairan tradisional Bali yang menjadi salah satu alasan UNESCO menetapkan Lanskap Budaya Provinsi Bali sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012.

Menurutnya, keunggulan Subak tidak hanya terletak pada sawahnya, tetapi pada sistem distribusi air yang mampu mengatur pengairan secara adil dari hulu hingga hilir.

“Kalau sawah, hampir semua daerah punya. Tetapi sistem tata kelola air seperti Subak inilah yang menjadi keunggulan Bali dan diakui dunia,” katanya.

Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan merupakan daerah agraris yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa melalui konsep Nyegara Gunung, yakni perpaduan wilayah pegunungan, danau, sungai, hingga laut yang menciptakan kesuburan tanah.

Kesuburan tersebut, menurutnya, menjadi warisan leluhur yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan sektor pariwisata juga membawa tantangan berupa ancaman alih fungsi lahan pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dengan pelestarian kawasan pertanian.

Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah penyelenggaraan festival yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Menurut Sanjaya, manfaat festival tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku UMKM, seniman, sanggar tari, pengrajin, pelaku kuliner, hingga usaha jasa lainnya.

“Festival seperti ini menggerakkan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Seniman mendapat ruang berkarya, UMKM berkembang, produk pertanian memiliki nilai tambah, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Tabanan tetap berkomitmen mempertahankan identitasnya sebagai lumbung pangan Bali.

“Pertanian adalah fondasi utama Kabupaten Tabanan, sedangkan pariwisata merupakan bonus yang harus dikelola dengan tetap menjaga keberlanjutan alam dan budaya,” tegasnya.

Sanjaya juga menyoroti pentingnya penataan kawasan Jatiluwih agar tetap mempertahankan panorama alamnya. Ia menilai pembangunan fasilitas pendukung harus dilakukan secara bijaksana tanpa mengganggu keaslian lanskap sawah yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah penyediaan area parkir yang memadai tanpa merusak panorama Jatiluwih.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan karakter arsitektur tradisional Bali dalam setiap pembangunan fasilitas wisata sehingga tetap selaras dengan status Jatiluwih sebagai kawasan warisan budaya dunia.

Mengakhiri sambutannya, Sanjaya secara resmi membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Jatiluwih Festival Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan tuntunan kepada kita semua dalam menjaga warisan budaya, alam, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Telusuri Uang Rp 800- 1 Miliyar untuk Suap Kepengurusan Anggota DPR

    KPK Telusuri Uang Rp 800- 1 Miliyar untuk Suap Kepengurusan Anggota DPR

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – KPK menilai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggota DPR RI 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Harun Masiku, tidak memiliki kemampuan untuk menyuap Berdasarkan hal tersebut, penyidik KPK menelusuri sumber uang yang dipakai Harun Masiku untuk melakukan suap dalam perkara tersebut selain dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sabtu,(12/4/2025). “Kalau tidak salah […]

  • Warisan Dunia Ini Jangan Sampai Dicabut UNESCO, Drs. I Made Urip Dukung Pansus TRAP Tertibkan Pelanggaran di Jatiluwih

    Warisan Dunia Ini Jangan Sampai Dicabut UNESCO, Drs. I Made Urip Dukung Pansus TRAP Tertibkan Pelanggaran di Jatiluwih

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Tokoh senior Bali sekaligus mantan Anggota DPR RI lima (5) periode, Drs. I Made Urip, M.Si., dan kini menjabat Anggota Pokja Percepatan Pembangunan Pemerintah Prov Bali, bidang Pertanian menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali dalam menertibkan berbagai pelanggaran pembangunan yang terjadi di kawasan […]

  • Musprov PBVSI Sumut: Jadi Calon Tunggal, Wiko Pertajam Pembinaan Usia Muda

    Musprov PBVSI Sumut: Jadi Calon Tunggal, Wiko Pertajam Pembinaan Usia Muda

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.665
    • 0Komentar

    Medan – Wiko Lovino Siregar menjadi satu satunya yang mendaftar untuk menjadi ketua umum Pengprov PBVSI Sumut periode 2025-2029 pada Musyawarah Provinsi atau Musprov di Medan, 7-8 Pebruari 2025 Wiko yang tercatat sebagai Ketua Pengprov PBVSI Sumut 2021-2025 yang sudah mendapat dukungan dari 26 voter dari 33 voter yang berhak ikut Musprov tersebut. Wiko menekankan […]

  • POCADI: Pojok Baca Digital ada di Terminal Tipe A Tidar Magelang Hari ini di Buka oleh Walikota Magelang

    POCADI: Pojok Baca Digital ada di Terminal Tipe A Tidar Magelang Hari ini di Buka oleh Walikota Magelang

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pojok Baca Digital (POCADI) adalah layanan perpustakaan yang menyediakan koleksi buku digital (e-book) dan buku cetak, serta akses internet gratis. POCADI dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah atau Kementerian Lembaga. Hari ini telah di buka di Terminal Tipe A Tidar Magelang oleh Walikota Magelang bapak Azis beserta jajaran dan didamping […]

  • Gubernur Koster Ajak Imigrasi Konsisten Jalankan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

    Gubernur Koster Ajak Imigrasi Konsisten Jalankan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peran strategis Imigrasi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan Bali, khususnya dalam pengawasan aktivitas warga negara asing (WNA).  Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster, saat menerima Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali yang baru dilantik, Felucia Sengky Ratna, di Kantor Gubernur Bali, Rabu (Buda Paing, Uye) 4 […]

  • Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) memastikan pelaksanaan Puncak Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Melaspas Pelawatan, Mendem Pedagingan Miwah Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Jalan Waribang, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, berjalan aman, tertib dan lancar, Selasa (11/8/2026). Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., […]

expand_less