Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai, termasuk usulan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu.

Rekomendasi strategis tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk ditindaklanjuti sebagai kebijakan eksekutif.

Ketua Pansus TRAP, Dr (c) I Made Supartha SH MH, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kegelisahan atas meningkatnya tekanan pembangunan yang tidak terkendali, sekaligus kebutuhan menghadirkan regulasi yang lebih adaptif tanpa mengorbankan nilai-nilai kearifan lokal Bali.

“Penataan ruang Bali tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan normatif yang kaku. Kita butuh kebijakan yang adaptif, tetapi tetap berpijak pada nilai budaya, lingkungan, dan keseimbangan ruang,” tegasnya.

Tekanan Ruang dan Kebutuhan Adaptasi

Pansus TRAP mencermati bahwa dalam beberapa tahun terakhir, intensifikasi pemanfaatan ruang di Bali meningkat signifikan, terutama di kawasan pariwisata. Keterbatasan lahan darat, lonjakan investasi, serta kebutuhan akomodasi wisata mendorong tekanan serius terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Dalam konteks tersebut, pembangunan vertikal dinilai menjadi salah satu alternatif rasional untuk mengurangi ekspansi horizontal yang berpotensi menggerus lahan produktif dan ruang terbuka hijau.

Namun demikian, pendekatan ini berbenturan dengan konstruksi normatif yang selama ini menjadi identitas Bali, yakni pembatasan ketinggian bangunan sekitar 15 meter atau setinggi pohon kelapa, sebagai simbol harmoni kosmologis dan lanskap budaya.

Zonasi Ketinggian Berbasis Nilai

Sebagai solusi, Pansus TRAP mengusulkan model “Zonasi Ketinggian Khusus (Diferensial) Berbasis Nilai.”

Melalui skema ini, bangunan dengan ketinggian hingga 45 meter dimungkinkan, namun hanya pada kawasan tertentu yang telah ditetapkan secara khusus, seperti Nusa Dua, Kuta Selatan, Sanur, serta sejumlah wilayah pesisir di Tabanan dan Gianyar.

I Made Supartha menegaskan, kebijakan ini bukan bentuk liberalisasi pembangunan vertikal, melainkan strategi pengendalian yang lebih presisi.

“Ini bukan membuka ruang eksploitasi. Justru ini adalah cara mengatur secara lebih terukur, agar tidak terjadi penyelundupan izin dan pelanggaran tata ruang di kawasan lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip dasar tetap dijaga, terutama perlindungan kawasan suci, lanskap budaya, serta filosofi lokal seperti Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia, alam, dan spiritualitas.

Lindungi Kawasan Suci dan Identitas Bali

Pansus TRAP menekankan bahwa relaksasi ketinggian bangunan hanya dapat diterapkan dengan syarat ketat, termasuk memperhatikan radius kesucian pura dan kawasan sakral.

Bangunan tinggi dinilai berpotensi mengganggu harmoni visual dan struktur kosmologis Bali jika tidak diatur secara hati-hati.

Dalam perspektif budaya Bali, ruang vertikal memiliki makna sakral. Konsep Tri Angga dan Rwa Bhineda menempatkan ruang atas sebagai domain spiritual, sehingga dominasi bangunan tinggi tanpa kontrol dapat merusak tatanan simbolik tersebut.

“Bali dikenal dunia dengan lanskap low-rise. Ini bukan sekadar estetika, tapi identitas. Maka setiap kebijakan harus menjaga keseimbangan itu,” jelasnya.

Respons atas Kesenjangan Regulasi

Pansus TRAP juga menyoroti adanya kesenjangan antara norma hukum dengan realitas sosial-ekonomi di lapangan. Keterbatasan regulasi yang terlalu rigid dinilai justru membuka celah praktik penyimpangan, seperti manipulasi izin hingga pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukan.

Karena itu, pendekatan diferensial berbasis zonasi dinilai sebagai solusi tengah yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan modern tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Perlindungan Kawasan Strategis dan Danau Beratan

Selain isu ketinggian bangunan, Pansus TRAP juga menekankan pentingnya perlindungan kawasan hutan serta sempadan Danau Beratan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Kawasan ini dinilai memiliki fungsi ekologis dan kultural yang sangat penting, sehingga membutuhkan pengendalian ketat terhadap aktivitas pembangunan dan pemanfaatan ruang.

Menuju Tata Ruang Bali yang Berkelanjutan

Melalui rangkaian rekomendasi ini, Pansus TRAP menegaskan bahwa masa depan Bali harus dibangun di atas keseimbangan antara investasi, lingkungan, dan budaya.

Pendekatan zonasi ketinggian berbasis nilai menjadi simbol perubahan paradigma—dari sekadar pembatasan menuju pengaturan yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.

“Kita tidak menolak pembangunan, tetapi kita harus memastikan pembangunan itu tidak mengorbankan jati diri Bali,” tutup I Made Supartha. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 25 Tahun Demokrat Bali, Dewa Badra Bongkar Kunci Besarkan Partai: Kenali Sejarah, Matangkan Kedewasaan, dan Perkuat Refleksi

    25 Tahun Demokrat Bali, Dewa Badra Bongkar Kunci Besarkan Partai: Kenali Sejarah, Matangkan Kedewasaan, dan Perkuat Refleksi

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR |Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali memperingati Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 secara sederhana di Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Rabu, 9 September 2026 Turut hadir, tokoh sesepuh, deklarator, sekaligus pendiri Partai Demokrat Bali, Dewa Bagus Badra, tokoh-tokoh Partai Demokrat Bali, seperti Putu Suasta, Bagus Astawa Merta, Ngurah Wididana (Pak […]

  • Pemprov Bali Unggul Sementara, Gugatan Lift Kaca Kelingking ‘Rontok’ di Tahap Awal

    Pemprov Bali Unggul Sementara, Gugatan Lift Kaca Kelingking ‘Rontok’ di Tahap Awal

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Pemerintah Provinsi Bali mencatat “keunggulan sementara” dalam sengketa proyek lift kaca di kawasan Kelingking Beach, Nusa Penida. Gugatan yang dilayangkan pihak investor resmi dicabut sebelum memasuki pokok perkara, menandai babak awal yang berpihak pada pemerintah. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali, Ngurah Satria Wardana, menegaskan bahwa perkara tersebut bahkan belum sempat menyentuh […]

  • Musancab PDI Perjuangan Tabanan Kukuhkan 10 PAC, Koster Tekankan Peran Generasi Muda

    Musancab PDI Perjuangan Tabanan Kukuhkan 10 PAC, Koster Tekankan Peran Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan pelantikan Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi partai hingga tingkat kecamatan dalam menghadapi dinamika politik dan regenerasi kader. […]

  • Diskusi Publik Forum Peduli Bali Konflik Pertanahan, Pansus Trap Soroti Praktik Kepemilikan Asing dan Lemahnya Pengawasan

    Diskusi Publik Forum Peduli Bali Konflik Pertanahan, Pansus Trap Soroti Praktik Kepemilikan Asing dan Lemahnya Pengawasan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kegentingan persoalan ruang seiring maraknya alih fungsi lahan di Bali mencuat dalam diskusi publik Forum Peduli Bali di Denpasar, bertajuk ‘Konflik Pertanahan di Bali: Dinamika Alih Fungsi Lahan dan Solusinya’ yang digelar di Warung Kubukopi, Denpasar, Rabu (26/1) pagi. Dalam forum itu, anggota dewan, konsorsium, dan aktivis menilai tata ruang Bali berada […]

  • TNI AU di Medan Gelar Serangkaian Kegiatan Bakti Sosial Peringati HUT ke-79

    TNI AU di Medan Gelar Serangkaian Kegiatan Bakti Sosial Peringati HUT ke-79

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 806
    • 0Komentar

    MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79, TNI Angkatan Udara menggelar bakti sosial yang melibatkan Kosek I Medan, Lanud Soewondo, Wingko III Kopasgat, dan Batalyon 469 Kopasgat. Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menunjukkan komitmen TNI AU dalam pengabdian sosial kepada bangsa, Rabu (26/02/2025) Bakti sosial ini dihadiri oleh […]

  • Mafia Tanah Charlie Chandra, JPU Tolak Saksinya Kuasa Hukum Terdakwa

    Mafia Tanah Charlie Chandra, JPU Tolak Saksinya Kuasa Hukum Terdakwa

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Tangerang – Sidang dugaan mafia tanah terdakwa Cahrlie Chandra masih terus bergulir, Jaksa Penuntut Umum (JPU) merasa keberatan atas kesaksian salah satu saksi fakta terdakwa, Jumat 25 Juli 2025. Pasalnya, Jaksa merasa keberatan lantaran salah satu saksi yang di hadirkan dalam ruangan persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, oleh penasehat hukum (PH) terdakwa Charlie Chandra tersebut […]

expand_less