Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai, termasuk usulan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu.

Rekomendasi strategis tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk ditindaklanjuti sebagai kebijakan eksekutif.

Ketua Pansus TRAP, Dr (c) I Made Supartha SH MH, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kegelisahan atas meningkatnya tekanan pembangunan yang tidak terkendali, sekaligus kebutuhan menghadirkan regulasi yang lebih adaptif tanpa mengorbankan nilai-nilai kearifan lokal Bali.

“Penataan ruang Bali tidak bisa hanya bertumpu pada pendekatan normatif yang kaku. Kita butuh kebijakan yang adaptif, tetapi tetap berpijak pada nilai budaya, lingkungan, dan keseimbangan ruang,” tegasnya.

Tekanan Ruang dan Kebutuhan Adaptasi

Pansus TRAP mencermati bahwa dalam beberapa tahun terakhir, intensifikasi pemanfaatan ruang di Bali meningkat signifikan, terutama di kawasan pariwisata. Keterbatasan lahan darat, lonjakan investasi, serta kebutuhan akomodasi wisata mendorong tekanan serius terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Dalam konteks tersebut, pembangunan vertikal dinilai menjadi salah satu alternatif rasional untuk mengurangi ekspansi horizontal yang berpotensi menggerus lahan produktif dan ruang terbuka hijau.

Namun demikian, pendekatan ini berbenturan dengan konstruksi normatif yang selama ini menjadi identitas Bali, yakni pembatasan ketinggian bangunan sekitar 15 meter atau setinggi pohon kelapa, sebagai simbol harmoni kosmologis dan lanskap budaya.

Zonasi Ketinggian Berbasis Nilai

Sebagai solusi, Pansus TRAP mengusulkan model “Zonasi Ketinggian Khusus (Diferensial) Berbasis Nilai.”

Melalui skema ini, bangunan dengan ketinggian hingga 45 meter dimungkinkan, namun hanya pada kawasan tertentu yang telah ditetapkan secara khusus, seperti Nusa Dua, Kuta Selatan, Sanur, serta sejumlah wilayah pesisir di Tabanan dan Gianyar.

I Made Supartha menegaskan, kebijakan ini bukan bentuk liberalisasi pembangunan vertikal, melainkan strategi pengendalian yang lebih presisi.

“Ini bukan membuka ruang eksploitasi. Justru ini adalah cara mengatur secara lebih terukur, agar tidak terjadi penyelundupan izin dan pelanggaran tata ruang di kawasan lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip dasar tetap dijaga, terutama perlindungan kawasan suci, lanskap budaya, serta filosofi lokal seperti Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia, alam, dan spiritualitas.

Lindungi Kawasan Suci dan Identitas Bali

Pansus TRAP menekankan bahwa relaksasi ketinggian bangunan hanya dapat diterapkan dengan syarat ketat, termasuk memperhatikan radius kesucian pura dan kawasan sakral.

Bangunan tinggi dinilai berpotensi mengganggu harmoni visual dan struktur kosmologis Bali jika tidak diatur secara hati-hati.

Dalam perspektif budaya Bali, ruang vertikal memiliki makna sakral. Konsep Tri Angga dan Rwa Bhineda menempatkan ruang atas sebagai domain spiritual, sehingga dominasi bangunan tinggi tanpa kontrol dapat merusak tatanan simbolik tersebut.

“Bali dikenal dunia dengan lanskap low-rise. Ini bukan sekadar estetika, tapi identitas. Maka setiap kebijakan harus menjaga keseimbangan itu,” jelasnya.

Respons atas Kesenjangan Regulasi

Pansus TRAP juga menyoroti adanya kesenjangan antara norma hukum dengan realitas sosial-ekonomi di lapangan. Keterbatasan regulasi yang terlalu rigid dinilai justru membuka celah praktik penyimpangan, seperti manipulasi izin hingga pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukan.

Karena itu, pendekatan diferensial berbasis zonasi dinilai sebagai solusi tengah yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan modern tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Perlindungan Kawasan Strategis dan Danau Beratan

Selain isu ketinggian bangunan, Pansus TRAP juga menekankan pentingnya perlindungan kawasan hutan serta sempadan Danau Beratan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Kawasan ini dinilai memiliki fungsi ekologis dan kultural yang sangat penting, sehingga membutuhkan pengendalian ketat terhadap aktivitas pembangunan dan pemanfaatan ruang.

Menuju Tata Ruang Bali yang Berkelanjutan

Melalui rangkaian rekomendasi ini, Pansus TRAP menegaskan bahwa masa depan Bali harus dibangun di atas keseimbangan antara investasi, lingkungan, dan budaya.

Pendekatan zonasi ketinggian berbasis nilai menjadi simbol perubahan paradigma—dari sekadar pembatasan menuju pengaturan yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.

“Kita tidak menolak pembangunan, tetapi kita harus memastikan pembangunan itu tidak mengorbankan jati diri Bali,” tutup I Made Supartha. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Bali Dampingi Posbankum Kabupaten Tabanan, Perkuat Pelaporan Layanan Hukum Desa

    Kanwil Kemenkum Bali Dampingi Posbankum Kabupaten Tabanan, Perkuat Pelaporan Layanan Hukum Desa

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melaksanakan kegiatan pendampingan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Kabupaten Tabanan, Senin (23/2/2026), bertempat di Aula Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas peresmian 717 Posbankum Desa di Provinsi Bali serta upaya memastikan optimalisasi pelaksanaan dan pelaporan layanan bantuan hukum di tingkat desa. Tim […]

  • Perbaiki Komunikasi ke Masyarakat

    Perbaiki Komunikasi ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Jajaran kementerian sampai juru bicara kepresidenan diminta mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperbaiki komunikasi ke rakyat. Hal itu disampaikan Ketua DPR Puan Maharani, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Kamis(27/3/2025). Kami harapkan semua jajaran kementerian dan juga juru bicara kepresidenan mengikuti apa yang diperintahkan oleh presiden. Bisa memberikan informasi yang baik, yang […]

  • Hilirisasi  Nikel  Dukung  Ekosistem  Kendaraan  Listrik  melalui  Indonesia  Battery  Corporation

    Hilirisasi  Nikel  Dukung  Ekosistem  Kendaraan  Listrik  melalui  Indonesia  Battery  Corporation

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta  – Program hilirisasi mineral telah menjadi penggerak utama investasi sekaligus strategi pemerintah dalam membangun basis industri nasional. Pemerintah tidak lagi berfokus pada ekspor bahan mentah, tetapi mendorong pengembangan rantai nilai mineral dari sektor pertambangan hingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan bahwa […]

  • TikTok pada 19 Januari 2025 Akan Diblokir Amerika Serikat (AS)

    TikTok pada 19 Januari 2025 Akan Diblokir Amerika Serikat (AS)

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 965
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC,JARRAKPOS.COM – Mayoritas hakim di Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) pada Jumat (10/1/2025) menunjukkan kecondongan untuk menegakkan pemblokiran media sosial TikTok. Pada April 2024, Presiden AS Joe Biden memerintahkan ByteDance—perusahaan induk TikTok yang berbasis di China—menjual aplikasinya tersebut, dan jika tidak melakukannya akan diblokir di AS. Pengacara TikTok, Noel Francisco, mengatakan bahwa aplikasi itu […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Temukan Dugaan Pelanggaran Sempadan Pantai di Proyek Ciputra Community Beach Club dan Dugaan Tanah Terlantar di Kawasan Ciputra Seluas 60 Hektare

    Pansus TRAP DPRD Bali Temukan Dugaan Pelanggaran Sempadan Pantai di Proyek Ciputra Community Beach Club dan Dugaan Tanah Terlantar di Kawasan Ciputra Seluas 60 Hektare

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    TABANAN – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali menemukan dugaan pelanggaran tata ruang dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026. Setelah melakukan sidak di Villa Vedas Bali dan Bali Beach Glamping, rombongan Pansus melanjutkan pemeriksaan ke proyek pembangunan Ciputra Community Beach Club. Dalam sidak […]

  • Secercah Harapan Agar Kejati Banten Usut Temuan BPK Soal Dana BOS

    Secercah Harapan Agar Kejati Banten Usut Temuan BPK Soal Dana BOS

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Matahukum meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk merespon temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan nilai fantastis mencapai Rp10,6 miliar pada tahun anggaran 2024. Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Sabtu (25/7/2025) “Memang semua kasus korupsi berawal dari indikasi, salah satunya seperti laporan […]

expand_less