Breaking News
light_mode
Trending Tags

I Made Supartha Dorong Grand Design Keamanan Bali, Komisi I DPRD Minta Pengawasan WNA, Peran Pecalang dan CCTV Diperkuat

  • account_circle admin
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Meningkatnya angka kriminalitas di Bali menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Provinsi Bali. Dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Lantai III DPRD Provinsi Bali, Senin (13/7/2026), berbagai pemangku kepentingan dikumpulkan untuk merumuskan langkah konkret menjaga keamanan Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia.

Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan DPRD Provinsi Bali, anggota Komisi I DPRD Bali, perwakilan Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali, Kesbangpol Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, jajaran Kapolres se-Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA), Pecalang Provinsi Bali, hingga kelompok pakar Komisi I DPRD Bali.

Salah satu sorotan utama dalam rapat tersebut datang dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali sekaligus Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha, S.H., M.H. Menurutnya, meningkatnya angka kriminalitas harus dijadikan momentum untuk membangun sistem keamanan Bali yang lebih komprehensif dan berorientasi pada pencegahan.

Supartha menilai, paparan statistik kriminal dari Polda Bali memang penting sebagai bahan evaluasi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh lembaga mampu menyusun konsep besar atau grand design pengamanan Bali agar berbagai tindak pidana dapat dicegah sejak dini.

“Yang kita perlukan bukan hanya mengetahui berapa banyak kasus pencurian, penganiayaan maupun tindak pidana lainnya. Yang lebih penting adalah bagaimana cara mencegahnya sehingga angka kriminalitas bisa ditekan,” ujar Supartha yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta rapat melihat keberhasilan sejumlah negara yang dikenal memiliki tingkat keamanan terbaik di dunia seperti Islandia, Irlandia, Selandia Baru, Swiss hingga Singapura. Menurutnya, negara-negara tersebut berhasil membangun sistem keamanan yang terintegrasi sehingga masyarakat maupun wisatawan merasa aman menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai daerah yang hidup dari sektor pariwisata, Bali dinilai harus memiliki standar keamanan yang sama. Rasa aman, kata Supartha, merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam kesempatan itu, Supartha secara khusus menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai instrumen pencegahan kejahatan. Ia meminta pemerintah daerah memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di berbagai lokasi strategis, mulai dari persimpangan jalan, kawasan wisata, pusat keramaian, fasilitas publik, hingga kawasan suci seperti pura.

Menurutnya, keberadaan CCTV bukan sekadar membantu aparat mengungkap pelaku kejahatan, tetapi juga memiliki efek pencegahan karena dapat mengurangi niat pelaku melakukan tindak kriminal.

Ia meminta Kesbangpol Bali bersama organisasi perangkat daerah terkait segera memetakan titik-titik rawan kriminalitas agar program pemasangan CCTV dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain kriminalitas, Supartha juga menyinggung masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah Bali yang memiliki kontur jalan berbahaya, khususnya kawasan pegunungan dan jurang seperti Kintamani, Tabanan, maupun wilayah lain yang memiliki tikungan tajam dan medan ekstrem.

Menurutnya, banyak ruas jalan yang belum dilengkapi pagar pengaman, penerangan jalan umum, maupun rambu-rambu keselamatan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Ini juga bagian dari keamanan masyarakat. Jangan hanya fokus pada kriminalitas, tetapi keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Supartha juga memberikan perhatian besar terhadap eksistensi Pecalang sebagai sistem keamanan berbasis kearifan lokal Bali. Menurutnya, Pecalang merupakan ujung tombak pengamanan di tingkat desa adat yang selama ini terbukti efektif menjaga ketertiban dalam kegiatan adat, keagamaan maupun aktivitas masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Pecalang, Majelis Desa Adat, kepolisian dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga fungsi pencegahan dapat berjalan lebih optimal.

Dalam kaitannya dengan perlindungan hak masyarakat adat, Supartha juga menyinggung masih adanya akses menuju pantai maupun pura yang tertutup akibat aktivitas investasi. Padahal Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki regulasi yang menjamin akses masyarakat terhadap kawasan suci maupun ruang publik.

Karena itu ia meminta Pecalang bersama Majelis Desa Adat aktif mengawal pelaksanaan aturan tersebut agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas adat dan keagamaan tanpa hambatan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan menuju pura atau pantai karena aksesnya ditutup. Bali dibangun di atas budaya dan adat istiadat yang harus tetap dilindungi,” tegasnya.

Dalam pembahasannya, Supartha juga menyoroti aktivitas sebagian warga pendatang maupun wisatawan asing yang memanfaatkan trotoar, badan jalan hingga ruang publik untuk kegiatan usaha tanpa memperhatikan ketertiban umum.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik sosial apabila tidak ditata secara baik.

Ia meminta aparat kepolisian memperkuat langkah-langkah preventif terhadap berbagai potensi kejahatan jalanan, mulai dari pencurian, perampokan, geng motor hingga tindak kriminal lainnya yang belakangan mulai meresahkan masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Supartha mengingatkan bahwa Bali menerima lebih dari tujuh juta wisatawan mancanegara setiap tahun, sementara jumlah penduduk Bali hanya sekitar 4,4 juta jiwa.

Besarnya arus masuk orang asing tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan sistem pengawasan keimigrasian yang semakin kuat.

Ia meminta Imigrasi memaparkan langkah-langkah preventif yang telah dilakukan untuk memastikan seluruh warga negara asing mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Bali.

“Peran Imigrasi sangat penting. Dengan jutaan wisatawan yang datang setiap tahun, pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing harus benar-benar maksimal agar tidak menimbulkan persoalan keamanan maupun ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Tak kalah penting, Supartha juga mengingatkan perlunya penataan terhadap kegiatan adat dan keagamaan yang menggunakan badan jalan. Ia menilai selama ini masih sering terjadi penutupan jalan tanpa koordinasi yang memadai sehingga menimbulkan kemacetan dan membingungkan pengguna jalan.

Ia berharap setiap kegiatan yang berpotensi menutup akses jalan wajib dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kepolisian, Satpol PP maupun Pecalang sehingga rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara baik.

Menutup penyampaiannya, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali itu mengajak seluruh institusi yang hadir membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga keamanan Bali. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Bali adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu kita harus memastikan Bali tetap aman, nyaman, tertib, dan menjadi destinasi yang memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan. Yang kita bangun bukan hanya penegakan hukum setelah kejahatan terjadi, tetapi sistem pencegahan yang kuat sehingga Bali bisa menjadi daerah dengan tingkat keamanan terbaik,” pungkas I Made Supartha.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pagi ini sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah di Magelang belum masuk mengikuti retret di Akmil. Pihak panitia masih menunggu kehadirannya. “(Kepala daerah lain belum bergabung) Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk yang belum bergabung,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Magelang, Minggu (23/2/2025) […]

  • Jangan Sia-siakan Potensi Olahraga! Dispora Bengkulu Ajak Bangun Industri Olahraga

    Jangan Sia-siakan Potensi Olahraga! Dispora Bengkulu Ajak Bangun Industri Olahraga

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 763
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Industri olahraga memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi yang dapat berkembang pesat di Indonesia, termasuk di Bengkulu. Oleh karena itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mendorong pemuda, komunitas olahraga, serta pelaku usaha untuk mengembangkan industri olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kepala Dispora Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa […]

  • KPU Kota Denpasar Bangun Budaya Literasi Demokrasi, Bedah Buku “Demokrasi yang Bertumbuh” Dorong Masyarakat Kritis

    KPU Kota Denpasar Bangun Budaya Literasi Demokrasi, Bedah Buku “Demokrasi yang Bertumbuh” Dorong Masyarakat Kritis

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar terus memperkuat komitmennya dalam membangun demokrasi yang berkualitas melalui penguatan literasi publik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Bedah Buku Seri Pertama bertajuk Demokrasi yang Bertumbuh: Jejak Historis dan Evolusi Kelembagaan Politik Indonesia dari Masa Kolonial Hingga Kontemporer, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Jumat (3/7/2026). […]

  • Disambut Meriah di Haitimuk, PS Malaka Pulang dengan Kepala Tegak: 8 Besar ETMC 2025 Jadi Modal Menuju 2026

    Disambut Meriah di Haitimuk, PS Malaka Pulang dengan Kepala Tegak: 8 Besar ETMC 2025 Jadi Modal Menuju 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 4
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com– Pemerintah Kabupaten Malaka menggelar acara penyambutan resmi bagi para pemain dan official PS Malaka di Rumah Jabatan Bupati Haitimuk, Rabu (3/12/2025), setelah tim kebanggaan warga perbatasan ini menuntaskan perjuangannya di ETMC 2025 Kabupaten Ende. Acara dipimpin langsung oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), didampingi Wakil Bupati Henri Melki Simu, serta dihadiri Ketua […]

  • Bongkar Sampai Tuntas, Kuasa Hukum APSP Kembali Laporkan Astra Agro Lestari di Bareskrim Polri

    Bongkar Sampai Tuntas, Kuasa Hukum APSP Kembali Laporkan Astra Agro Lestari di Bareskrim Polri

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Polemik hukum yang melibatkan grup raksasa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) kembali memanas. Kantor Hukum HJ BINTANG dan PARTNERS, selaku kuasa hukum Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP), resmi melaporkan tiga anak perusahaan AAL ke Bareskrim Polri. Pelaporan tersebut atas dugaan tindak pidana di sektor perkebunan dan korupsi di wilayah Kabupaten […]

  • Bupati SBS Apresiasi Bajak Laut FC, Tegaskan PS Malaka Kalah Terhormat di Laga Dramatis 6–4

    Bupati SBS Apresiasi Bajak Laut FC, Tegaskan PS Malaka Kalah Terhormat di Laga Dramatis 6–4

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 6
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bajak Laut FC Manggarai Barat usai PS Malaka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 6–4 pada babak 8 besar ETMC 2025 di Stadion Marilonga Ende, Minggu (30/11/2025). SBS menegaskan bahwa PS Malaka menerima hasil pertandingan dengan sportivitas penuh dan memberikan penghormatan kepada tim […]

expand_less