Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, mendorong Universitas Udayana (Unud) memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu peletak dasar kajian kebudayaan Bali di tingkat internasional dan dijuluki “The Father of Balinese Studies”.

Dorongan tersebut disampaikan Dr. Somvir usai mengikuti rapat Komisi I DPRD Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Senin (13/7/2026). Menurutnya, jasa Prof. Gusti Ngurah Bagus terhadap perkembangan Universitas Udayana, dunia akademik, pelestarian kebudayaan Bali, hingga penguatan ajaran Hindu sangat besar dan layak dikenang melalui penghormatan resmi dari almamaternya.

Dr. Somvir mengaku memiliki kedekatan emosional dengan almarhum. Ia mengenang Prof. Gusti Ngurah Bagus sebagai sosok senior ketika dirinya pertama kali datang ke Bali sebagai dosen tamu di Fakultas Sastra Universitas Udayana. Baginya, Prof. Bagus merupakan akademisi visioner yang berperan penting dalam membangun fondasi intelektual Universitas Udayana sejak awal berdirinya.

“Universitas Udayana berawal dari Fakultas Sastra. Beliau merupakan salah satu tokoh utama yang membangun fondasi akademik dan intelektual kampus ini. Pemikirannya melampaui zamannya dan hingga kini masih relevan bagi pembangunan Bali,” ujar Dr. Somvir.

Ia menilai kontribusi Prof. Gusti Ngurah Bagus tidak hanya berhenti pada dunia pendidikan. Berbagai gagasan yang diperjuangkan almarhum juga memberi pengaruh besar terhadap penguatan kelembagaan adat dan kehidupan keagamaan di Bali. Bahkan menurutnya, sejumlah konsep yang berkembang saat ini, termasuk penguatan Majelis Desa Adat (MDA), tidak dapat dilepaskan dari pemikiran besar Prof. Bagus.

Selain dikenal sebagai antropolog dan budayawan, Prof. Gusti Ngurah Bagus juga memiliki jejaring akademik internasional yang sangat luas. Banyak murid dan koleganya kini menjadi profesor di berbagai universitas di Indonesia maupun luar negeri. Kiprah tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu ilmuwan Bali yang berhasil memperkenalkan kebudayaan dan kajian Hindu Indonesia ke panggung dunia.

Dr. Somvir mengungkapkan bahwa kontribusi Prof. Bagus dalam memperkuat hubungan akademik internasional Universitas Udayana juga sangat signifikan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Ramayana dan Mahabharata yang menghadirkan berbagai tokoh nasional, termasuk Megawati Soekarnoputri saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, momentum seminar internasional tersebut turut mendorong percepatan penyelesaian pembangunan auditorium Universitas Udayana di Kampus Bukit Jimbaran, sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan berbagai institusi luar negeri.

“Kontribusi beliau bukan hanya pada bidang akademik, tetapi juga terhadap pembangunan fasilitas kampus serta penguatan kerja sama internasional Universitas Udayana,” katanya.

Di mata Dr. Somvir, Prof. Gusti Ngurah Bagus juga merupakan teladan sejati bagi dunia pendidikan. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah berhenti membaca, belajar, dan menulis. Semangat intelektual tersebut dinilai patut diwariskan kepada generasi akademisi muda di Bali.

Atas dasar itu, Dr. Somvir mengusulkan agar Universitas Udayana memberikan penghormatan yang lebih konkret kepada Prof. Gusti Ngurah Bagus. Salah satunya dengan mengabadikan nama almarhum sebagai nama salah satu gedung di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar seluruh karya ilmiah, buku, manuskrip, serta hasil penelitian Prof. Gusti Ngurah Bagus dihimpun dan dilestarikan dalam perpustakaan Universitas Udayana sebagai pusat dokumentasi pemikiran tokoh besar Bali tersebut.

Tidak hanya itu, Dr. Somvir berharap Universitas Udayana dapat menyelenggarakan seminar kebudayaan secara rutin setiap tahun untuk mengkaji kembali gagasan-gagasan Prof. Gusti Ngurah Bagus. Menurutnya, kegiatan akademik semacam itu penting sebagai upaya menjaga keberlanjutan pemikiran almarhum sekaligus mendukung pembangunan Bali yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Beliau mencintai budaya dan agama Hindu Bali dengan sepenuh hati. Pemikiran dan keteladanannya harus terus hidup melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pelestarian karya-karyanya agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tegasnya.

Dr. Somvir juga mengingat peran besar Prof. Gusti Ngurah Bagus dalam memperkenalkan kajian Hindu Indonesia kepada dunia internasional, termasuk keterlibatannya dalam penyusunan buku Hinduism in Modern Indonesia yang diterbitkan oleh Leiden University. Kiprah tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Prof. Bagus telah memperoleh pengakuan dari kalangan akademisi dunia.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perguruan tinggi, untuk tidak melupakan jasa para tokoh besar Bali yang telah mengabdikan hidupnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pendidikan.

“Kita memiliki banyak putra terbaik Bali yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Sudah sepatutnya jasa-jasa mereka dikenang dan diberikan penghargaan yang layak agar menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya.

Sebelumnya, sosok Prof. I Gusti Ngurah Bagus kembali dikenang melalui diskusi bertajuk “93 Tahun Prof. IGN. Bagus: Sebuah Catatan Pinggir Antara Kiprah dan Kaprah Perjuangannya” yang digelar di Mahalo Cafe, Renon, Denpasar, Minggu (12/7/2026). Forum yang diprakarsai I Ketut Ngastawa tersebut menghadirkan Putu Suasta dan Prof. Dr. I Gede Mudana, M.Si., sebagai narasumber, dengan moderator Nyoman Baskara.

Diskusi itu dihadiri sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, dan keluarga Prof. Gusti Ngurah Bagus, di antaranya Prof. Dr. I Gede Sutarya, ST., Par., M.Ag., Prof. Dr. Ir. Nitya Santhiarsa, M.T., Drs. Nyoman Sutiawan, Ir. IGA Aryasa Susantya, Drs. Nyoman Wiratmaja, M.Si., Agus Maha Usadha, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, JM Made Sulasa Jaya, serta Dr. IGA Alit Sosiawati, M.Si.

Melalui forum tersebut, berbagai pihak menegaskan bahwa pemikiran dan perjuangan Prof. Gusti Ngurah Bagus tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Universitas Udayana, tetapi juga merupakan warisan intelektual Bali yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program dalam Pelantikan Bupati Definitif

    Pemkab Cirebon Tekankan Keberlanjutan Program dalam Pelantikan Bupati Definitif

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS COM — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah menyaksikan Pelantikan Kepala Daerah (KDH) dan Wakil Kepala Daerah (WKDH) secara serentak tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, pada Kamis (20/2/2025). Dalam kesempatan itu, Wahyu menyampaikan rasa […]

  • Keren!!! Mahasiswa “UNIKU” Raih 2 Penghargaan di Singapura dan Malaysia

    Keren!!! Mahasiswa “UNIKU” Raih 2 Penghargaan di Singapura dan Malaysia

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Hilman Hidayat mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kuningan (Uniku) mencatatkan prestasi yang gemilang dengan meraih dua (2) penghargaan sekaligus dalam ajang internasional, yang diberi nama Global Youth Innovation Summit Tahun 2025. Acara yang diselenggarakan di dua (2) Negara yaitu Singapura dan Malaysia itu, digelar pada tanggal […]

  • Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka, Gubernur Koster Tekankan Peran Strategis Keamanan Berbasis Desa Adat

    Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka, Gubernur Koster Tekankan Peran Strategis Keamanan Berbasis Desa Adat

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ribuan pecalang dari desa adat se-Bali mengikuti Gelar Agung Pacalang Bali Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak sebagai Inspektur Upacara atau Manggala Utama. Gelar Agung Pacalang tahun ini mengusung tema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali […]

  • Pedagang Bawang Putih Mengaku Dirugikan Usai Toko Disegel, Propam Polda Bali Lakukan Klarifikasi

    Pedagang Bawang Putih Mengaku Dirugikan Usai Toko Disegel, Propam Polda Bali Lakukan Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DENPASAR – Penanganan perkara dugaan pelanggaran karantina terhadap komoditas bawang putih di Bali kembali menjadi perhatian publik. Kasus yang menyeret pedagang kecil, CV Berkah Bawang Bali, kini memasuki babak baru setelah Subbidpaminal Bidpropam Polda Bali melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi menyusul viralnya pemberitaan mengenai dugaan tindakan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Langkah cepat Bidpropam Polda […]

  • Mayoritas HGB PT BTID Ternyata Lahir dari Reklamasi, BPN Denpasar Buka Fakta di Hadapan DPRD Bali

    Mayoritas HGB PT BTID Ternyata Lahir dari Reklamasi, BPN Denpasar Buka Fakta di Hadapan DPRD Bali

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Senin (11/5). Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar, Mulyadi, membongkar sejarah panjang penerbitan ratusan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Bali Turtle Island Development (BTID), perusahaan pengelola kawasan KEK Kura-Kura Bali. Di hadapan anggota dewan, […]

  • TNI AU di Medan Gelar Serangkaian Kegiatan Bakti Sosial Peringati HUT ke-79

    TNI AU di Medan Gelar Serangkaian Kegiatan Bakti Sosial Peringati HUT ke-79

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 808
    • 0Komentar

    MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79, TNI Angkatan Udara menggelar bakti sosial yang melibatkan Kosek I Medan, Lanud Soewondo, Wingko III Kopasgat, dan Batalyon 469 Kopasgat. Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menunjukkan komitmen TNI AU dalam pengabdian sosial kepada bangsa, Rabu (26/02/2025) Bakti sosial ini dihadiri oleh […]

expand_less