Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr. Somvir Dorong Masterplan Keamanan Bali, Minta Polisi, Imigrasi, Pecalang hingga Desa Adat Bergerak dalam Satu Komando

  • account_circle admin
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali sekaligus Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir, mendorong Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh pemangku kepentingan segera menyusun masterplan keamanan Bali yang terintegrasi sebagai langkah strategis menghadapi meningkatnya berbagai persoalan kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Somvir saat Rapat Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat terkait Aksi Kriminalitas di Bali yang digelar Komisi I DPRD Provinsi Bali di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (13/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Bali bersama perwakilan Polda Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Denpasar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali, Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, jajaran Kapolres se-Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Pecalang Bali, serta kelompok pakar dan tim ahli Komisi I DPRD Bali.

Dalam forum tersebut, Somvir menilai Bali hingga kini belum memiliki arah kebijakan keamanan jangka panjang yang terukur. Menurutnya, penanganan persoalan keamanan masih bersifat sektoral sehingga diperlukan sebuah peta jalan yang mampu menyatukan seluruh instansi dalam satu sistem kerja.

“Yang dibutuhkan Bali adalah masterplan keamanan yang jelas. Kita harus mengetahui persoalan utama yang dihadapi, menentukan target yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan, kemudian menyusun strategi yang terukur agar angka kriminalitas dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Menurut Somvir, masterplan tersebut harus memuat sasaran, indikator keberhasilan, pembagian tugas antarinstansi hingga kebutuhan anggaran yang jelas. Dengan demikian, seluruh lembaga mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, imigrasi, Satpol PP hingga desa adat dapat bekerja dalam satu arah yang sama.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung keamanan, seperti penambahan jaringan CCTV, penerangan jalan umum serta sistem pemantauan kawasan wisata maupun permukiman. Somvir mencontohkan masih banyak wilayah di Bali yang minim penerangan sehingga berpotensi memicu tindak kriminalitas pada malam hari.

“Kalau konsepnya sudah jelas, maka kebutuhan anggaran juga akan jelas. Komisi I DPRD Bali siap memperjuangkan penganggaran apabila seluruh kebutuhan keamanan disusun melalui proposal yang komprehensif,” ujarnya.

Selain memperkuat aparat keamanan formal, Somvir memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pecalang sebagai garda terdepan keamanan berbasis adat di Bali. Menurutnya, selama ini pecalang telah bekerja dengan penuh pengabdian, namun belum memperoleh perhatian maupun dukungan yang memadai.

Ia menilai pecalang memiliki posisi strategis karena berada langsung di tengah masyarakat dan mengetahui kondisi wilayah adat masing-masing.

“Desa adat memiliki pecalang yang setiap hari mengetahui siapa yang datang, siapa yang tinggal, serta dinamika di wilayahnya. Potensi ini harus diintegrasikan dengan kepolisian sehingga sistem deteksi dini dapat berjalan lebih efektif,” katanya.

Somvir mengusulkan agar dibangun mekanisme koordinasi yang melibatkan kepala desa, kepala dusun, pecalang, pengelola homestay, aparat kepolisian hingga instansi terkait lainnya dalam satu jaringan komunikasi yang aktif.

Menurutnya, persoalan pendataan penduduk pendatang maupun wisatawan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama melalui kolaborasi pemerintah, desa adat dan masyarakat.

Ia juga mengusulkan agar forum koordinasi keamanan dilaksanakan secara berkala, minimal setiap tiga bulan sekali, sehingga seluruh perkembangan situasi keamanan dapat dievaluasi bersama.

Tidak hanya itu, Somvir mendorong jajaran Polda Bali lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat melalui dialog rutin di tingkat kecamatan maupun desa. Menurutnya, komunikasi langsung akan mempercepat penyampaian informasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

“Polisi jangan hanya hadir ketika ada persoalan. Kehadiran rutin di tengah masyarakat akan membangun kedekatan sekaligus memudahkan memperoleh informasi sejak dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Somvir juga menekankan bahwa pendekatan keamanan di Bali tidak boleh semata-mata mengandalkan kekuatan aparat. Ia mengajak seluruh pihak mengedepankan pendekatan humanis yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, dialog dan pelibatan masyarakat.

Menurutnya, Bali sebagai destinasi pariwisata internasional membutuhkan model pengamanan yang mampu merangkul seluruh elemen, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas warga negara asing hingga perwakilan konsulat negara sahabat yang memiliki komunitas besar di Bali.

“Kita harus membangun keamanan dengan pendekatan cinta kasih. Jangan semua persoalan diselesaikan dengan pendekatan kekuatan. Libatkan tokoh masyarakat, tokoh komunitas internasional, konsulat, sehingga persoalan bisa diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi,” tegas Somvir.

Ia optimistis apabila seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, desa adat serta masyarakat mampu bergerak dalam satu sistem yang terintegrasi, maka Bali akan tetap menjadi daerah yang aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Harapan kita semua sama, Bali tetap aman. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh pihak dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhub Buka Posko Lebaran 2025

    Kemenhub Buka Posko Lebaran 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 711
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2025 hari ini resmi beroperasi. Terdiri dari gabungan kementerian, lembaga, dan stakeholder terkait, posko ini akan memantau dan memberi informasi terkini seputar angkutan Lebaran mulai dari arus mudik hingga arus balik. Jumat(21/3/2025) Dalam sambutannya saat membuka posko, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan segenap petugas yang berada di […]

  • Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Upaya penataan kawasan hijau Jatiluwih mulai menunjukkan hasil positif. Polemik pemasangan seng di areal persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, yang sempat memicu penurunan tajam kunjungan wisatawan, kini berangsur mereda setelah dilakukan pembongkaran seng di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Senin, 5 Januari 2026. Pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara […]

  • Pemuda Tempatan kecewa Dengan Hasil MCU di RS Awal Bros untuk Rekrutmen TA 2026

    Pemuda Tempatan kecewa Dengan Hasil MCU di RS Awal Bros untuk Rekrutmen TA 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Matakompas. Com Dumai – Sejumlah pemuda tempatan mengeluhkan hasil Medical Check Up (MCU) dalam proses penerimaan kerja Turn Around (TA) tahun 2026. Mereka menilai banyak calon pekerja lokal dinyatakan tidak lulus setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Awal Bros.2/5/26 Kondisi tersebut memicu kekecewaan dari para pencari kerja, karena dinilai mengurangi peluang tenaga kerja tempatan untuk […]

  • Oknum Polisi Rudapaksa Tahanan Wanita

    Oknum Polisi Rudapaksa Tahanan Wanita

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PACITAN,JARRAKPOS.COM – Inilah tampang Aiptu Lilik Cahyadi, oknum polisi Polres Pacitan, Jawa Timur.Seperti diketahui, nama Aiptu Lilik Cahyadi belakangan ini tengah ramai jadi perbincangan publik karena tersandung dalam skandal tindak asusila berupa rudapaksa. Ironisnya, pelaku disinyalir seorang polisi aktif. Lebih mencengangkan, korban adalah tahanan wanita di bawah pengawasan Polres Pacitan. Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro […]

  • Kanwil Kemenkum Jabar Gelar Senam Pagi Bersama Gaungkan Semangat Kebugaran Pegawai

    Kanwil Kemenkum Jabar Gelar Senam Pagi Bersama Gaungkan Semangat Kebugaran Pegawai

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Untuk menjaga kebugaran fisik dan mental pegawai, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kanwil Kemenkum Jabar) menggelar kegiatan senam pagi bersama pada Jumat pagi (17/01/25). Kegiatan yang berlangsung di lapangan aspal kantor ini diikuti dengan antusias oleh seluruh pegawai, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar Asep Sutandar, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan […]

  • Dari Tanpa Akta Kelahiran hingga Summa Cumlaude: Perjuangan I Gede Raka Surya Menembus Dunia Advokat

    Dari Tanpa Akta Kelahiran hingga Summa Cumlaude: Perjuangan I Gede Raka Surya Menembus Dunia Advokat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, 23 Mei 2026 — Di balik toga dan predikat summa cumlaude yang diraihnya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pemuda Bali bernama I Gede Raka Surya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa lulusan terbaik Universitas Bali Dwipa itu baru resmi memiliki akta kelahiran dan kartu keluarga mandiri pada tahun 2026, setelah bertahun-tahun berjuang mengurus identitas hukumnya […]

expand_less