KPU Kota Denpasar Bangun Budaya Literasi Demokrasi, Bedah Buku “Demokrasi yang Bertumbuh” Dorong Masyarakat Kritis
- account_circle admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar terus memperkuat komitmennya dalam membangun demokrasi yang berkualitas melalui penguatan literasi publik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Bedah Buku Seri Pertama bertajuk Demokrasi yang Bertumbuh: Jejak Historis dan Evolusi Kelembagaan Politik Indonesia dari Masa Kolonial Hingga Kontemporer, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat luas ini menjadi ruang dialog akademik sekaligus wadah pembelajaran bersama mengenai perjalanan demokrasi Indonesia, mulai dari masa kolonial hingga era kontemporer. Melalui forum tersebut, KPU Kota Denpasar ingin menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan pemilu, tetapi juga melalui peningkatan literasi dan pendidikan politik masyarakat.
Bedah buku menghadirkan penulis buku, Dr. Juli Yusran, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama. Diskusi diperkaya oleh pandangan A.A.G. Ananta Wijaya Sahadewa, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Warmadewa, yang bertindak sebagai panelis. Jalannya diskusi dipandu oleh Anggota KPU Kota Denpasar, Megawati Purnama Sari Wijaya, S.H., M.H., sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Denpasar menegaskan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan berpikir kritis.
“Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui kegiatan bedah buku ini, KPU Kota Denpasar ingin menghadirkan ruang belajar bersama agar demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses memilih, tetapi juga sebagai budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengulas berbagai dinamika perjalanan demokrasi Indonesia, tantangan penyelenggaraan pemilu, hingga pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Para narasumber juga menekankan bahwa pendidikan politik dan literasi publik merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sistem demokrasi yang inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan.
Dr. Juli Yusran menjelaskan bahwa demokrasi membutuhkan warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Karena itu, forum akademik seperti bedah buku menjadi media penting untuk mempertemukan gagasan antara akademisi, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.
Sementara itu, panelis A.A.G. Ananta Wijaya Sahadewa menilai demokrasi merupakan proses panjang yang harus terus dievaluasi. Menurutnya, setiap dinamika yang terjadi harus menjadi bahan pembelajaran bersama agar demokrasi Indonesia terus bertumbuh ke arah yang lebih baik.
Bedah Buku Seri Pertama ini menjadi bagian dari inovasi pendidikan pemilih yang dikembangkan KPU Kota Denpasar. Tidak hanya mengedepankan sosialisasi kepemiluan, program ini juga berbasis kajian ilmiah, dialog publik, serta penguatan budaya literasi demokrasi.
Melalui kegiatan tersebut, KPU Kota Denpasar berharap semakin banyak kalangan, khususnya generasi muda, mahasiswa, akademisi, penyelenggara pemilu, dan pegiat demokrasi yang terlibat aktif dalam pengembangan literasi kepemiluan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, kualitas partisipasi publik dalam setiap proses demokrasi diharapkan semakin kuat, cerdas, dan bertanggung jawab.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar