Breaking News
light_mode
Trending Tags

I Made Supartha Dorong Grand Design Keamanan Bali, Komisi I DPRD Minta Pengawasan WNA, Peran Pecalang dan CCTV Diperkuat

  • account_circle admin
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Meningkatnya angka kriminalitas di Bali menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Provinsi Bali. Dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Lantai III DPRD Provinsi Bali, Senin (13/7/2026), berbagai pemangku kepentingan dikumpulkan untuk merumuskan langkah konkret menjaga keamanan Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia.

Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan DPRD Provinsi Bali, anggota Komisi I DPRD Bali, perwakilan Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali, Kesbangpol Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, jajaran Kapolres se-Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA), Pecalang Provinsi Bali, hingga kelompok pakar Komisi I DPRD Bali.

Salah satu sorotan utama dalam rapat tersebut datang dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali sekaligus Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha, S.H., M.H. Menurutnya, meningkatnya angka kriminalitas harus dijadikan momentum untuk membangun sistem keamanan Bali yang lebih komprehensif dan berorientasi pada pencegahan.

Supartha menilai, paparan statistik kriminal dari Polda Bali memang penting sebagai bahan evaluasi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh lembaga mampu menyusun konsep besar atau grand design pengamanan Bali agar berbagai tindak pidana dapat dicegah sejak dini.

“Yang kita perlukan bukan hanya mengetahui berapa banyak kasus pencurian, penganiayaan maupun tindak pidana lainnya. Yang lebih penting adalah bagaimana cara mencegahnya sehingga angka kriminalitas bisa ditekan,” ujar Supartha yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta rapat melihat keberhasilan sejumlah negara yang dikenal memiliki tingkat keamanan terbaik di dunia seperti Islandia, Irlandia, Selandia Baru, Swiss hingga Singapura. Menurutnya, negara-negara tersebut berhasil membangun sistem keamanan yang terintegrasi sehingga masyarakat maupun wisatawan merasa aman menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai daerah yang hidup dari sektor pariwisata, Bali dinilai harus memiliki standar keamanan yang sama. Rasa aman, kata Supartha, merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam kesempatan itu, Supartha secara khusus menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai instrumen pencegahan kejahatan. Ia meminta pemerintah daerah memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di berbagai lokasi strategis, mulai dari persimpangan jalan, kawasan wisata, pusat keramaian, fasilitas publik, hingga kawasan suci seperti pura.

Menurutnya, keberadaan CCTV bukan sekadar membantu aparat mengungkap pelaku kejahatan, tetapi juga memiliki efek pencegahan karena dapat mengurangi niat pelaku melakukan tindak kriminal.

Ia meminta Kesbangpol Bali bersama organisasi perangkat daerah terkait segera memetakan titik-titik rawan kriminalitas agar program pemasangan CCTV dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain kriminalitas, Supartha juga menyinggung masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah Bali yang memiliki kontur jalan berbahaya, khususnya kawasan pegunungan dan jurang seperti Kintamani, Tabanan, maupun wilayah lain yang memiliki tikungan tajam dan medan ekstrem.

Menurutnya, banyak ruas jalan yang belum dilengkapi pagar pengaman, penerangan jalan umum, maupun rambu-rambu keselamatan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Ini juga bagian dari keamanan masyarakat. Jangan hanya fokus pada kriminalitas, tetapi keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Supartha juga memberikan perhatian besar terhadap eksistensi Pecalang sebagai sistem keamanan berbasis kearifan lokal Bali. Menurutnya, Pecalang merupakan ujung tombak pengamanan di tingkat desa adat yang selama ini terbukti efektif menjaga ketertiban dalam kegiatan adat, keagamaan maupun aktivitas masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Pecalang, Majelis Desa Adat, kepolisian dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga fungsi pencegahan dapat berjalan lebih optimal.

Dalam kaitannya dengan perlindungan hak masyarakat adat, Supartha juga menyinggung masih adanya akses menuju pantai maupun pura yang tertutup akibat aktivitas investasi. Padahal Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki regulasi yang menjamin akses masyarakat terhadap kawasan suci maupun ruang publik.

Karena itu ia meminta Pecalang bersama Majelis Desa Adat aktif mengawal pelaksanaan aturan tersebut agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas adat dan keagamaan tanpa hambatan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan menuju pura atau pantai karena aksesnya ditutup. Bali dibangun di atas budaya dan adat istiadat yang harus tetap dilindungi,” tegasnya.

Dalam pembahasannya, Supartha juga menyoroti aktivitas sebagian warga pendatang maupun wisatawan asing yang memanfaatkan trotoar, badan jalan hingga ruang publik untuk kegiatan usaha tanpa memperhatikan ketertiban umum.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik sosial apabila tidak ditata secara baik.

Ia meminta aparat kepolisian memperkuat langkah-langkah preventif terhadap berbagai potensi kejahatan jalanan, mulai dari pencurian, perampokan, geng motor hingga tindak kriminal lainnya yang belakangan mulai meresahkan masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Supartha mengingatkan bahwa Bali menerima lebih dari tujuh juta wisatawan mancanegara setiap tahun, sementara jumlah penduduk Bali hanya sekitar 4,4 juta jiwa.

Besarnya arus masuk orang asing tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan sistem pengawasan keimigrasian yang semakin kuat.

Ia meminta Imigrasi memaparkan langkah-langkah preventif yang telah dilakukan untuk memastikan seluruh warga negara asing mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Bali.

“Peran Imigrasi sangat penting. Dengan jutaan wisatawan yang datang setiap tahun, pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing harus benar-benar maksimal agar tidak menimbulkan persoalan keamanan maupun ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Tak kalah penting, Supartha juga mengingatkan perlunya penataan terhadap kegiatan adat dan keagamaan yang menggunakan badan jalan. Ia menilai selama ini masih sering terjadi penutupan jalan tanpa koordinasi yang memadai sehingga menimbulkan kemacetan dan membingungkan pengguna jalan.

Ia berharap setiap kegiatan yang berpotensi menutup akses jalan wajib dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kepolisian, Satpol PP maupun Pecalang sehingga rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara baik.

Menutup penyampaiannya, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali itu mengajak seluruh institusi yang hadir membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga keamanan Bali. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Bali adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu kita harus memastikan Bali tetap aman, nyaman, tertib, dan menjadi destinasi yang memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan. Yang kita bangun bukan hanya penegakan hukum setelah kejahatan terjadi, tetapi sistem pencegahan yang kuat sehingga Bali bisa menjadi daerah dengan tingkat keamanan terbaik,” pungkas I Made Supartha.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Buruh dan Jaga Kondusivitas Dunia Usaha

    Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Buruh dan Jaga Kondusivitas Dunia Usaha

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto. Pertemuan yang juga dihadiri Wakil […]

  • Gubernur Koster Percaya Giri Prasta Kembali Bawa Bali ke Top 5 PON

    Gubernur Koster Percaya Giri Prasta Kembali Bawa Bali ke Top 5 PON

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak kepengurusan KONI Bali periode 2026–2030 di bawah pimpinan I Nyoman Giri Prasta agar mampu kembali merebut peringkat kelima pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB-NTT. Sebelumnya, Bali berhasil menduduki peringkat kelima pada PON XX di Papua, dan peringkat ketujuh pada PON XXI di Aceh-Medan. “Saya yakin setiap […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Pengiriman 5 CPMI-NP di Perbatasan RI-Malaysia

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Pengiriman 5 CPMI-NP di Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia dari Yonarmed 11 Kostrad bersama Satgas Intelijen Kodam VI/Mulawarman berhasil menggagalkan upaya pengiriman lima orang Calon Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (CPMI-NP) di tepi Sungai Mansalong, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Selasa(21/1/2025). Penggagalan ini bermula ketika personel Pos Labang dan Satgas Intelijen Kodam […]

  • Kanwil Kemenkum Jabar Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang PP di Awal Tahun 2025

    Kanwil Kemenkum Jabar Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang PP di Awal Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kanwil Kemenkum Jabar) melalui Subbidang FPPHD di bawah Divisi P3H pada pagi ini mengikuti jalannya kegiatan Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Ditjen PP) secara virtual melalui Zoom Meeting (Selasa, 14/01/2025). Dari ruang rapat Sahardjo, Kanwil Jabar, Kepala Kantor […]

  • Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa, Empat Orang Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival

    Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa, Empat Orang Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com — Di balik gemerlap panggung budaya, alunan gamelan, dan semangat warga yang menyala di setiap sudut Desa Sidan, berdiri empat tokoh penggagas yang menanamkan mimpi besar bagi tanah kelahiran mereka. Mereka adalah Wayan Dumia, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM selaku Perbekel Desa Sidan, I Wayan Sujigra selaku Bendesa Adat Sidan, serta […]

  • Kecelakaan Tunggal sebuah Truk Pengangkut BBM

    Kecelakaan Tunggal sebuah Truk Pengangkut BBM

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.324
    • 0Komentar

    CIANJUR,JARRAKPOS.COM – Sebuah truk pengangkut BBM terguling di jalur lintas Pantai Selatan (Pansela), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dini hari tadi. Kecelakaan tunggal ini terjadi di Kampung Palhiji, Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur. Kronologis Kecelakaan: – Truk melaju dari arah Bandung menuju Cianjur. Kamis(27/3/2025). – Truk terguling di sisi jalan dan menghantam teras sebuah bengkel (opik […]

expand_less