Breaking News
light_mode
Trending Tags

Handball Bali Juara Divisi I Kejurnas Junior U-19 2026, Regenerasi Atlet Mulai Menunjukkan Taji

  • account_circle admin
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SURABAYA – Bola tangan Bali kembali menunjukkan tajinya di panggung nasional. Datang bukan sekadar sebagai peserta, kontingen Bali justru berhasil mengakhiri persaingan dengan kepala tegak setelah merebut gelar Juara 1 Divisi I Putra Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior U-19 2026.

Bertanding di GOR Universitas Negeri Surabaya (UNESA), 3–8 Agustus 2026, tim Putra Bali tampil impresif dan sukses menundukkan Jawa Tengah dengan skor 20–16 pada laga final.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda bola tangan di Bali mulai memperlihatkan hasil nyata. Permainan yang disiplin, agresif, penuh determinasi, serta kemampuan menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan menjadi kunci keberhasilan skuad muda Pulau Dewata.

Kejurnas Junior U-19 2026 diikuti delapan provinsi, yakni Bali, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan tuan rumah Jawa Timur.

Di tengah persaingan ketat antardaerah, Bali mampu melangkah hingga partai puncak dan memastikan diri sebagai yang terbaik di Divisi I Putra.

Jawa Tengah harus puas sebagai runner-up, sementara Kalimantan Selatan dan Riau berbagi posisi sebagai Juara 3.

Sementara pada kategori Putri Divisi I, Riau berhasil keluar sebagai Juara 1, sedangkan Kalimantan Selatan menempati posisi runner-up.

Bukan Sekadar Medali, tetapi Bukti Regenerasi

Bagi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Bali, keberhasilan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah trofi. Lebih dari itu, gelar juara menjadi indikator bahwa proses pembinaan dan regenerasi atlet muda di Bali berada di jalur yang positif.

Sekretaris Umum ABTI Bali, I Wayan Repiyasa, mengatakan Kejurnas Junior U-19 harus menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun kekuatan bola tangan Bali dan Indonesia.

> Kejurnas Junior ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang siapa yang sedang kita siapkan untuk menjadi kekuatan bola tangan Indonesia di masa depan. Bali ingin membuktikan bahwa pembinaan yang serius akan melahirkan prestasi.”

Menurutnya, kelompok usia junior merupakan fondasi penting dalam menyiapkan atlet menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Karena itu, prestasi di Surabaya diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia muda, sehingga Bali tidak hanya memiliki pemain yang mampu berprestasi hari ini, tetapi juga memiliki generasi penerus yang siap membawa nama Bali di berbagai ajang nasional maupun internasional.

> “Kami berharap capaian ini menjadi acuan dan momentum untuk menyiapkan atlet-atlet Bali menuju PON Beach, Babak Kualifikasi PON, PON 2028, serta berbagai kejuaraan nasional dan internasional lainnya. Jangan sampai kita baru mencari atlet ketika event besar sudah di depan mata. Regenerasi harus dimulai sekarang.”

Juara Hari Ini, Target Lebih Besar Menanti

Repiyasa menegaskan, keberhasilan merebut gelar juara tidak boleh membuat pembinaan berhenti. Justru, kemenangan tersebut harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas latihan, kompetisi, maupun pembinaan atlet secara berkelanjutan.

> “Bali tidak ingin hanya dikenal sebagai daerah yang mampu mengirim tim. Kami ingin Bali dikenal sebagai salah satu kekuatan bola tangan nasional. Juara hari ini harus menjadi awal dari target yang lebih besar.”

Semangat tersebut menjadi penting karena perjalanan atlet junior masih panjang. Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk memenangkan satu pertandingan, melainkan untuk menjadi bagian dari kekuatan bola tangan Bali di masa mendatang.

Dengan pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berjenjang, serta dukungan berbagai pihak, para atlet muda diharapkan mampu berkembang secara teknik, fisik, mental, dan karakter.

Ketua ABTI Bali: Jangan Berhenti pada Satu Kemenangan

Sementara itu, Ketua ABTI Bali Dr (c) I Made Supartha, SH, MH, memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet muda Bali yang berhasil membawa pulang gelar juara dari Surabaya.

Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh insan bola tangan Bali untuk terus bergerak maju.

> “Kami ingin prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh insan bola tangan Bali. Jangan berhenti pada satu kemenangan. Jadikan ini sebagai energi untuk terus berlatih, belajar, dan berkembang. Karena perjalanan seorang atlet tidak ditentukan oleh satu pertandingan, tetapi oleh konsistensi dalam menjalani proses.”

Supartha menilai keberhasilan tim junior Bali merupakan modal penting untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang. Para atlet muda yang kini tampil di level U-19 diharapkan terus mendapatkan ruang untuk berkembang dan berkompetisi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang rutin, hingga persiapan menuju ajang-ajang bergengsi di tingkat nasional.

Dari Surabaya untuk Masa Depan Handball Bali

Gelar Juara 1 Divisi I Putra U-19 2026 menjadi pesan kuat dari Surabaya bahwa bola tangan Bali memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Prestasi ini sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda Bali lainnya untuk berani menekuni olahraga prestasi dan mengejar mimpi hingga ke level nasional.

Namun, kemenangan di Surabaya bukan garis akhir.

Justru dari sinilah pekerjaan besar dimulai: mempertahankan prestasi, meningkatkan kualitas atlet, memperkuat regenerasi, serta menciptakan lebih banyak talenta bola tangan dari Bali.

Sebab, sebuah prestasi besar tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari latihan yang panjang, disiplin, kerja keras, keberanian bertanding, serta dukungan ekosistem olahraga yang kuat.

Dari Surabaya, Bali telah mengirimkan pesan yang jelas. Bali tidak datang untuk sekadar berpartisipasi. Bali datang untuk bersaing, memenangkan pertandingan, dan membangun masa depan bola tangan Indonesia. Satu trofi telah diraih. Namun target berikutnya sudah menanti. Bali siap naik level. Handball Bali siap menjadi kekuatan nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendopo Kuningan Gelar Open House di Hari Raya Idul Fitri 1446 H

    Pendopo Kuningan Gelar Open House di Hari Raya Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Warga antusias datang ke Pendopo Kabupaten Kuningan bersama keluarga untuk open house dengan Bupati dan Wabup, usai Salat Idulfitri di Masjid Syiarul Islam, Senin (31/3/2025). Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menyambut hangat setiap warga dari berbagai unsur untuk muhasafah. “Melalui momen Idulfitri ini, dapat menjadi ruang untuk mempererat tali […]

  • DPRD Badung Matangkan Regulasi Tata Beracara Badan Kehormatan

    DPRD Badung Matangkan Regulasi Tata Beracara Badan Kehormatan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BADUNG |DPRD Kabupaten Badung terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Beracara Badan Kehormatan melalui rapat Panitia Khusus (Pansus) yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Badung, Senin, 8 Juni 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Badan Kehormatan sekaligus Ketua Pansus, I Putu Parwata, didampingi Sekretaris Pansus I Made Yudana. Hadir pula, Anggota […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Ungkap Sertifikat Bermasalah di Tahura Kurang Lebih Capai 373,5 Hektar

    Pansus TRAP DPRD Bali Ungkap Sertifikat Bermasalah di Tahura Kurang Lebih Capai 373,5 Hektar

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Sorotan tajam mengarah pada kawasan Mangrove Bali setelah Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan DPRD Bali, Made Supartha, mengungkap dugaan adanya sertifikat bermasalah yang disebut mencapai luas 373,5 hektare. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih perlu diverifikasi. “Masih benar enggak seluas itu? Saya pun enggak ukur ulang. Banyak kegiatan, Pak kegiatannya […]

  • Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Jajaran Polresta Cirebon menggerebek rumah penyimpanan minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025) malam. Penggerebekan tersebut dilaksanakan dalam razia miras, narkoba, dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polresta Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, jumlah miras yang berhasil diamankan dalam penggerebekan rumah tersebut mencapai […]

  • Politisi Demokrat Sebut Laut Tak Boleh Diperjualbelikan

    Politisi Demokrat Sebut Laut Tak Boleh Diperjualbelikan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyebut bahwa laut adalah milik negara dan tidak boleh diperjualbelikan. Menurut Dede, fenomena sertifikasi lahan di perairan Indonesia merupakan upaya oknum tertentu untuk mengubah wilayah laut menjadi bidang tanah. Berikutnya, kata Dede wilayah laut yang menjadi bidang-bidang tanah tersebut akan dapat diubah menjadi aset […]

  • Mobil ODOL Jadi Masalah, Cerminan Buruknya Sistem Logistik Nasional

    Mobil ODOL Jadi Masalah, Cerminan Buruknya Sistem Logistik Nasional

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Permasalahan menahun terkait Truk Over Dimension Over Loading (ODOL) menjadi isu kompleks di Indonesia yang belum terselesaikan hingga saat ini. Hal tersebut karena melibatkan dimensi keselamatan jalan, kerusakan infrastruktur, perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja. Pemerintah, melalui kebijakan “Zero ODOL” yang direncanakan berlaku penuh pada 2026, menyoroti truk ODOL sebagai penyebab kerugian negara […]

expand_less