Cuhok Desak Kabel Provider Semrawut Ditertibkan: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!
- account_circle admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBRANA – Keberadaan kabel jaringan provider internet yang semrawut dan menjuntai di sejumlah wilayah Kabupaten Jembrana mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Jembrana. Selain mengganggu estetika lingkungan, kabel yang dipasang tidak sesuai standar dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Suastika, yang akrab disapa Cuhok, mengungkapkan pihaknya beberapa waktu lalu sempat melakukan mediasi sekaligus mengadvokasi salah seorang warga yang menjadi korban kabel provider yang berjuntai.
Beruntung, kata Cuhok, pemilik provider telah menunjukkan tanggung jawab dengan menyelesaikan seluruh biaya pengobatan korban. Namun, persoalan tersebut dinilai tidak boleh berhenti pada penyelesaian satu kasus saja.
“Masalahnya bukan sampai di situ. Banyak sekali, terutama di Kabupaten Jembrana, kabel-kabel Wi-Fi itu berjuntai dan semrawut. Bahkan di pedesaan ada yang hanya ditaruh di pagar dan menggunakan tiang seadanya seperti bambu,” ujar Cuhok saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Jembrana, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat membahayakan masyarakat. Pemasangan kabel tanpa memperhatikan aspek keselamatan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan serius apabila kabel melintang di jalan atau berada pada posisi yang mudah tersangkut kendaraan maupun warga.
Cuhok mengimbau masyarakat, perangkat desa, Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga aparat keamanan di tingkat desa untuk aktif melakukan pengawasan. Jika menemukan kabel yang membahayakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Selain faktor keselamatan, penataan kabel juga berkaitan dengan estetika lingkungan. Menurutnya, pembangunan jaringan telekomunikasi harus tetap memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan keindahan wilayah.
“Investasi itu harus baik. Jangan hanya memasang jaringan, tetapi keamanan, kenyamanan dan estetika lingkungan juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cuhok mengatakan DPRD Kabupaten Jembrana tengah mempersiapkan regulasi daerah yang secara khusus mengatur keberadaan dan penataan kabel provider. Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang jelas bagi pemerintah dalam menertibkan kabel-kabel yang dipasang tidak sesuai ketentuan.
Ia juga menyoroti persoalan lain yang selama ini kerap dihadapi masyarakat, yakni sulitnya mengetahui pemilik kabel yang terpasang secara semrawut. Tidak sedikit kabel yang tidak memiliki identitas provider sehingga masyarakat bingung harus melapor kepada siapa ketika kabel tersebut membahayakan.
Cuhok bahkan mendorong adanya langkah tegas terhadap kabel yang tidak jelas pemiliknya dan terbukti membahayakan keselamatan publik.
“Kalau tidak jelas providernya apa, pemiliknya siapa, dan kabel itu membahayakan, ya jangan sampai dibiarkan. Harus ada kebijakan yang jelas, termasuk kemungkinan dipotong atau ditertibkan, daripada membahayakan masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan, kejadian yang dialami korban sebelumnya harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Korban bahkan mengalami luka serius pada bagian tenggorokan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan.
“Korban kemarin tenggorokannya hampir putus. Perawatannya sampai berbulan-bulan di rumah sakit. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ungkapnya.
Cuhok berharap persoalan kabel semrawut tidak hanya menjadi perhatian di Jembrana, tetapi juga mendapat penanganan serius di seluruh kabupaten/kota di Bali. Menurutnya, perkembangan investasi dan kebutuhan jaringan internet harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat.
“Semoga kejadian ini memberikan pembelajaran bagi kita semua. Para pihak harus bisa memproteksi masyarakat. Investasi tetap jalan, tetapi harus mengindahkan keindahan, keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar