Koster Kobarkan Semangat Generasi Muda, Bali Siapkan Fondasi Pembangunan 100 Tahun
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil bagian dalam menyukseskan Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125. Ajakan tersebut disampaikan Koster saat memimpin apel peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan Bali di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berbicara mengenai capaian hari ini, tetapi juga menyangkut bagaimana menyiapkan fondasi yang kuat bagi generasi yang akan datang.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda, mari kita laksanakan dan sukseskan bersama program pembangunan Bali periode 2025–2030 dalam rangka membangun fondasi yang kokoh untuk kesuksesan haluan pembangunan Bali masa depan 100 tahun Bali Era Baru 2025–2125,” tegas Koster.
Menurut Koster, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah perjalanan Bali ke depan. Karena itu, keberlanjutan pembangunan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Memasuki periode keduanya sebagai Gubernur Bali, Koster juga menegaskan sejumlah sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah. Adat, agama, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal disebut tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan Bali.
Ia menegaskan, pembangunan Bali akan terus dijalankan melalui pola pembangunan semesta berencana yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah.
“Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yaitu pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah: satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” ujar Koster.
Koster menyebut perjalanan Bali sebagai sebuah provinsi sejak 1958 telah melewati proses panjang. Karena itu, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai capaian, mengevaluasi perjalanan pembangunan, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi masa depan.
“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah berdirinya Provinsi Bali, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas berbagai capaian pembangunan, sekaligus memperkuat tekad dan komitmen dalam membangun Bali ke depan,” imbuhnya.
Salah satu tonggak penting yang disoroti Koster adalah lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi tersebut dinilai memberikan landasan hukum yang semakin kuat bagi Bali dalam menentukan arah dan tatanan pembangunan sesuai karakteristik serta kebutuhan daerah.
“Undang-Undang Provinsi Bali telah dijadikan sebagai payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru tahun 2025 sampai 2125,” jelas Koster.
Bagi Bali, Haluan Pembangunan 100 Tahun bukan sekadar dokumen perencanaan jangka panjang. Gagasan tersebut menjadi arah pembangunan lintas generasi agar kemajuan ekonomi, pelestarian adat dan budaya, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Di momentum Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali ini, Koster kembali menekankan pentingnya membangun Bali dengan visi jangka panjang. Generasi muda pun didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi bagian penting dari pelaku yang akan menentukan wajah Bali pada masa depan.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar