Breaking News
light_mode
Trending Tags

Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama Warning Keras!!! Perjuangan 15 Tahun Pengakuan Status UNESCO Jatiluwih Terancam Komersialisasi Berlebihan

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Polemik pengelolaan kawasan Subak Jatiluwih terus memanas, setelah Pansus TRAP DPRD Bali menutup sejumlah bangunan liar di kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO tersebut.

Respon tegas datang dari Anggota DPR RI Komisi IV, Adi Wiryatama yang memperingatkan ancaman serius terhadap status bergengsi UNESCO yang diraih melalui perjuangan panjang.

Dalam pernyataan yang disampaikan penuh emosi dan keprihatinan, Adi mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO tidak datang dengan mudah. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut adalah hasil kerja panjang lebih dari 15 tahun, dimulai saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tabanan.

“Perjuangan panjang mulai dari menjabat Bupati Kabupaten Tabanan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO jangan dirusak hanya untuk kepentingan sesaat. Mari duduk bersama mencari solusi yang terbaik antara pemerintah, masyarakat petani, dan pengusaha agar Jatiluwih tetap menjadi salah satu desa terbaik dunia,” tegas Adi Wiryatama, saat dikonfirmasi awak media, Minggu, 7 Desember 2025.

Peringatan keras itu memantik kekhawatiran publik, terlebih di tengah maraknya komersialisasi pariwisata, konflik kepentingan, dan tekanan pembangunan massif yang berpotensi mengubah wajah asli Jatiluwih.

Adi Wiryatama menegaskan pelestarian warisan budaya dunia harus menjadi prioritas nyata, bukan slogan semata. Ia turut mengapresiasi langkah Pansus TRAP DPRD Bali dalam mempertahankan keaslian kawasan tersebut.

“Saya mengapresiasi kerja Pansus TRAP DPRD Bali. Upaya mempertahankan warisan budaya Jatiluwih harus terus diperkuat,” terangnya.

Petani Subak Disebut “Perlawanan Marhaen” Terhadap Kapitalisme Pariwisata

Sebelumnya, ekonom Jro Gde Sudibya menilai munculnya seng dan plastik hitam yang dipasang petani sekaligus pelaku usaha mikro sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan komersialisasi pariwisata. Menurutnya, masyarakat lokal sering terjepit di tengah geliat ekonomi yang tidak berpihak.

Merujuk ajaran Soekarno, kelompok petani ini disebutnya sebagai “Si Marhaen”, yang berjuang melawan “exploitation d’lome parlome” atau penghisapan manusia oleh manusia lainnya.

Lebih lanjut, Sudibya menyebut para penguasa semestinya berpihak kepada petani sebagai bentuk nyata kebijakan preferential for the poor dan pembumian ajaran Tri Sakti.

Pansus TRAP Dipuji, Pemerintah Diminta Beri Kepastian dan Solusi

Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta juga memuji keberanian Pansus TRAP DPRD Bali menertibkan bangunan liar. Ia menegaskan pemerintah harus memberi langkah konkret, bukan hanya sebatas aturan.

Selanjutnya, ia menekankan kesejahteraan petani subak harus diprioritaskan, mulai dari pembebasan pajak lahan, jaminan pembelian hasil panen, hingga alokasi anggaran pertanian yang proporsional.

“Jangan sampai jargon bela wong cilik atau marhaen, tetapi petani dicekik. Petani dibiarkan miskin sehingga tergoda melalukan praktik alih fungsi lahan,” ujarnya.

Peringatan UNESCO sebelumnya terkait kelestarian lansekap subak dan sumber air menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah. Suasta mengingatkan komitmen pelestarian akan tampak pada rancangan APBD, bukan hanya retorika.

“Jika mereka berbicara Subak, dinilai hanya sebatas lip service. Bali identik pertanian dari Subak warisan Rsi Markendnya,” tutupnya.

Masyarakat Jatiluwih kini menanti langkah konkret pemerintah dan pelaku pariwisata agar desa yang menjadi ikon dunia ini tidak hanya bertahan, tetapi tetap bersinar sebagai warisan budaya Bali yang mendunia. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Pansus TRAP Temukan Pelanggaran Berat, Pembangunan JW Marriott Resmi Dihentikan Sementara

    Sidak Pansus TRAP Temukan Pelanggaran Berat, Pembangunan JW Marriott Resmi Dihentikan Sementara

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com | Pembangunan Hotel JW Marriott di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar, resmi dihentikan sementara oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Kamis, 27 November 2025.  Keputusan ini diambil setelah sidak menemukan dugaan pelanggaran berat berupa saluran irigasi subak yang tertutup dan kini berada didalam struktur bangunan hotel. Dalam […]

  • Waka Bidang Hukum PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu Dr. Sugiarto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dedikasikan untuk Membela Wong Cilik

    Waka Bidang Hukum PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu Dr. Sugiarto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dedikasikan untuk Membela Wong Cilik

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bengkulu
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, matacompas.com – Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Dr. Sugiarto, SH, MH, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah sukses menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Borobudur, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Pencapaian akademik tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Dr. Sugiarto yang selama ini dikenal sebagai advokat nasional, aktivis hukum, […]

  • Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar Bali, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H, melakukan kunjungan silaturahmi ke Puri Peguyangan, di Denpasar Utara, pada Selasa siang, 17 Februari 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda awal kepemimpinannya di wilayah hukum Polresta Denpasar yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan unsur adat […]

  • Dapur Sekolah MBG Langkah Nyata Bangun Usaha Kecil

    Dapur Sekolah MBG Langkah Nyata Bangun Usaha Kecil

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (FK-UKM RI), Wahyu Raja Intan mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya program ini memiliki daya ungkit untuk menggerakan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang nyata. Rantai pasok ke dapur MBG harus melibatkan para pelaku usaha kecil, […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Selidiki Marina Internasional di Serangan, Isu Abrasi hingga Lokasi Jadi Sorotan

    Pansus TRAP DPRD Bali Selidiki Marina Internasional di Serangan, Isu Abrasi hingga Lokasi Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com |  Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali meningkatkan pengawasan terhadap proyek Marina Internasional di kawasan Serangan yang dikembangkan PT Bali Turtle Island Development (BTID). Fokus perhatian Pansus tidak hanya pada aspek perizinan, tetapi juga kewenangan pengelolaan wilayah laut serta potensi dampak lingkungan pesisir. Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, […]

  • NCW Bali Ultimatum Keras MoU Gubernur Bali – Agus Andrianto: Bukan Seremoni, Negara Harus Hadir Nyata

    NCW Bali Ultimatum Keras MoU Gubernur Bali – Agus Andrianto: Bukan Seremoni, Negara Harus Hadir Nyata

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, 27 April 2026 — Penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Namun di balik seremoni tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah National Corruption Watch (NCW) Bali justru melihatnya sebagai titik krusial untuk menguji keseriusan negara […]

expand_less