Buka Akses 1,5 Km di Sangketan, Demokrat Penebel Pangkas Jarak Warga Menuju Sekolah dan Pura Tambawaras
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN | Kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat mendorong Ketua PAC Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., bersama jajaran dan masyarakat membuka akses jalan baru sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Pembangunan akses tersebut dilakukan sebagai upaya menjawab aspirasi warga yang selama ini membutuhkan jalur transportasi yang lebih dekat dan memadai. Jalan baru itu dirancang menghubungkan kawasan Munduk Dawa, Puring dan Pekandalen menuju SD Negeri 6 Penatahan di Sangketan serta Pura Luhur Tambawaras.
I Made Suka Wijaya mengatakan, pembangunan jalan tersebut berawal dari melihat potensi wilayah Sangketan yang cukup besar namun masih membutuhkan dukungan aksesibilitas.
“Wilayah Sangketan ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Melihat hal tersebut, ada dorongan kuat dari masyarakat, inisiatif murni dari saya, serta dukungan teman-teman di sini untuk membuka akses jalan ini,” kata Made Suka Wijaya saat ditemui di lokasi pembangunan jalan, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya bertujuan membuka jalur transportasi baru, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Salah satunya adalah mempermudah anak-anak menuju sekolah serta memperlancar mobilitas warga yang hendak melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Tambawaras.
Dalam prosesnya, PAC Demokrat Penebel tidak bekerja sendiri. Keterbatasan pembiayaan membuat pembangunan dilakukan melalui kolaborasi dengan jajaran Partai Demokrat, mulai dari tingkat Provinsi Bali, pusat, daerah hingga dukungan dari perwakilan di DPR RI.
Semula, berdasarkan proposal awal, pekerjaan jalan ditargetkan rampung dalam waktu enam hari. Namun, kondisi medan dan pekerjaan di lapangan membuat proses pembangunan telah berlangsung selama delapan hari dan hingga kini akses tersebut belum sepenuhnya tembus.
Panjang jalan yang dibuka diperkirakan mencapai 1,5 kilometer. Jika nantinya rampung, jalur tersebut diharapkan mampu memangkas jarak tempuh masyarakat menuju berbagai titik penting di wilayah tersebut.
“Adanya jalan baru, kami berharap masyarakat memiliki akses yang lebih dekat menuju titik-titik vital, terutama untuk menyekolahkan anak-anak ke SD Negeri 6 dan mempermudah persembahyangan,” ujarnya.
Selain menghubungkan kawasan permukiman dengan sekolah dan tempat ibadah, akses tersebut juga diarahkan untuk membuka konektivitas menuju Muncak Sari yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat.
Jalan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 500 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah titik. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga merupakan penduduk asli yang bermukim di wilayah sekitar.
Keberadaan akses jalan juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari. Untuk menunjang keamanan dan mobilitas warga, penerangan jalan telah difasilitasi dan berjalan melalui dukungan pemerintah daerah.

“Aktivitas warga di malam hari tetap ada. Untuk penerangan jalan sudah difasilitasi dan berjalan dari pihak Pemda,” kata Made Suka Wijaya.
Dari sisi pembebasan lahan, ia memastikan seluruh proses persetujuan dengan masyarakat telah diselesaikan. Setiap kesepakatan telah dituangkan secara tertulis melalui surat perjanjian yang ditandatangani para pihak.
“Sejauh ini belum ada kendala. Semua persetujuan pembebasan lahan sudah aman dan ada hitam di atas putih, termasuk surat perjanjian bertanda tangan,” jelasnya.
Made Suka Wijaya juga mengapresiasi kekompakan masyarakat yang ikut bergotong royong dalam proses pembukaan jalan. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembangunan akses tersebut.
Pada saat pengerjaan berlangsung, tidak seluruh pengurus maupun warga dapat hadir karena sebagian masyarakat tengah mempersiapkan upacara odalan di Pura Luhur Tambawaras.
“Masyarakat sangat kompak dan mendukung. Hari ini tidak semua pengurus bisa hadir karena ada persiapan upacara odalan di Pura Tambawaras. Sebagian besar warga dan pengurus sedang bergotong royong (ngayah), baik di Munduk Dawa maupun di Pekandelan. Jadi, hanya beberapa dari kami yang bisa hadir saat ini,” pungkasnya.
Dengan dibukanya akses baru tersebut, pembangunan jalan di Sangketan diharapkan tidak berhenti sebatas membuka jalur transportasi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat, memperpendek akses menuju fasilitas pendidikan dan tempat ibadah, sekaligus membuka peluang mobilitas ekonomi warga di wilayah Penebel.
Reporter: Putu Ivan
Redaktur: Ivan Ernawan
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar