Breaking News
light_mode
Trending Tags

BBM Langka, Dr. Somvir Desak Pertamina dan Pengelola SPBU Bertanggung Jawab: Masyarakat Bali Berhak Dapat Kompensasi!

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menuai sorotan anggota DPRD Provinsi Bali, dr. Somvir.

Ketua Fraksi NasDem–Demokrat DPRD Bali itu mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait, mulai dari pengelola SPBU, distributor BBM, hingga Pertamina. Ia menilai, persoalan distribusi BBM tidak semestinya hanya dijelaskan dengan alasan keterlambatan pasokan, tetapi harus disertai evaluasi manajemen dan langkah konkret untuk memulihkan kondisi di masyarakat.

Dr. Somvir juga menuntut agar kerugian material maupun dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat Bali mendapat perhatian serius. Menurutnya, kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional hotel, restoran, serta aktivitas para pekerja di berbagai sektor.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kerugian ini? Pemilik SPBU, distributor BBM, sekaligus Pertamina harus dievaluasi. Harus ada tanggung jawab dan sanksi. Tidak bisa setiap persoalan hanya dijawab dengan alasan keterlambatan,” tegas Dr. Somvir saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).

Ia menilai, kondisi yang memicu kepanikan masyarakat di berbagai wilayah Bali tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengelolaan dan distribusi BBM. Menurutnya, profesionalisme manajemen menjadi hal mendasar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dr. Somvir yang juga wakil sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali meminta pihak terkait tidak berhenti pada janji bahwa pasokan akan kembali normal dalam dua atau tiga hari. Baginya, pemulihan distribusi memang mendesak, tetapi pertanggungjawaban atas dampak yang dirasakan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

“Jangan hanya menjanjikan dua atau tiga hari akan normal. Masyarakat sudah mengalami banyak kerugian. Ada yang kesulitan pergi ke sekolah, bekerja, hingga menjalankan usaha. Hotel dan restoran juga bisa terdampak. Lalu, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?” ujar politisi asal Partai Nasdem ini.

Tuntut Kompensasi, Bukan Sekadar Janji

Lebih jauh, Dr. Somvir mendorong adanya kompensasi yang nyata bagi masyarakat Bali atas dampak kelangkaan BBM. Bentuknya, menurut dia, perlu dibahas secara konkret oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), maupun skema kompensasi lain yang sesuai dengan ketentuan.

Ia berpendapat, perusahaan yang selama ini memperoleh keuntungan dari aktivitas usahanya juga harus menunjukkan tanggung jawab ketika persoalan operasional berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Harus ada tanggung jawab moral. Kami meminta ada sanksi dan kompensasi kepada masyarakat, apakah dalam bentuk CSR atau mekanisme lainnya. Jangan sampai persoalan ini selesai hanya dengan pertemuan dan janji-janji,” tegasnya.

Dr. Somvir juga meminta agar Pertamina mengevaluasi manajemen distribusi BBM dan mengambil langkah yang diperlukan terhadap pihak-pihak yang terbukti tidak menjalankan tugas secara optimal.

Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab gangguan pasokan, termasuk apakah terdapat kelemahan dalam perencanaan, pengelolaan stok, maupun distribusi BBM ke SPBU.

Ia turut menyoroti pentingnya memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara profesional. Namun, dugaan mengenai lemahnya manajemen maupun faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap persoalan ini, menurutnya, harus ditelusuri melalui evaluasi yang objektif.

Jangan Biarkan Masyarakat Menanggung Beban

Dr. Somvir menegaskan, masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung sendiri dampak dari gangguan distribusi BBM. Ia meminta pasokan segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi, pelayanan, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Ia juga mendesak pihak manajemen terkait menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bali sebagai bentuk tanggung jawab moral atas situasi yang terjadi.

“Manajemen harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bali. Kalau memang terbukti ada kegagalan dalam pengelolaan, harus ada pertanggungjawaban dan sanksi sesuai ketentuan. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban,” katanya.

Dr. Somvir mengingatkan, penanganan persoalan ini tidak cukup hanya berfokus pada normalisasi pasokan dalam jangka pendek. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan adanya evaluasi menyeluruh agar sistem distribusi BBM lebih andal dan kejadian serupa tidak kembali mengganggu kehidupan masyarakat.

Baginya, yang paling mendesak saat ini adalah memulihkan pasokan, memastikan penyebab persoalan terungkap, serta menghadirkan langkah pertanggungjawaban yang jelas.

“Kami meminta tanggung jawab, evaluasi, sanksi, dan kompensasi bagi masyarakat. Yang terpenting, pasokan segera dipulihkan dan persoalan seperti ini jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Marina Serangan: Izin Pusat, Dampak di Daerah

    Polemik Marina Serangan: Izin Pusat, Dampak di Daerah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Di tengah klaim bahwa seluruh perizinan telah “clear”, aktivitas pengurukan untuk proyek Marina di Serangan, justru memunculkan pertanyaan serius: apakah izin yang ada benar-benar sejalan dengan perlindungan lingkungan pesisir Bali, atau sekadar memenuhi prosedur administratif? Menteri Lingkungan Hidup membuka peluang review, sementara pemerintah daerah menegaskan proyek sudah berjalan berbekal izin KKPRL. Proyek […]

  • RDP Pansus TRAP Bali Soroti Tata Ruang Pecatu, Luwir Wiana: Regulasi Harus Ditegakkan

    RDP Pansus TRAP Bali Soroti Tata Ruang Pecatu, Luwir Wiana: Regulasi Harus Ditegakkan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR | Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Luwir Wiana menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) sekaligus pendalaman materi dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bali tentang Penegakan Peraturan Daerah Terkait Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (TRAP) di Ruang Rapat Gabungan Lantai III, Gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis, 25 Juni 2026. Dalam RDP tersebut, Luwir […]

  • Kejati Bali Siap Panggil BTID, Polemik Tukar Guling Mangrove Serangan Makin Terang Benderang

    Kejati Bali Siap Panggil BTID, Polemik Tukar Guling Mangrove Serangan Makin Terang Benderang

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik tukar guling lahan mangrove di kawasan Serangan memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memastikan akan memanggil PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk dimintai klarifikasi terkait pengembangan KEK Kura Kura Bali. Langkah ini diambil setelah tim penyelidik lebih dulu menelusuri validitas data lahan pengganti di Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Dua wilayah […]

  • Putri Koster: Jangan Sampai Aksara Bali Hilang di Tengah Perubahan Zaman.

    Putri Koster: Jangan Sampai Aksara Bali Hilang di Tengah Perubahan Zaman.

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus mempelajari, menggunakan, dan mewariskan bahasa, aksara, serta sastra Bali kepada generasi mendatang. Menurutnya, pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya mengandalkan regulasi pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat secara langsung. Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat menghadiri […]

  • Rugikan Negara, Kejati DKJ Ringkus 3 Tersangka Kasus Kredit Bank Jatim

    Rugikan Negara, Kejati DKJ Ringkus 3 Tersangka Kasus Kredit Bank Jatim

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta kembali bertindak tegas menjebloskan 3 tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit perbankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Cabang Jakarta yang merugikan keuangan negara Rp569.425.000.000 Ke Rumah Tahanan Cabang Kejaksaan Agung. “Tersangka BS ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Tersangka BN di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta […]

  • Praperadilan Made Daging: Nyali dan Independensi Hakim Diuji, Putusan Dibacakan Besok

    Praperadilan Made Daging: Nyali dan Independensi Hakim Diuji, Putusan Dibacakan Besok

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR — Sorotan kini tertuju pada keberanian dan independensi hakim dalam memutus praperadilan jilid II yang diajukan mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, I Made Daging. Setelah rangkaian persidangan yang menguji penetapan tersangka hingga keabsahan penahanan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dijadwalkan membacakan putusan pada Selasa (13/10/2026). Di tengah suasana persidangan yang […]

expand_less