Imigrasi Seragamkan 254 Titik Layanan di Indonesia: Kini Bernama Beranda Imigrasi
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matacompas.com – Direktorat Jenderal Imigrasi menetapkan “Beranda Imigrasi” sebagai jenama tunggal untuk 254 titik pelayanan keimigrasian di luar gedung Kantor Imigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penyeragaman nama ini bertujuan memudahkan masyarakat mengenali dan menemukan lokasi pelayanan imigrasi di berbagai ruang publik.
Sebanyak 254 titik layanan tersebut terdiri dari 156 Mal Pelayanan Publik (MPP), 33 Unit Layanan Paspor (ULP), 20 Immigration Lounge, 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP)/Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), 15 Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK), 13 Ultima I’m SeZ, serta satu Immigration Corner.
Dengan kebijakan ini, seluruh unit pelayanan tersebut kini menggunakan nama Beranda Imigrasi sebagai identitas bersama.
Perubahan jenama ini juga berdampak pada penamaan lokasi di Google Maps dan aplikasi M-Paspor. Masyarakat dapat mencari titik layanan keimigrasian di luar kantor imigrasi menggunakan format “Beranda Imigrasi” diikuti nama area atau lokasi.
Sebagai contoh, lokasi yang sebelumnya bernama “Immigration Lounge Senayan City Mall” kini menjadi “Beranda Imigrasi Senayan City Mall”.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa penyeragaman nama tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mengurangi kebingungan masyarakat akibat beragam istilah dan singkatan yang selama ini digunakan untuk menyebut unit layanan keimigrasian di luar kantor.
“Selama ini masyarakat mungkin familiar dengan istilah ULP, UKK, atau Immigration Lounge. Dengan menghadirkan nama tunggal Beranda Imigrasi, kami ingin masyarakat dari berbagai kalangan dapat langsung mengenali tempat pelayanan imigrasi dengan mudah di mana pun mereka berada,” kata Hendarsam.
Hendarsam menambahkan, pemilihan nama Beranda Imigrasi memiliki filosofi tersendiri. Beranda dimaknai sebagai titik temu terdepan sebuah rumah sebelum seseorang melangkah menuju tempat baru.
Filosofi tersebut mencerminkan kehangatan, keramahan, dan keterbukaan Imigrasi Indonesia dalam melayani serta mendampingi masyarakat pada setiap awal perjalanan.
“Gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan berkonsep ramah dan bersahabat yang mengikis kesan kaku birokrasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban administratif dan profesionalisme. Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi,” lanjutnya.
Menurut Hendarsam, keberadaan Beranda Imigrasi di pusat keramaian publik, seperti pusat perbelanjaan, kampus, hingga kawasan terpadu, menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui penempatan di berbagai lokasi strategis tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan keimigrasian tanpa harus selalu datang ke gedung kantor imigrasi.
“Dengan mengusung semangat pelayanan yang dekat, hangat, dan ramah, Beranda Imigrasi siap menjadi sahabat masyarakat dalam mempersiapkan dokumen perjalanan menuju berbagai penjuru dunia,” kata Hendarsam Marantoko.
Oleh karena itu, pihaknya berharap penyeragaman identitas ini memperkuat kemudahan akses informasi, sekaligus menghadirkan pengalaman pelayanan keimigrasian yang lebih mudah dikenali, nyaman, dan profesional bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (Red).
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar