Bidik Energi Hijau, Gubernur Koster Buka Pintu Kerja Sama Bali-Ningxia
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik tawaran kerja sama dari Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok, di lima sektor strategis, yakni kebudayaan, pariwisata, perdagangan, pertanian, dan energi hijau.
Untuk merealisasikan peluang tersebut, Koster mengusulkan pembentukan tim khusus yang bertugas mengoordinasikan komunikasi, mengidentifikasi potensi kolaborasi, serta merumuskan program kerja sama konkret antara Pemerintah Provinsi Bali dan Ningxia.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, saat menerima audiensi delegasi Ningxia yang dipimpin anggota Komite Tetap Komite Partai Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia sekaligus Kepala Departemen Front Persatuan, Dou Jingli, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (28/10/2026) pagi.
“Terima kasih atas kunjungannya ke Bali. Saya menyambut baik tindak lanjut kerja sama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Terkait penawaran kerja sama yang disampaikan, kami sangat setuju,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini berfokus pada pengembangan energi bersih dan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan energi hijau menjadi salah satu bidang potensial yang dapat dijajaki bersama Ningxia.
Selain itu, kerja sama kebudayaan, pariwisata, perdagangan, dan pertanian juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan kedua daerah.
“Untuk tindak lanjut pertemuan ini, sebaiknya dibentuk tim yang mengomunikasikan dan merumuskan rencana kerja sama,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster juga mengungkapkan rencana kunjungannya ke Tiongkok pada November 2026.
Ia membuka peluang untuk memasukkan Ningxia dalam agenda kunjungan tersebut, dengan menyesuaikan jadwal yang telah direncanakan.
Pihaknya berharap kunjungan itu dapat memperkuat komunikasi sekaligus memberikan ruang bagi pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kemitraan antara Bali dan Ningxia.
Sementara itu, Dou Jingli menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menjelaskan, kunjungan delegasi Ningxia merupakan bagian dari tindak lanjut kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, sekaligus upaya menjajaki kemitraan antar daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kunjungan kami di Bali. Kami berharap melalui pertemuan ini, kita dapat bertukar pikiran mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di Bali sekaligus menjajaki peluang kerja sama ke depan,” kata Dou Jingli.
Dou Jingli memaparkan, Ningxia merupakan daerah otonom setingkat provinsi di Tiongkok dengan jumlah penduduk sekitar 7,32 juta jiwa.
Wilayah tersebut memiliki kekayaan budaya, sejarah panjang, serta masyarakat yang terbuka dan menjunjung tinggi toleransi.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut memiliki kesamaan dengan kehidupan masyarakat Bali sehingga dapat menjadi salah satu landasan untuk membangun hubungan yang lebih erat.
Ningxia juga memiliki potensi di bidang sumber daya alam, pariwisata, pertanian, perdagangan, dan energi hijau. Potensi tersebut dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.
Dou Jingli menyebutkan, Ningxia telah menjalin hubungan kerja sama dengan 69 kota atau provinsi di berbagai negara. Pihaknya berharap Bali dapat menjadi salah satu mitra berikutnya melalui pengembangan kemitraan yang berkelanjutan.
“Kami berharap hubungan Ningxia Hui dan Bali dapat semakin erat. Ada banyak bidang yang bisa kita kembangkan bersama, terutama kebudayaan dan pariwisata, perdagangan, pertanian, serta energi hijau,” paparnya.
Dalam sektor kebudayaan dan pariwisata, Ningxia memandang Bali sebagai destinasi internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya program kolaboratif.
Selain itu, delegasi Ningxia menawarkan penjajakan kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, dan pengembangan energi hijau.
Kedua pihak juga membuka peluang pembentukan kemitraan sister province atau provinsi bersaudara sebagai landasan hubungan jangka panjang.
Dou Jingli turut mengundang Koster untuk berkunjung ke Ningxia guna mempererat hubungan, meningkatkan komunikasi, serta membahas peluang kerja sama secara langsung.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kemitraan antara Pemerintah Provinsi Bali dan Ningxia.
Tindak lanjut melalui komunikasi antarpihak dan perumusan program bersama diharapkan dapat menghasilkan kerja sama konkret yang mendukung prioritas pembangunan kedua daerah.
Turut hadir dalam audiensi tersebut, Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, serta jajaran delegasi Ningxia.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar