Hari Raya Saraswati 2026, Dr Ketut Rochineng Ajak Umat Hindu Jadikan Ilmu Pengetahuan sebagai Pedoman Hidup dan Landasan Membangun Bali
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULELENG, MATACOMPAS.COM – Umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia memperingati Hari Raya Saraswati pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertepatan dengan Saniscara Umanis Watugunung. Hari suci ini merupakan momentum sakral untuk memuliakan turunnya ilmu pengetahuan suci yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati sebagai manifestasi Tuhan dalam memberikan anugerah pengetahuan, kebijaksanaan, dan kecerdasan kepada umat manusia.
Dalam peringatan Hari Raya Saraswati tahun ini, Anggota DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr I Ketut Rochineng, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Saraswati kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Bali dan Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, Hari Raya Saraswati bukan sekadar perayaan keagamaan dan tradisi ritual, melainkan momentum penting untuk kembali merenungkan makna ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia.
Ilmu pengetahuan merupakan sumber penerang kehidupan. Dengan ilmu, manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah, membangun kebijaksanaan, serta menjalankan kehidupan berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan dharma.
Peringatan Saraswati juga mengingatkan bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang hendaknya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi harus memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ilmu Pengetahuan Harus Melahirkan Kebijaksanaan
Dr I Ketut Rochineng memandang bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan budaya.
Karena itu, semangat Hari Raya Saraswati harus menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta mengembangkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, masyarakat dituntut memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menerima maupun menggunakan informasi.
Pengetahuan harus berjalan beriringan dengan etika, moralitas, dan tanggung jawab. Sebab, kecerdasan tanpa kebijaksanaan berpotensi kehilangan arah, sementara ilmu yang dilandasi dharma akan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Menjaga Tradisi, Memperkuat Generasi Muda Bali
Lebih jauh, peringatan Hari Raya Saraswati juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga warisan agama, adat, seni, dan budaya Bali.
Generasi muda diharapkan tidak hanya unggul dalam pendidikan formal dan penguasaan teknologi, tetapi juga memahami akar budaya serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Dengan demikian, kemajuan Bali dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan jati diri masyarakatnya.
Momentum Saraswati hendaknya menjadi pengingat bahwa pendidikan dan pengetahuan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Bali yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui peringatan Hari Raya Saraswati 2026, Dr I Ketut Rochineng berharap seluruh umat senantiasa memperoleh anugerah ilmu pengetahuan, kejernihan pikiran, kebijaksanaan, serta tuntunan dalam menjalani kehidupan.
Semangat Saraswati diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan persembahyangan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dengan terus belajar, berbagi pengetahuan, menjaga keharmonisan, dan mengamalkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar