Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proyek FSRU LNG di Perairan Serangan, Putu Suasta Sebut Risiko Lingkungan dan Ledakan Mengkhawatirkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan proyek Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) di kawasan Sidakarya-Serangan, Bali, kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan.

Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu Putu, Putu Suasta menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

“Pembangunan pelabuhan FSRU LNG di Sidakarya-Serangan dinilai tidak layak secara lingkungan, harus hati-hati dalam mengambil kebijakan agar tidak sembrono,” kata Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University di Denpasar, Rabu, 25 Maret 2026.

Risiko Lingkungan dan Pengerukan Masif

Proyek Terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD yang digarap PT Dewata Energi Bersih itu telah mengantongi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

SKKL tersebut menetapkan kelayakan lingkungan untuk kegiatan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur Terminal LNG Provinsi Bali berkapasitas 170 MMSCFD. Proyek yang digarap oleh PT Dewata Energi Bersih ini berlokasi di Desa Sidakarya, Desa Sanur Kauh, Kelurahan Serangan, Kelurahan Sesetan, dan Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta, pada 31 Oktober 2025.

Meski demikian, Putu Suasta menyoroti potensi dampak besar dari proses pengerukan laut yang diperlukan untuk mendukung operasional pelabuhan.

Untuk itu, Pelabuhan FSRU LNG itu tidak bisa dilakukan di Sidakarya, karena akan mengeruk lumpur sebanyak-banyaknya sebesar 50 juta meter kubik, sehingga diperlukan 2 tahun untuk mencari kedalaman 17 meter.

Aktivitas ini dinilai berisiko merusak ekosistem laut, termasuk flora dan fauna di kawasan tersebut.
Selain itu, proyek ini juga disebut berpotensi mengancam sekitar 7 hektar hutan mangrove yang dilindungi undang-undang, termasuk rencana penanaman pipa LNG di kawasan Tahura Ngurah Rai.

Sorotan Dugaan Praktek Makelar Proyek

Putu Suasta juga mengkritisi aspek tata kelola proyek, termasuk dugaan adanya praktik perantara atau makelar proyek yang belum memiliki kepastian investor.

“Yang merajalela sekarng adalah Makelar proyek. Pedagang perantara. Investornya belum ada, nanti kesempatan itu yang akan ditawarkan,” kata Putu Suasta.

Ancaman Sosial dan Konflik Nelayan

Dari sisi sosial, proyek ini berpotensi memicu konflik di masyarakat pesisir. Sedikitnya lima kapal nelayan disebut harus berpindah dari wilayah terdampak.

Selain itu, aktivitas proyek juga dinilai akan mengganggu alur pelayaran di kawasan Serangan dan Benoa, yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas laut di Bali.

Dampak Besar terhadap Pariwisata Bali

Lebih jauh, Putu Suasta mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas energi skala besar di kawasan strategis pariwisata, seperti Sanur, Serangan, Kuta hingga Tanjung Benoa dapat berdampak fatal bagi citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Putu Suasta mencontohkan kondisi di Candidasa yang mengalami penurunan kunjungan wisata akibat keberadaan fasilitas energi disekitarnya.

“Lihat saja contohnya di Candidasa. Sekarang sudah mati sepi, karena didekatnya ada depo minyak dan sekarang air lautnya di permukaannya ada buku-buku minyak. Wisatawan mancanegara yang menginap disana langsung menyingkir dan tidak pernah kembali,” tegasnya.

Menurutnya, di era digital, dampak negatif terhadap lingkungan akan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi wisatawan global.

Peringatan Risiko Ledakan
dan Dampak Luas

Putu Suasta juga mengingatkan potensi risiko kebakaran dan ledakan dari fasilitas energi tersebut yang dapat berdampak luas terhadap kawasan vital Bali.

“Itu juga bisa terjadi di Badung atau Denpasar. Kalau tangki bahan bakarnya terbakar dan meledak, maka terkena dampaknya adalah Bandara, Sanur, Benoa hingga Nusa Dua, maka pariwisata Bali akan tamat,” kata Putu Suasta.

Putu Suasta menilai pemerintah harus belajar dari konflik global, saat infrastruktur energi kerap menjadi sasaran utama.

Minta Pemerintah Tidak Abaikan Aspirasi Masyarakat

Putu Suasta menegaskan pentingnya pemerintah, khususnya Pemda Bali, untuk tidak mengabaikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melanjutkan proyek.

Ditengah polemik LNG, muncul pula rencana pembangunan tangki minyak skala besar di Kabupaten Badung yang turut menuai penolakan.

Koordinator Wilayah APUDSI Bali, I Ketut Sae Tanju, menyatakan proyek tersebut berisiko tinggi terhadap lingkungan, budaya, serta keberlanjutan ekonomi Bali. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Sekolah Gelapkan Dana Akhirnya Ditangkap Polisi

    Kepala Sekolah Gelapkan Dana Akhirnya Ditangkap Polisi

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 913
    • 0Komentar

    BEKASI,JARRAKPOS.COM – Polres Metro Bekasi mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan dana sekolah sebesar ratusan juta rupiah. Dua orang ditangkap terkait kasus korupsi tersebut. “Kasus ini melibatkan dua tersangka, yakni Alwi Alatas (Kepala SDIT Atssurayya) dan Holisoh Nurul Hilda (bendahara sekolah),” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Mustofa, Jumat (21/3/2025). Kasus dugaan tindak pidana penggelapan […]

  • Kecelakaan di Tol Gempol – Pasuruan Bus Tabrak Truk Wing Box, Sopir Meninggal Dunia

    Kecelakaan di Tol Gempol – Pasuruan Bus Tabrak Truk Wing Box, Sopir Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PASURUAN,JARRAKPOS.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (14/4/2025) pagi. Sebuah bus menabrak bagian belakang truk wing box, menyebabkan sopir bus tewas dan empat penumpang luka. Kronologi Kecelakaan : Truk Hino wing box melaju dari Jakarta menuju Denpasar, namun ditabrak dari belakang oleh bus Akas di KM 796,200 jalur A. […]

  • “Tetap Sehat di Negara yang Sakit”: Jeruxpres Berbagi Es Jeruk di Tengah Antrean BBM Bali

    “Tetap Sehat di Negara yang Sakit”: Jeruxpres Berbagi Es Jeruk di Tengah Antrean BBM Bali

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Di tengah panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) yang membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kepedulian terhadap sesama hadir melalui aksi sederhana yang sarat makna. Arya Nata Wijaya, owner Jeruxpres, turun mengambil bagian dengan membagikan es jeruk peras gratis kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Disorot Publik, Komitmen Jaga Alam Diuji Pembuktian

    Pansus TRAP DPRD Bali Disorot Publik, Komitmen Jaga Alam Diuji Pembuktian

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dukungan terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Bali terus menguat dari berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya dari kalangan legislatif, apresiasi kini datang dari tokoh seni hingga Gubernur Bali, menandai besarnya harapan publik terhadap langkah nyata penyelamatan alam Pulau Dewata. Ketua Yayasan Kesenian Bali, Kadek Arimbawa alias Lolak, […]

  • Cek Lapangan Batam-Medan, Imigrasi Temukan Indikasi Perusahaan Fiktif

    Cek Lapangan Batam-Medan, Imigrasi Temukan Indikasi Perusahaan Fiktif

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Matacompas.com Medan – Petugas Keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia menemukan indikasi kuat dugaan adanya perusahaan fiktif dan pelanggaran dokumen keimigrasian yang melibatkan seorang warga negara (WN) China bernama Lincheng Huang atau LH. Temuan ini terungkap setelah tim Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian melakukan pengecekan lapangan intensif di Kota Medan dan Kota […]

  • Dorong Pemberdayaan UMKM, Wabup Kuningan Resmikan Temu Rasa Resto & Cafe CiawiGebang

    Dorong Pemberdayaan UMKM, Wabup Kuningan Resmikan Temu Rasa Resto & Cafe CiawiGebang

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., Mkn menghadiri sekaligus melaunching secara resmi pembukaan rumah makan Temu Rasa Resto & Cafe yang berdiri di Jl Siliwangi No 96 Desa Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang pada Sabtu (22/02/2025). Sebelum diresmikan, Wabup Tuti dalam sambutannya berharap agar kehadiran Temu Rasa Resto & Cafe dapat menciptakan lapangan kerja […]

expand_less