Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proyek FSRU LNG di Perairan Serangan, Putu Suasta Sebut Risiko Lingkungan dan Ledakan Mengkhawatirkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan proyek Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) di kawasan Sidakarya-Serangan, Bali, kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan.

Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu Putu, Putu Suasta menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

“Pembangunan pelabuhan FSRU LNG di Sidakarya-Serangan dinilai tidak layak secara lingkungan, harus hati-hati dalam mengambil kebijakan agar tidak sembrono,” kata Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University di Denpasar, Rabu, 25 Maret 2026.

Risiko Lingkungan dan Pengerukan Masif

Proyek Terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD yang digarap PT Dewata Energi Bersih itu telah mengantongi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

SKKL tersebut menetapkan kelayakan lingkungan untuk kegiatan pembangunan dan pengoperasian infrastruktur Terminal LNG Provinsi Bali berkapasitas 170 MMSCFD. Proyek yang digarap oleh PT Dewata Energi Bersih ini berlokasi di Desa Sidakarya, Desa Sanur Kauh, Kelurahan Serangan, Kelurahan Sesetan, dan Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta, pada 31 Oktober 2025.

Meski demikian, Putu Suasta menyoroti potensi dampak besar dari proses pengerukan laut yang diperlukan untuk mendukung operasional pelabuhan.

Untuk itu, Pelabuhan FSRU LNG itu tidak bisa dilakukan di Sidakarya, karena akan mengeruk lumpur sebanyak-banyaknya sebesar 50 juta meter kubik, sehingga diperlukan 2 tahun untuk mencari kedalaman 17 meter.

Aktivitas ini dinilai berisiko merusak ekosistem laut, termasuk flora dan fauna di kawasan tersebut.
Selain itu, proyek ini juga disebut berpotensi mengancam sekitar 7 hektar hutan mangrove yang dilindungi undang-undang, termasuk rencana penanaman pipa LNG di kawasan Tahura Ngurah Rai.

Sorotan Dugaan Praktek Makelar Proyek

Putu Suasta juga mengkritisi aspek tata kelola proyek, termasuk dugaan adanya praktik perantara atau makelar proyek yang belum memiliki kepastian investor.

“Yang merajalela sekarng adalah Makelar proyek. Pedagang perantara. Investornya belum ada, nanti kesempatan itu yang akan ditawarkan,” kata Putu Suasta.

Ancaman Sosial dan Konflik Nelayan

Dari sisi sosial, proyek ini berpotensi memicu konflik di masyarakat pesisir. Sedikitnya lima kapal nelayan disebut harus berpindah dari wilayah terdampak.

Selain itu, aktivitas proyek juga dinilai akan mengganggu alur pelayaran di kawasan Serangan dan Benoa, yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas laut di Bali.

Dampak Besar terhadap Pariwisata Bali

Lebih jauh, Putu Suasta mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas energi skala besar di kawasan strategis pariwisata, seperti Sanur, Serangan, Kuta hingga Tanjung Benoa dapat berdampak fatal bagi citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Putu Suasta mencontohkan kondisi di Candidasa yang mengalami penurunan kunjungan wisata akibat keberadaan fasilitas energi disekitarnya.

“Lihat saja contohnya di Candidasa. Sekarang sudah mati sepi, karena didekatnya ada depo minyak dan sekarang air lautnya di permukaannya ada buku-buku minyak. Wisatawan mancanegara yang menginap disana langsung menyingkir dan tidak pernah kembali,” tegasnya.

Menurutnya, di era digital, dampak negatif terhadap lingkungan akan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi wisatawan global.

Peringatan Risiko Ledakan
dan Dampak Luas

Putu Suasta juga mengingatkan potensi risiko kebakaran dan ledakan dari fasilitas energi tersebut yang dapat berdampak luas terhadap kawasan vital Bali.

“Itu juga bisa terjadi di Badung atau Denpasar. Kalau tangki bahan bakarnya terbakar dan meledak, maka terkena dampaknya adalah Bandara, Sanur, Benoa hingga Nusa Dua, maka pariwisata Bali akan tamat,” kata Putu Suasta.

Putu Suasta menilai pemerintah harus belajar dari konflik global, saat infrastruktur energi kerap menjadi sasaran utama.

Minta Pemerintah Tidak Abaikan Aspirasi Masyarakat

Putu Suasta menegaskan pentingnya pemerintah, khususnya Pemda Bali, untuk tidak mengabaikan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melanjutkan proyek.

Ditengah polemik LNG, muncul pula rencana pembangunan tangki minyak skala besar di Kabupaten Badung yang turut menuai penolakan.

Koordinator Wilayah APUDSI Bali, I Ketut Sae Tanju, menyatakan proyek tersebut berisiko tinggi terhadap lingkungan, budaya, serta keberlanjutan ekonomi Bali. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Imigrasi Ngurah Rai Tetap Siaga

    Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Imigrasi Ngurah Rai Tetap Siaga

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BADUNG — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung mulai berimbas terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga Minggu (6/9/2026) siang, aktivitas pemeriksaan keimigrasian di Terminal Kedatangan maupun Terminal Keberangkatan Internasional […]

  • Demi Raih Puncak Prestasi, KONI dan Dispora Bengkulu Bersatu Padu Majukan Olahraga Daerah

    Demi Raih Puncak Prestasi, KONI dan Dispora Bengkulu Bersatu Padu Majukan Olahraga Daerah

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com -Mengusung ambisi untuk menorehkan prestasi gemilang di kancah olahraga nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu memperkokoh jalinan kerjasama. Mereka bertekad menciptakan sinergi yang optimal dalam membina dan mengembangkan potensi atlet-atlet daerah. Dedy Ermansyah, Ketua KONI Bengkulu, menegaskan bahwa kemitraan dengan Dispora adalah fondasi utama untuk membangun […]

  • Berdiri Megah Diatas Tanah Seluas 1 Ha Rumah Duka Tionghoa kota Dumai Diresmikan Oleh Wakil walikota

    Berdiri Megah Diatas Tanah Seluas 1 Ha Rumah Duka Tionghoa kota Dumai Diresmikan Oleh Wakil walikota

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Matakompas. Com Dumai -Puncak peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Wali Kota Sugiyarto, yang dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita serta penarikan tirai bangunan sebagai simbol fungsionalnya gedung tersebut.Kamis(30/04/26) Acara seremoni diawali dengan penyerahan donasi dari dunia usaha Geo Energy Group (Tanah Bumbu Resources) yang diwakilkan oleh Corparate Comunication Suasa Ginting SH menyerahkan bantuan Program […]

  • Kecelakaan Terjadi di Tol Pemalang- Batang, Satu Orang Penumpang Meninggal

    Kecelakaan Terjadi di Tol Pemalang- Batang, Satu Orang Penumpang Meninggal

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PEKALONGAN,JARRAKPOS.COM – Kecelakaan Maut Bus Suporter Persebaya vs Mobil Pengangkut Rokok di Tol Pekalongan, Satu orang meninggal dunia. Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang KM 332 arah Jakarta, Sabtu pagi (12/4/2025). Bus PO Fransindo Trans yang mengangkut suporter Persebaya (Bonek) bertabrakan dengan mobil Honda BR-V yang melaju melawan arah. Akibatnya, satu penumpang mobil tewas […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Tutup 18-24 Maret 2026, Layanan Dibuka Kembali 25 Maret

    Imigrasi Ngurah Rai Tutup 18-24 Maret 2026, Layanan Dibuka Kembali 25 Maret

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com |  Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mengumumkan penutupan sementara layanan keimigrasian dalam rangka Hari Suci Nyepi Çaka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Penutupan ini berlaku selama beberapa hari untuk menyesuaikan dengan rangkaian hari libur keagamaan tersebut. Melalui pemberitahuan resmi, layanan di Kantor Imigrasi tidak akan beroperasi mulai […]

  • Gegerkan Warga, Tengah Malam Terjadi Kebakaran Sebuah Rumah Di Cirebon.

    Gegerkan Warga, Tengah Malam Terjadi Kebakaran Sebuah Rumah Di Cirebon.

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Tepat di tengah malam warga di gegerkan dengan terjadinya kebakaran yang menimpa rumah tempat tinggal milik Fitri Yana yang beralamat di Desa bendungan Blok Pon, RT 004, RW 003 Kecamatan, Pangenan, Kabupaten Cirebon. Menurut informasi dari warga setempat yang berada di lokasi, api berasal dari ruang tengah yang awalnya tidak terlalu besar […]

expand_less