Pagerwesi Bukan Sekadar Ritual, Tagel Winarta Tekankan Pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Dharma
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia akan merayakan Hari Raya Pagerwesi pada Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Rabu Kliwon Wuku Sinta. Hari suci ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keyakinan, meningkatkan kualitas spiritual, serta membangun keteguhan diri melalui ilmu pengetahuan suci atau dharma.
Hari Raya Pagerwesi memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Secara etimologi, Pagerwesi berasal dari dua kata, yakni pager yang berarti pagar dan wesi yang berarti besi. Keduanya melambangkan benteng perlindungan yang kuat bagi diri manusia, khususnya dalam menjaga pikiran, hati, jiwa, dan perilaku agar senantiasa berada di jalan kebenaran.
Dalam kehidupan sehari-hari, Pagerwesi mengingatkan umat Hindu bahwa kekuatan manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik maupun materi, tetapi juga oleh kekuatan spiritual, pengetahuan, kebijaksanaan, serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Peringatan Pagerwesi juga menjadi ajakan untuk senantiasa membentengi diri dari pengaruh negatif, menjaga keharmonisan hubungan antarsesama, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, nilai-nilai Pagerwesi dinilai tetap relevan. Masyarakat dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat, moralitas, serta kesadaran spiritual agar mampu menghadapi berbagai perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur budaya.
Drs. I Wayan Tagel Winarta, Anggota DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan, turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Pagerwesi 2026 kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Bali.
Momentum suci ini diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat sraddha dan bhakti, serta meningkatkan pengamalan ajaran dharma dalam kehidupan bermasyarakat.
Pagerwesi bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan benteng spiritual yang kokoh. Benteng tersebut dibangun melalui ilmu pengetahuan suci, pikiran yang jernih, perilaku yang baik, dan keyakinan yang teguh kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dengan semangat Pagerwesi, diharapkan seluruh umat senantiasa diberikan kekuatan, kedamaian, keselamatan, serta tuntunan dalam menjalani kehidupan yang harmonis dan penuh kebajikan.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar