Sari Galung Bidik Aklamasi Pimpin KPPI Bali, Siapkan Penguatan Perempuan Politik di 9 Kabupaten/Kota
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM | Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran dan kapasitas perempuan dalam dunia politik melalui konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KPPI Provinsi Bali yang mengusung tema “Perempuan Politik Bali Tangguh, Berdaya dan Berkelanjutan dalam Mewujudkan Demokrasi yang Inklusif”, Sabtu (7/11/2026), bertempat di Gedung DPRD Provinsi Bali.
Musda ini menjadi momentum penting bagi KPPI Bali untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan dan menyusun kembali struktur kepengurusan untuk periode mendatang.
Sari Galung yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Bali ini mengatakan, pelaksanaan Musda sejatinya telah direncanakan berlangsung pada September 2026. Namun, karena sejumlah pertimbangan, pelaksanaannya mengalami sedikit keterlambatan.
Meski demikian, ia berharap seluruh rangkaian Musda dapat berjalan lancar, termasuk proses pemilihan ketua dan pembentukan struktur kepengurusan baru.
“Musda ini kita melaksanakan pembentukan kembali ketua dan struktur-strukturnya. Harusnya sudah terlaksana pada bulan September, tetapi memang sedikit terlambat. Mudah-mudahan ke depannya pemilihan ketua bisa berjalan lancar,” ungkap Sari Galung yang Juga Politisi asal Kota Denpasar ini.
Terkait peluang dirinya kembali memimpin KPPI Bali, Sari Galung menyebut kemungkinan pemilihan secara aklamasi cukup terbuka. Terlebih, dirinya saat ini masih berada dalam satu periode kepemimpinan.
Namun, ia tetap berharap seluruh perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari sembilan kabupaten/kota di Bali dapat membangun kesepahaman sehingga proses Musda berjalan kondusif tanpa kendala.
“Secara aklamasi mungkin saya akan terpilih kembali karena saya masih dalam satu periode. Semoga tidak ada permasalahan di sembilan DPC kabupaten/kota, sehingga Musda ini bisa berjalan lancar dan pemilihan ketua dapat dilakukan secara aklamasi,” jelas Sari Galung yang juga Politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Jika kembali dipercaya memimpin, Sari Galung berkomitmen melanjutkan program-program yang telah dirintis selama lima tahun terakhir. Salah satu agenda prioritas adalah memperkuat konsolidasi organisasi dengan menyambangi sembilan kabupaten/kota melalui masing-masing DPC.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas ruang penguatan kapasitas perempuan, khususnya perempuan yang aktif dalam dunia politik dari berbagai latar belakang partai.
Menurutnya, KPPI memiliki posisi strategis sebagai wadah lintas partai untuk menyatukan perempuan politik dalam memperjuangkan kesetaraan kesempatan, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta memperluas keterwakilan perempuan dalam lembaga politik.
Ia menegaskan, perjuangan KPPI tidak boleh berhenti pada penguatan internal organisasi, tetapi harus mampu mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran strategis dalam proses pengambilan kebijakan dan pembangunan demokrasi.
Salah satu target penting yang terus diperjuangkan adalah mendorong terpenuhinya keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di partai politik.
“Program kita ke depan adalah menguatkan dan mendorong perempuan-perempuan politik lintas partai. Kami ingin melakukan kegiatan penguatan perempuan di sembilan kabupaten/kota. Tujuannya agar keterwakilan perempuan 30 persen di partai politik bisa terus didorong,” tegasnya.
Melalui Musda IV KPPI Bali ini, diharapkan lahir kepemimpinan dan kepengurusan yang semakin solid, progresif, serta mampu menjawab tantangan perempuan dalam dunia politik.
Dengan semangat kebersamaan lintas partai, KPPI Bali diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsolidasi perempuan politik, tetapi juga menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan Bali.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar