67 Tahun RS Prof Ngoerah, Dirut Sukadarma Tegaskan Lompatan Besar: Profesionalisme dan Integritas Jadi Kunci Pelayanan
- account_circle admin
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR | Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Prof. Ngoerah Denpasar, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menegaskan bahwa perjalanan 67 tahun RS Prof. Ngoerah harus menjadi momentum untuk melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat profesionalisme sumber daya manusia (SDM), serta membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas dan kolaborasi.
Penegasan tersebut disampaikan Sukadarma saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 sekaligus Kick Off Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 RS Prof. Ngoerah, Jumat, 6 November 2026, di Amphitheater Living World Mall, Denpasar, Bali.
Menurutnya, peringatan HKN dan HUT rumah sakit bukan sekadar seremoni, hiburan, olahraga, maupun perayaan bertambahnya usia institusi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk menyatukan semangat, memperkuat komitmen pengabdian, dan membangun masa depan rumah sakit yang lebih baik.
“Hari ini bukan hari yang biasa. Hari ini bukan sekadar kita berkumpul untuk merayakan sebuah ulang tahun. Ini adalah momentum untuk menyatukan hati, menyatukan langkah, dan membangkitkan kembali semangat pengabdian kita,” ungkap Sukadarma.
Ia mengatakan, perjalanan 67 tahun RS Prof. Ngoerah merupakan sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu dan seluruh insan kesehatan dari generasi ke generasi.
Selama perjalanan tersebut, RS Prof. Ngoerah terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penting bagi masyarakat Bali, Nusa Tenggara, hingga Indonesia.
Namun, menurutnya, kebanggaan terhadap sejarah dan pencapaian masa lalu tidak boleh membuat seluruh jajaran rumah sakit berpuas diri.
“Kita tidak boleh hanya bangga dengan masa lalu. Kita harus mampu menciptakan masa depan yang jauh lebih hebat. Sejarah besar harus dilanjutkan dengan karya yang lebih besar,” tegasnya.
Kokoh, Bersinergi, Bangga Melayani Negeri
Mengusung tema HUT ke-67, yakni Kokoh, Bersinergi, Bangga Melayani Negeri, Sukadarma mengajak seluruh keluarga besar RS Prof. Ngoerah memahami dan mengimplementasikan tema tersebut dalam setiap aktivitas pelayanan.
Baginya, tema tersebut bukan sekadar slogan perayaan, melainkan komitmen dan janji seluruh insan rumah sakit kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada dokter maupun tenaga medis. Seluruh unsur yang bekerja di lingkungan rumah sakit memiliki kontribusi penting dalam menciptakan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi, teknisi, petugas kebersihan, keamanan hingga tenaga penunjang lainnya merupakan satu kesatuan kekuatan yang tidak dapat dipisahkan.
“Kita bekerja untuk menyelamatkan nyawa, kita hadir untuk meringankan penderitaan, dan kita melayani untuk memberikan harapan. Setiap pasien adalah amanah, setiap tindakan adalah tanggung jawab, dan setiap keselamatan pasien merupakan sebuah kehormatan bagi kita,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran rumah sakit tidak pernah menganggap pelayanan sebagai rutinitas pekerjaan semata. Setiap tindakan harus dilandasi tanggung jawab, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pasien.
Transformasi Pelayanan dan SDM Jadi Prioritas
Lebih jauh, Sukadarma menekankan pentingnya memperkuat pelayanan unggulan, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, mengembangkan inovasi, mempercepat transformasi digital, serta membangun tata kelola rumah sakit yang efektif dan berintegritas.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks sekaligus meningkatkan daya saing RS Prof. Ngoerah dalam standar pelayanan kesehatan internasional.
Menurutnya, rumah sakit yang hebat tidak cukup hanya memiliki gedung megah, peralatan kesehatan canggih, maupun teknologi modern.
Faktor terpenting justru terletak pada kualitas manusia yang berada di dalamnya. Profesionalisme, kemampuan, kedisiplinan, dan integritas seluruh SDM menjadi penentu keberhasilan sebuah rumah sakit.
“Saya ingin menegaskan kepada seluruh pegawai RS Prof. Ngoerah, apabila ada tantangan, jangan saling menyalahkan. Hadapi bersama, selesaikan bersama, dan mari kita maju bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang kuat. Disiplin harus menjadi fondasi prestasi, integritas menjadi dasar kepercayaan, dan kolaborasi menjadi kekuatan dalam mewujudkan pelayanan unggul.
Rumah Sakit Harus Hadir sebagai Pusat Edukasi Kesehatan
Dalam rangkaian peringatan HKN ke-62 dan HUT ke-67, RS Prof. Ngoerah menyelenggarakan berbagai kegiatan selama dua hari, Jumat-Sabtu, 6-7 November 2026, di Amphitheater Living World Mall Denpasar.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, tenaga kesehatan, mitra kerja, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Sukadarma berharap, kegiatan yang diselenggarakan di ruang publik tersebut semakin mendekatkan rumah sakit dengan masyarakat.
Ia ingin mengubah paradigma bahwa rumah sakit bukan hanya tempat masyarakat datang ketika sakit, tetapi juga harus berperan sebagai pusat edukasi, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan ketika mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga memperoleh pengetahuan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan, pemerintah, mitra kerja, tenaga kesehatan, serta manajemen Living World Mall yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran RS Prof. Ngoerah di tengah pusat aktivitas masyarakat merupakan kesempatan berharga untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus memperkuat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.
Wamenkes Dorong Pemerataan Dokter Spesialis
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya percepatan pembangunan SDM kesehatan, khususnya pemerataan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan nasional bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur rumah sakit, melainkan juga ketersediaan tenaga medis yang merata.
Menurutnya, sejumlah wilayah Indonesia Timur masih mengalami kekurangan dokter spesialis, sementara daerah lain relatif memiliki jumlah tenaga medis lebih memadai.
“Di Bali dokter cukup, tetapi coba ke NTB, masih kurang. Persoalan kita adalah pemerataan pelayanan kesehatan. Dokter-dokter yang begitu banyak belum tentu berada di daerah yang membutuhkan,” jelasnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan mempercepat pendidikan dokter spesialis melalui pengembangan rumah sakit pendidikan atau program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Program ini memprioritaskan putra-putri daerah yang berasal dari wilayah dengan keterbatasan dokter spesialis, seperti NTB, NTT, Maluku, Bengkulu, dan daerah lainnya.
Pemerintah memberikan pembiayaan pendidikan sekaligus uang bulanan kepada peserta. Bahkan, penempatan setelah menyelesaikan pendidikan telah dipersiapkan sejak awal agar mereka kembali mengabdi di daerah asal.

“Orang yang kita ambil tidak ada satu pun dari Pulau Jawa, karena di Jawa dokter sudah cukup banyak. Kita sekolahkan putra-putri dari daerah yang kekurangan dokter spesialis. Sekolah tidak bayar, mereka juga mendapatkan uang bulanan, kemudian setelah tamat langsung ditempatkan di daerah asalnya,” ungkap Benjamin.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperluas fasilitas pendidikan dokter spesialis. Jika pada tahun sebelumnya terdapat enam tempat pendidikan, pada 2026 ditambah 25 lokasi. Pemerintah berharap pada tahun berikutnya kembali menambah 25 tempat pendidikan.
Melalui percepatan tersebut, pemerintah menargetkan pemerataan dokter spesialis semakin membaik pada 2028-2029. Selanjutnya, pada 2030 kualitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah diharapkan semakin meningkat.
Selain pemerataan dokter, Wamenkes juga mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat mengenai pencegahan penularan penyakit, khususnya influenza.
Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat Jepang yang menggunakan masker ketika sedang sakit flu sebagai bentuk kepedulian agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Menurutnya, masyarakat yang sedang mengalami flu sebaiknya menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan beristirahat hingga kondisi kesehatan membaik.
Anak-anak yang sedang sakit flu juga sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak dipaksakan mengikuti kegiatan belajar di sekolah karena berpotensi menularkan penyakit kepada teman-temannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan.
Usia 67 Tahun Jadi Awal Sejarah Baru
Menutup sambutannya, Sukadarma kembali mengajak seluruh keluarga besar RS Prof. Ngoerah menjadikan usia ke-67 sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan dan melakukan perubahan yang lebih besar.
Ia berharap seluruh jajaran rumah sakit terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan inovasi dalam setiap aspek pelayanan.
Baginya, cita-cita menjadikan RS Prof. Ngoerah sebagai rumah sakit besar harus berjalan beriringan dengan komitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Kokoh, Bersinergi, Bangga Melayani Negeri, perjalanan 67 tahun RS Prof. Ngoerah diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Enam puluh tujuh tahun kita berkarya. Mari bersama-sama menciptakan sejarah baru, bukan hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkas Sukadarma.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar