Listrik Padam, Aktivitas Lumpuh: Warga Kupang Ibarat Kehilangan “Jantung Kehidupan
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Bagi masyarakat Kota Kupang, listrik bukan sekadar penerang, tapi nadi kehidupan.
Ketika aliran listrik dari PLN tiba-tiba padam sejak pukul 10.00 WITA dan tak kunjung menyala hingga lebih dari tiga jam kemudian, aktivitas warga pun seolah terhenti.
Pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Maulafa, membuat warga kelimpungan. Usaha kecil, aktivitas belajar, hingga pekerjaan perkantoran banyak yang terganggu.
“PLN itu seperti jantung bagi kami. Kalau listrik mati, kami juga ikut ‘mati’. Usaha kami tidak jalan, anak-anak tidak bisa belajar, bahkan air tidak bisa naik karena pompa mati,” keluh seorang warga Maulafa yang mengelola usaha laundry rumahan (3/11/2025).
Ia berharap PLN segera memperbaiki pasokan listrik dan memberikan informasi resmi agar masyarakat tidak panik.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), listrik adalah nyawa produktivitas. Tanpa aliran daya, mesin tidak berputar, lemari pendingin mati, dan pelanggan menunggu tanpa kepastian.
“Listrik bukan hanya soal terang atau gelap, tapi soal ekonomi rakyat kecil,” tambahnya. ***
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar