Buku “Indonesia Naik Kelas” Ungkap Strategi Keluar dari Middle Income Trap
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matakompas.com | Upaya memperkuat arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 kembali ditegaskan melalui peluncuran buku terbaru Wakil Direktur Utama Mind ID, Dany Amrul Ichdan, berjudul Indonesia Naik Kelas. Buku setebal 712 halaman yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas dan Gramedia ini mengulas secara komprehensif pentingnya hilirisasi industri sebagai strategi bangsa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Dalam karya ini, Dany menekankan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan alam, bonus demografi, hingga posisi geopolitik strategis yang harus dimaksimalkan melalui hilirisasi. Selain aspek industri, buku ini turut menonjolkan distinctive values yang bersumber dari kearifan lokal sebagai pendorong transformasi bangsa.
“Buku ini bicara tentang distinctive values tentang keunikan. bagaimana kita bisa membangun kearifan lokal. Saya sangat bersyukur Prof. Reda bersedia menjadi editor yang ketat, mengoreksi dari berbagai aspek keilmuan dan pengalaman sehingga memperkaya isi buku ini. acara ini pun tidak mungkin terjadi tanpa kontribusi beliau. Ke depan, kami akan membuat buku-buku lagi yang lebih membumi, lebih down to earth, untuk mendorong indonesia naik kelas,” kata Dany.
Editor buku Indonesia Naik Kelas yang juga Jamintel Kejagung, Reda Manthovani, mengakui bahwa proses penyusunan buku ini membuka wawasan baru baginya karena harus masuk ke ranah ekonomi dan industrialisasi.
“Tantangan utamanya adalah karena ini bahasa ekonomi dan industrialisasi, sedangkan saya terbiasa dengan bahasa hukum, tapi ini justru menambah wawasan baru bagi saya. saya ‘dipaksa’ oleh pak Dany untuk belajar tentang hilirisasi dan industrialisasi. Ternyata, konsepnya tidak jauh dari prinsip-prinsip keadilan dan penataan sistem harus terkoordinasi terkonsolidasi dan kolaboratif,” kata Reda.
Apresiasi juga datang dari Penasehat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, yang melihat buku tersebut sebagai kontribusi penting bagi arah industrialisasi nasional.
“Pak Dany ini menambahkan industrialisasi plus hilirisasi, and that’s good, saya dukung. kalau satu sampai sepuluh kontennya pada buku ini, pak Pur? Kalau saya di akademisi, ya a saja-lah,” paparnya.
Peluncuran buku ini diharapkan mampu memperkuat peta jalan Indonesia menuju posisi sebagai technology inventor, sekaligus mendorong gagasan transformasi industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar