Catatan Ringan Jelang 8 Besar ETMC 2025:S iapa Bertahan, Siapa Tertahan?
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Menuju perempat final ETMC XXXIV Ende 2025, kompetisi semakin mengerucut dan tensinya makin terasa. Efraim BS, dalam perbincangan ringan bersama Media Mata Kompas, mencatat bahwa ajang Liga 4/Piala Gubernur/ETMC tahun ini telah menyisakan delapan tim terbaik setelah fase 16 besar menyingkirkan delapan kontestan lainnya.
Tim-tim yang harus mengakhiri petualangan mereka di Nusa Kelimutu adalah Perss Soe, Kristal FC, Persap Alor, Persamba, CBN, BMP Flores Timur, dan Flores United FC. Sementara itu, delapan tim yang masih bersiap bertarung memperebutkan tempat di semifinal adalah:
Persab Belu, PS Malaka, PS Kota Kupang, PSN Ngada, Bajak Laut FC, Persada SBD, Persena Nagekeo, dan Perse Ende selaku tuan rumah.
Di Sepak Bola, Tak Ada Rumus Pasti
Efraim menegaskan bahwa sepak bola bukanlah persamaan matematika yang bisa dihitung dengan kepastian. Tidak ada rumus fisika atau kimia yang menjamin hasil pertandingan. Setiap orang tentu memiliki prediksi masing-masing, berdasarkan performa klub sejak fase grup hingga fase gugur.
Namun satu hal yang pasti—para pelatih bersama pemainnya kini tengah meramu 1001 taktik dan strategi terbaik demi mengamankan satu tempat di empat besar. Pengalaman, kecermatan membaca permainan, dan keberanian mengambil risiko menjadi kunci utama di fase krusial ini.
Di Stadion Marilonga Ende, ribuan pasang mata akan menyaksikan bagaimana para juru taktik NTT menampilkan racikan permainan terbaik, sementara para pemain berjuang dengan determinasi penuh.
Marilonga Menjadi Saksi
Stadion Marilonga kembali akan menjadi saksi bisu pertempuran mental, tenaga, strategi, dan kebersamaan. Seperti yang disampaikan Efraim, sepak bola pada akhirnya adalah soal proses, komitmen, dan kerja sama — bukan semata soal siapa yang diunggulkan.
Para suporter dari seluruh penjuru NTT pun menaruh harapan besar agar tim kesayangan mereka dapat terus melangkah. Ada yang akan bertahan, ada pula yang harus tertahan, dan jawabannya baru diketahui saat peluit panjang ditiupkan sang pengadil.
Yang menang akan bersyukur. Yang kalah mungkin bersungut. Namun semoga semangat “Sepak Bola Bersahabat” tetap menjadi jiwa yang menyatukan pemain maupun pendukung.
Kita nantikan sajian strategi para pelatih di fase 8 besar ETMC XXXIV Ende 2025, mulai 30 November di Stadion Marilonga. (Ende, 29-11-2025)*** Eky Luan.
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar