Breaking News
light_mode
Trending Tags

BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Gelar Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan di Kawasan Pantai Jerman

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MataKompas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) menyampaikan sikap resmi berupa aspirasi, keprihatinan mendalam, serta tuntutan terhadap kondisi lingkungan di kawasan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, yang saat ini mengalami penumpukan sampah plastik dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan serta berbagai informasi yang beredar di masyarakat, ditemukan bahwa kawasan pesisir Pantai Jerman tidak hanya dipenuhi oleh sampah plastik domestik, tetapi juga oleh kiriman sampah dari laut berupa limbah plastik dan material padat seperti kayu.

Fenomena ini menunjukkan adanya persoalan kompleks yang tidak hanya bersumber dari aktivitas lokal, melainkan juga dipengaruhi oleh arus laut, sistem pengelolaan sampah regional, serta minimnya pengendalian limbah dari hulu.

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal, 02 Mei 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) telah melaksanakan aksi nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan pembersihan sampah plastik di kawasan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini tidak dilakukan secara sendiri, melainkan melalui kolaborasi dengan FORKOM LEMFH BALI yang dihadiri oleh BEM FH Universitas Warmadewa dan BEM FH Universitas Pendidikan Nasional, serta Badan Semi Otonom ALSA Universitas Udayana.

Aksi kolaboratif ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap meningkatnya permasalahan sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta secara aktif melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai dengan fokus utama pada pengumpulan sampah plastik seperti botol, kantong plastik, serta limbah kemasan yang mendominasi area pantai.

Selain itu, ditemukan pula sampah kiriman dari laut berupa potongan kayu dan material padat lainnya yang turut dibersihkan guna mengembalikan kebersihan dan keindahan pesisir.
Melalui kegiatan ini, tidak hanya tercapai hasil berupa berkurangnya sampah plastik di kawasan pantai, tetapi juga terbangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kolaborasi antar lembaga mahasiswa ini menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan, khususnya sampah plastik, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas institusi. BEM FH UNUD bersama seluruh pihak yang terlibat berharap bahwa aksi ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan pantai serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Penumpukan sampah tersebut telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan pesisir secara nyata. Secara visual, kondisi pantai yang sebelumnya menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bali kini tampak kumuh dan tidak terawat.

Secara ekologis, keberadaan sampah plastik berpotensi merusak ekosistem laut, mengancam biota seperti ikan, penyu, dan organisme lainnya yang dapat terjerat atau mengonsumsi plastik. Dalam jangka panjang, degradasi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir serta mempercepat kerusakan lingkungan yang bersifat permanen.

BEM FH UNUD menilai bahwa persoalan ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Rendahnya tingkat pemilahan sampah di sumber, kurangnya infrastruktur pengolahan sampah yang memadai, serta lemahnya pengawasan terhadap pembuangan limbah menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.

Selain itu, fenomena kiriman sampah dari laut menandakan bahwa persoalan ini bersifat lintas wilayah (transboundary issue) yang membutuhkan koordinasi antar daerah bahkan lintas sektor secara komprehensif.

Dalam perspektif hukum lingkungan, kondisi ini beririsan langsung dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 69 ayat (1) secara tegas melarang setiap orang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Selain itu, prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability)

sebagaimana diatur dalam Pasal 88 menegaskan bahwa setiap pihak yang menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan wajib bertanggung jawab tanpa
perlu pembuktian unsur kesalahan. Lebih lanjut, permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir juga berkaitan erat dengan kebijakan nasional dan daerah terkait pengurangan plastik sekali pakai.

Namun, implementasi kebijakan tersebut dinilai masih belum optimal, baik dari segi pengawasan, penegakan, maupun konsistensi pelaksanaannya di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang telah dibentuk dengan realitas implementasinya.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada aspek lingkungan, tetapi juga merambat ke sektor sosial dan ekonomi. Pantai Jerman sebagai bagian dari kawasan pariwisata Kuta memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal.

Penurunan kualitas lingkungan pantai berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya berdampak pada pelaku usaha kecil, nelayan, serta masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata. Selain itu, apabila tidak segera ditangani secara serius, akumulasi sampah plastik di wilayah pesisir dapat berkontribusi terhadap pencemaran laut yang lebih luas, termasuk mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Oleh karena itu, penanganan permasalahan ini harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis pada pendekatan hukum, kebijakan publik, serta partisipasi masyarakat.

Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Udayana, BEM FH UNUD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu lingkungan hidup, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir dan laut. BEM FH UNUD juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Permasalahan sampah plastik bukan sekadar isu kebersihan, melainkan isu keberlanjutan yang menyangkut masa depan lingkungan, ekonomi, dan generasi mendatang. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata, komitmen bersama, serta penegakan hukum yang tegas agar kondisi serupa tidak terus berulang di kemudian hari. (Red).

Ketua BEM FH UNUD: I Gusti Agung Roman Kertajaya.
Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FH UNUD: I Wayan Aditya Dharma.

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus TRAP DPRD Bali Temukan Dugaan Pengerukan Tebing dan Pengurukan Sungai di Suluban

    Pansus TRAP DPRD Bali Temukan Dugaan Pengerukan Tebing dan Pengurukan Sungai di Suluban

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BADUNG – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali menemukan dugaan pengerukan tebing serta pengurukan aliran sungai saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (8/5/2026). Temuan tersebut muncul saat rombongan dewan meninjau sejumlah proyek pembangunan dan bangunan usaha yang berada di sekitar […]

  • Diduga sebarkan hoax dan fitnah, Mantan Atlet dilaporkan ke Polisi

    Diduga sebarkan hoax dan fitnah, Mantan Atlet dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Medan – Mantan atlet Sumut berinisial NPA dan dua saudaranya , OSS dan RMS dilaporkan ke Polrestabes Medan, Sabtu (19/4/2025. Ketiganya dilaporkan atas dugaan Berita Hoax dan Fitnah dalam UU IT. NPA, OSS, dan RMS diadukan ke polisi dengan dua laporan sekaligus. Satu laporan dari pelatih dengan nomor STTLP/B/1279/IV/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Kemudian laporan dari […]

  • Hilirisasi  Nikel  Dukung  Ekosistem  Kendaraan  Listrik  melalui  Indonesia  Battery  Corporation

    Hilirisasi  Nikel  Dukung  Ekosistem  Kendaraan  Listrik  melalui  Indonesia  Battery  Corporation

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta  – Program hilirisasi mineral telah menjadi penggerak utama investasi sekaligus strategi pemerintah dalam membangun basis industri nasional. Pemerintah tidak lagi berfokus pada ekspor bahan mentah, tetapi mendorong pengembangan rantai nilai mineral dari sektor pertambangan hingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan bahwa […]

  • Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar Bali, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H, melakukan kunjungan silaturahmi ke Puri Peguyangan, di Denpasar Utara, pada Selasa siang, 17 Februari 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda awal kepemimpinannya di wilayah hukum Polresta Denpasar yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan unsur adat […]

  • Apresiasi Makan Bergizi Gratis, Tim 8 Prabowo Sebut 41 Persen Anak Sekolah Tak Sarapan Dapat Diatasi

    Apresiasi Makan Bergizi Gratis, Tim 8 Prabowo Sebut 41 Persen Anak Sekolah Tak Sarapan Dapat Diatasi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Program makan siang gizi gratis Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah terealisasi beberapa waktu yang lalu. Apresiasi pun datang dari berbagai kalangan, salahsatunya, Tim 8 Prabowo-Gibran. “Program prioritas makan siang bergizi gratis pemerintahan Prabowo-Gibran perlu kita apresiasi yang setinggi-tinggi. Tapi perlu kita sadari juga bahwa program ini […]

  • MataHukum Minta Menkop dan Dirut Agrinas Diperiksa Terkait Koperasi Merah Putih

    MataHukum Minta Menkop dan Dirut Agrinas Diperiksa Terkait Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Lembaga pemantau hukum, MataHukum, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas indikasi celah korupsi sistemik dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Proyek nasional dengan total pagu fantastis senilai Rp 240 triliun ini dinilai berjalan tanpa transparansi, menabrak regulasi pengadaan, serta sarat akan praktik monopoli kemitraan. Sekretaris Jenderal MataHukum, Mukhsin Nasir, menegaskan […]

expand_less