Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koalisi Anti Mafia Tanah Desak Copot Nusron Wahid: Ada Dugaan Keterkaitan Kasus Tanah dan Sering Mangkir

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Sorotan tajam kembali diarahkan kepada pejabat tinggi negara yang dinilai kerap menimbulkan kegaduhan, mangkir dari panggilan lembaga perwakilan rakyat, dan kini terindikasi memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik mafia tanah. Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H., secara tegas menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nusron Wahid dari jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sekaligus menuntut penindakan hukum secara tegas.

“STOP JUAL TANAH RAKYAT KE OLIGARKI. TANGKAP DAN PROSES NUSRON SAMPAI COPOT MENJADI MENTERI ATR/BPN!”

Seruan keras ini bukan tanpa dasar. Jeffri menyampaikan, belakangan ini muncul berbagai laporan dan fakta hukum yang menguatkan dugaan adanya praktik mafia tanah yang melibatkan lingkaran terdekat Nusron Wahid. Hal yang paling mencolok adalah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap orang-orang terdekatnya yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penguasaan lahan dan dugaan korupsi terkait pertanahan.

“Ketika orang-orang terdekat dari seorang pejabat tinggi negara sudah di-OTT dan ditetapkan tersangka dalam kasus yang berbau mafia tanah, maka tidak bisa dipungkiri ada hal yang harus dipertanggungjawabkan. Nusron Wahid bukan sekadar orang biasa, ia pejabat negara. Jika lingkaran di dekatnya bermasalah, ia tidak bisa lepas tangan begitu saja,” kata Jeffri AM Simanjuntak kepada awak media di Jakarta, Kamis (17/9/2026)

Kritik semakin menguat lantaran sikap Nusron Wahid yang dinilai mengabaikan lembaga legislatif. Terbukti, ia telah dua kali berturut-turut tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ketidakhadiran itu tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara memadai, padahal undangan tersebut berkaitan dengan pembahasan persoalan pertanahan yang sedang hangat dan menjadi perhatian luas masyarakat.

“Dua kali dipanggil DPR, dua kali tidak hadir. Itu bukan sekadar kelalaian itu bentuk ketidakpedulian terhadap lembaga yang mewakili rakyat. Kalau saja dipanggil DPR tidak hadir, bagaimana ia mau mendengarkan suara rakyat kecil yang lahannya dirampas? Ini sikap yang tidak pantas bagi seorang pejabat tinggi,” ungkap Jeffri.

Jeffri menambahkan, selama menjabat, Nusron Wahid justru kerap menjadi sumber kegaduhan. Berbagai pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkan dinilai kontroversial, memicu polemik di tengah masyarakat, dan justru memperkeruh suasana di tengah upaya pemerintah menciptakan stabilitas. Padahal, persoalan mafia tanah di Indonesia masih menjadi luka besar yang harus segera disembuhkan, bukan diperparah oleh pejabat negara sendiri.

“Kami dari Kasat Mata dan LBH Tani Nusantara melihat pola yang mengkhawatirkan. Di satu sisi negara berjanji memberantas mafia tanah, di sisi lain pejabat tinggi justru dikelilingi orang-orang yang kini terjerat kasus pertanahan. Ini sangat ironis dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Jeffri pun menegaskan, pencopotan Nusron Wahid bukan sekadar permintaan organisasi, melainkan tuntutan keadilan dan kepentingan rakyat yang lahannya terus dirampas atas nama kekuasaan.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nusron Wahid. Alasannya jelas: ia membuat gaduh, mangkir panggilan DPR, dan terindikasi ada dugaan mafia tanah di lingkaran terdekatnya. Negara tidak boleh dibiarkan diurus oleh mereka yang justru menjadi bagian dari persoalan, bukan solusinya,” pungkas Jeffri AM Simanjuntak.

Publik kini menanti langkah tegas Presiden. Apakah Presiden Prabowo akan mendengarkan suara rakyat dan organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan agraria, atau justru membiarkan persoalan ini berlarut-larut dan semakin merusak kepercayaan terhadap pemerintahan.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi dengan Kepala Otorita IKN, PHDI dan Prajaniti Bahas Pura hingga Lahan Pendidikan

    Audiensi dengan Kepala Otorita IKN, PHDI dan Prajaniti Bahas Pura hingga Lahan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KALIMANTAN TIMUR -Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, di Kantor Otorita IKN, Kutai, Kalimantan Timur, Kamis, 18 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta. Salah satu agenda utama yang dibahas […]

  • Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rencana pembongkaran total gedung lama RSUD Wangaya Kota Denpasar memicu sorotan tajam. Langkah ini dinilai sebagai solusi ekstrem yang mengabaikan nilai historis rumah sakit tertua di Bali tersebut. Mantan Anggota DPRD Kota Denpasar tiga periode, Ir. Anak Agung Susruta Ngurah Putra, menyuarakan keprihatinannya terhadap kebijakan yang dianggap kontradiktif dengan semangat pelestarian budaya […]

  • Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Usulan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk peradilan ad hoc khusus guna mengusut dugaan penyelewengan dan pelanggaran di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 30 tahun terakhir mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Sekretaris Jenderal Kerapatan Tanah Air Indonesia (KITA), Camellia Panduwinata atau yang akrab disapa Camelia Petir, menyatakan dukungannya secara resmi […]

  • Multiguna! 5 Alasan Mengapa Seiko Prospex Harus Anda Miliki

    Multiguna! 5 Alasan Mengapa Seiko Prospex Harus Anda Miliki

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1965, Seiko Prospex telah menjadi salah satu seri jam tangan paling ikonik di dunia. Nama “Prospex” sendiri merupakan kependekan dari “Professional Specification”, yang menunjukkan bahwa setiap jam tangan dalam koleksi ini dirancang dengan standar tinggi untuk memenuhi kebutuhan para profesional dan pecinta petualangan. Seiko Prospex dikenal dengan keandalan, daya tahan, […]

  • Lomba Layang-Layang Jembrana Tuai Sorotan, Bupati Kembang Minta Evaluasi Total

    Lomba Layang-Layang Jembrana Tuai Sorotan, Bupati Kembang Minta Evaluasi Total

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JEMBRANA – Penyelenggaraan Lomba Layang-Layang Jembrana di Pantai Pengambengan, Minggu (30/8/2026), menuai kekecewaan dari sejumlah peserta atau rare angon. Sorotan tidak hanya diarahkan pada persoalan teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut koordinasi panitia, pengemasan kegiatan hingga proses penentuan juara. Kekecewaan tersebut bahkan mendapat perhatian langsung dari Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Setelah melihat kondisi penyelenggaraan […]

  • Ny. Putri Suastini Koster Berbagi Kisah Hidup, Sastra, dan Teater dalam Bincang Inspiratif di SMAN 1 Rendang

    Ny. Putri Suastini Koster Berbagi Kisah Hidup, Sastra, dan Teater dalam Bincang Inspiratif di SMAN 1 Rendang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjadi narasumber dalam Wawancara Eksklusif Bincang Inspiratif yang mengangkat topik “Kisah, Kiprah, dan Kecintaan dalam Bidang Sastra dan Teater”, bertempat di Ruang Podcast SMA Negeri 1 Rendang, Karangasem, pada Kamis (29/1). Dalam perbincangan tersebut, Ny. Putri Koster menceritakan perjalanan hidupnya […]

expand_less