Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koalisi Anti Mafia Tanah Desak Copot Nusron Wahid: Ada Dugaan Keterkaitan Kasus Tanah dan Sering Mangkir

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Sorotan tajam kembali diarahkan kepada pejabat tinggi negara yang dinilai kerap menimbulkan kegaduhan, mangkir dari panggilan lembaga perwakilan rakyat, dan kini terindikasi memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik mafia tanah. Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H., secara tegas menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nusron Wahid dari jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sekaligus menuntut penindakan hukum secara tegas.

“STOP JUAL TANAH RAKYAT KE OLIGARKI. TANGKAP DAN PROSES NUSRON SAMPAI COPOT MENJADI MENTERI ATR/BPN!”

Seruan keras ini bukan tanpa dasar. Jeffri menyampaikan, belakangan ini muncul berbagai laporan dan fakta hukum yang menguatkan dugaan adanya praktik mafia tanah yang melibatkan lingkaran terdekat Nusron Wahid. Hal yang paling mencolok adalah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap orang-orang terdekatnya yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penguasaan lahan dan dugaan korupsi terkait pertanahan.

“Ketika orang-orang terdekat dari seorang pejabat tinggi negara sudah di-OTT dan ditetapkan tersangka dalam kasus yang berbau mafia tanah, maka tidak bisa dipungkiri ada hal yang harus dipertanggungjawabkan. Nusron Wahid bukan sekadar orang biasa, ia pejabat negara. Jika lingkaran di dekatnya bermasalah, ia tidak bisa lepas tangan begitu saja,” kata Jeffri AM Simanjuntak kepada awak media di Jakarta, Kamis (17/9/2026)

Kritik semakin menguat lantaran sikap Nusron Wahid yang dinilai mengabaikan lembaga legislatif. Terbukti, ia telah dua kali berturut-turut tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ketidakhadiran itu tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara memadai, padahal undangan tersebut berkaitan dengan pembahasan persoalan pertanahan yang sedang hangat dan menjadi perhatian luas masyarakat.

“Dua kali dipanggil DPR, dua kali tidak hadir. Itu bukan sekadar kelalaian itu bentuk ketidakpedulian terhadap lembaga yang mewakili rakyat. Kalau saja dipanggil DPR tidak hadir, bagaimana ia mau mendengarkan suara rakyat kecil yang lahannya dirampas? Ini sikap yang tidak pantas bagi seorang pejabat tinggi,” ungkap Jeffri.

Jeffri menambahkan, selama menjabat, Nusron Wahid justru kerap menjadi sumber kegaduhan. Berbagai pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkan dinilai kontroversial, memicu polemik di tengah masyarakat, dan justru memperkeruh suasana di tengah upaya pemerintah menciptakan stabilitas. Padahal, persoalan mafia tanah di Indonesia masih menjadi luka besar yang harus segera disembuhkan, bukan diperparah oleh pejabat negara sendiri.

“Kami dari Kasat Mata dan LBH Tani Nusantara melihat pola yang mengkhawatirkan. Di satu sisi negara berjanji memberantas mafia tanah, di sisi lain pejabat tinggi justru dikelilingi orang-orang yang kini terjerat kasus pertanahan. Ini sangat ironis dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Jeffri pun menegaskan, pencopotan Nusron Wahid bukan sekadar permintaan organisasi, melainkan tuntutan keadilan dan kepentingan rakyat yang lahannya terus dirampas atas nama kekuasaan.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nusron Wahid. Alasannya jelas: ia membuat gaduh, mangkir panggilan DPR, dan terindikasi ada dugaan mafia tanah di lingkaran terdekatnya. Negara tidak boleh dibiarkan diurus oleh mereka yang justru menjadi bagian dari persoalan, bukan solusinya,” pungkas Jeffri AM Simanjuntak.

Publik kini menanti langkah tegas Presiden. Apakah Presiden Prabowo akan mendengarkan suara rakyat dan organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan agraria, atau justru membiarkan persoalan ini berlarut-larut dan semakin merusak kepercayaan terhadap pemerintahan.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bursa Ketua IMI Bali Mengerucut, Nyoman Arta Wirawan Pilih Dukung Usrox

    Bursa Ketua IMI Bali Mengerucut, Nyoman Arta Wirawan Pilih Dukung Usrox

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dinamika pemilihan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bali mulai mengerucut. Setelah tahapan pengambilan dan pendaftaran berkas calon dibuka sejak 24 Agustus 2026, sedikitnya empat kandidat tercatat ikut dalam bursa pemilihan Ketua IMI Bali. Di tengah dinamika tersebut, salah satu kandidat, I Nyoman Arta Wirawan, mengambil langkah politik organisasi dengan memilih mengalihkan dukungannya […]

  • Polemik BTID Serangan Kian Memanas, For HATI Bali Desak Pemprov Segera Jalankan Rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali

    Polemik BTID Serangan Kian Memanas, For HATI Bali Desak Pemprov Segera Jalankan Rekomendasi Pansus TRAP DPRD Bali

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik pembangunan mega proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Pulau Serangan kembali menghangat. Kali ini sorotan mengarah kepada Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai belum menindaklanjuti sembilan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali, meski rekomendasi tersebut telah resmi diserahkan kepada pihak eksekutif hampir tiga pekan […]

  • Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gung Cok Ajak Jadikan Momentum Sejarah untuk Meneguhkan Ideologi Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gung Cok Ajak Jadikan Momentum Sejarah untuk Meneguhkan Ideologi Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Pada 1 Oktober 2026 ini, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum refleksi atas berbagai peristiwa sejarah yang pernah menguji keteguhan […]

  • Masuk Tanpa Pemeriksaan Resmi, 7 WN Bangladesh Ditahan di Rudenim Denpasar

    Masuk Tanpa Pemeriksaan Resmi, 7 WN Bangladesh Ditahan di Rudenim Denpasar

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengamankan tujuh warga negara (WN) Bangladesh yang diduga masuk ke Bali secara ilegal tanpa dokumen resmi. Ketujuh pria tersebut kini menjalani proses pendetensian di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar sebelum dideportasi. Peristiwa ini menjadi sorotan karena para WNA tersebut tidak tercatat dalam sistem perlintasan keimigrasian dan […]

  • Kolaborasi SMSI dan Undip Perjuangkan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

    Kolaborasi SMSI dan Undip Perjuangkan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Semarang, Jarrakpos.com – Dalam rangka pengusulan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) usai gelar Seminar kolaborasi dengan Seruling Mas di Kqbupaten Purwokerto pada Selasa (18/3/2025). Seminar di gelar di tingkat provinsi Jawa Tengah yang diadakan di Art Center Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang (20/3/25). Seminar tersebut dalam […]

  • Bupati Imron Resmikan 25 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2024

    Bupati Imron Resmikan 25 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2024

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Sebanyak 25 proyek pembangunan fisik yang dikerjakan selama tahun anggaran 2024 diresmikan oleh Bupati Cirebon Imron. Peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti di Lobby Kantor Bupati Cirebon, Senin (21/4/2025), yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon. Imron menegaskan, pembangunan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk […]

expand_less