Breaking News
light_mode
Trending Tags

Panas di DPRD Bali! Pansus TRAP Semprot Wakil Ketua Dewan: “Hukum Jangan Pakai Perasaan”

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali kembali memanaskan situasi politik di Bali. Kali ini, ketegangan terbuka terjadi di internal DPRD Bali setelah pernyataan Wakil Ketua I DPRD Bali, Desel Astawa, dinilai menghambat langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali dalam menindak dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) di kawasan proyek yang dikelola PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Pulau Serangan, Denpasar.

Pernyataan Desel Astawa terkait rekomendasi pemasangan garis pengawasan atau “Pol PP Line” oleh Satpol PP Bali terhadap kawasan proyek BTID memicu reaksi keras dari internal Pansus TRAP. Ia sebelumnya menyebut pemasangan garis pengawasan tidak bisa diputuskan sepihak tanpa koordinasi dengan pimpinan DPRD Bali.

Namun sikap tersebut langsung dibantah tegas oleh internal pansus. Bahkan, sejumlah anggota pansus menilai pernyataan itu menunjukkan ketidakpahaman terhadap mekanisme hukum dan kewenangan pansus dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap dugaan pelanggaran Perda.

Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, menegaskan seluruh langkah pansus dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, bukan atas dasar tekanan politik maupun kepentingan tertentu.

> “Kalau sudah jelas pelanggaran Perda, maka wajib ditindak sesuai aturan. Hukum jangan pakai perasaan,” tegas I Dewa Nyoman Rai.

Ia menilai fungsi pansus adalah memastikan aturan daerah dijalankan secara tegas dan objektif. Karena itu, segala bentuk intervensi yang berpotensi melemahkan proses pengawasan dinilai tidak tepat.

Situasi semakin memanas ketika internal pansus mempertanyakan sikap sebagian pimpinan DPRD Bali yang dinilai baru bersuara setelah dukungan publik terhadap pansus menguat.

> “Selama ini pernah ikut turun sidak atau tidak? Kok sekarang baru bersuara setelah rakyat mendukung pansus? Mengerti hukum atau tidak?” ujarnya dengan nada keras.

Pansus TRAP menegaskan bahwa langkah pengawasan terhadap proyek KEK Kura-Kura Bali dilakukan murni berdasarkan aturan hukum. Mereka juga menyatakan seluruh anggota pansus memahami aspek hukum tata ruang, lingkungan, hingga kewenangan pengawasan DPRD.

> “Pansus TRAP DPRD Bali bertindak atas dasar hukum yang jelas. Hukum jangan pakai perasaan. Anggota Pansus TRAP ahli hukum semua,” tegasnya lagi.

Dugaan Pelanggaran Hukum Mengemuka

Polemik proyek KEK Kura-Kura Bali kini tidak hanya menyangkut investasi, tetapi telah berkembang menjadi persoalan lingkungan, tata ruang, aset, hingga hak spiritual masyarakat adat Bali.

Salah satu sorotan utama adalah dugaan kerusakan kawasan mangrove di sekitar proyek. Jika terbukti terjadi pembabatan atau kerusakan ekosistem mangrove secara melawan hukum, maka dapat dijerat dengan ketentuan dalam:

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pasal 98 dan Pasal 99 mengatur ancaman pidana bagi pihak yang dengan sengaja menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

Ancaman hukumannya tidak ringan:

Penjara maksimal 10 tahun

Denda hingga Rp10 miliar

Selain itu, kawasan mangrove juga termasuk wilayah lindung yang mendapat perlindungan dalam aturan kehutanan dan tata ruang nasional.

Tak hanya soal lingkungan, dugaan pelanggaran tata ruang juga menjadi perhatian serius. Jika pembangunan terbukti melanggar RTRW, sempadan pantai, atau kawasan konservasi, maka dapat dikenakan ketentuan:

UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Ancaman pidana penjara hingga 3 tahun

Denda maksimal Rp500 juta

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan publik adalah dugaan tukar guling aset bermasalah yang disebut-sebut berkaitan dengan kawasan proyek. Bila ditemukan unsur penyalahgunaan kewenangan atau kerugian negara, kasus tersebut berpotensi masuk ranah tindak pidana korupsi.

Ketentuan hukumnya mengacu pada:

UU Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Ancaman pidananya:

Penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun

Denda hingga Rp1 miliar

SHGB Pura dan Pembatasan Ibadah Jadi Isu Sensitif

Isu yang paling memantik emosi publik Bali adalah dugaan keberadaan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di area yang berkaitan dengan pura serta dugaan pembatasan akses umat Hindu untuk beribadah.

Apabila terbukti ada tindakan menghalangi aktivitas keagamaan masyarakat, maka dapat dikaitkan dengan:

Pasal 175 KUHP tentang menghalangi jalannya ibadah

Ancaman hukuman:

Penjara hingga 1 tahun 4 bulan

Selain itu, jaminan kebebasan beragama dan beribadah juga diatur tegas dalam:

Pasal 29 UUD 1945

Negara memiliki kewajiban melindungi tempat suci serta hak spiritual masyarakat adat.

Warga Serangan Mulai Bersuara

Di tengah memanasnya polemik, suara warga Pulau Serangan mulai muncul ke publik. Seorang warga berinisial S mengaku kecewa terhadap sikap sebagian wakil rakyat yang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan investor dibanding masyarakat adat Bali.

> “Kami sedih melihat ada wakil rakyat yang malah membela investor yang merusak alam Bali. Mangrove dibabat, pura di-SHGB-kan, umat Hindu sampai kesulitan beribadah,” ungkapnya.

Gelombang kritik terhadap proyek KEK Kura-Kura Bali kini semakin meluas. Aktivis lingkungan, tokoh adat, hingga masyarakat sipil mendesak audit total terhadap legalitas proyek, status lahan, dampak ekologis, hingga dugaan pelanggaran hukum yang muncul di kawasan Serangan.

Publik kini menunggu ketegasan Pemerintah Provinsi Bali serta aparat penegak hukum dalam menyikapi konflik yang semakin tajam antara investasi, lingkungan, hukum, dan kesucian ruang spiritual Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Kostrad ke- 64, Yonarmed 11 Kostrad Gelar Syukuran

    HUT Kostrad ke- 64, Yonarmed 11 Kostrad Gelar Syukuran

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 784
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Batalyon Artileri Medan 11/GG/2/2 Kostrad menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ke-64. Acara ini berlangsung di Gedung Guntur Geni Yonarmed 11/GG/2/2 Kostrad, Magelang, dengan penuh kebersamaan dan semangat kebanggaan sebagai prajurit Kostrad. Kamis(6/3/2025) Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh Ka Korum Yonarmed 11/GG/2/2 Kostrad, […]

  • Bersama Warga di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad adakan Buka Bersama

    Bersama Warga di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad adakan Buka Bersama

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 729
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM  – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Tembalang menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan warga di Masjid Al Kautsar, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antara personel Satgas dengan masyarakat setempat. Selasa,(11/3/2025). Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang memberikan […]

  • Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Peresmian Bale Banjar Jaba Jero Senilai Rp 7 Miliar Perkuat Fasilitas Adat di Kuta

    Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Peresmian Bale Banjar Jaba Jero Senilai Rp 7 Miliar Perkuat Fasilitas Adat di Kuta

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG | Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri peresmian Bale Banjar Adat Jaba Jero, Kuta senilai Rp 7 miliar melalui dana hibah fisik APBD Induk Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, Sabtu (10/10/2026). Peresmian fasilitas adat tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara melaspas, pedudusan alit, mendem dasar, mendem pedagingan, dan mecaru, serta penandatanganan prasasti. […]

  • Jelang Tahun Baru 2026, Polda Bali dan IHGMA Perketat Sinergi Jaga Kamtibmas

    Jelang Tahun Baru 2026, Polda Bali dan IHGMA Perketat Sinergi Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Polda Bali terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan sektor pariwisata guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Tahun Baru 2026.  Salah satunya melalui kegiatan sinergi dan silaturahmi yang dilaksanakan Direktorat Intelkam Polda Bali bersama Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali di Segara Bambu, Jalan Astasura No. 99, Peguyangan […]

  • Keluarga Terdakwa LJA Datangi Keluarga Korban, Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

    Keluarga Terdakwa LJA Datangi Keluarga Korban, Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BLIMBING, JAWA TENGAH — Di tengah proses hukum yang masih berjalan, keluarga terdakwa berinisial LJA menunjukkan iktikad baik dengan mendatangi langsung kediaman keluarga korban di Dusun Blimbing, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat pagi (2/10/2026). Kedatangan keluarga terdakwa tersebut didampingi kuasa hukum Endang Hastuty Bunga, S.H. (EHB) dari Queen Law & Partners […]

  • Bripka Edy Suryanto Bersama Petani Cek Pekarangan Pangan Bergizi Tanam  Jagung Manis

    Bripka Edy Suryanto Bersama Petani Cek Pekarangan Pangan Bergizi Tanam Jagung Manis

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Dumai. MATAKOMPAS. COM – Pada hari senin , tanggal 08 juni 2026 sekira jam 09.00 WIB, Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Sima Bripka EDY SURYANTO bersama Petani melakukan giat pengecekan Pakarangan Pangan Bergizi dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Adapun lokasi pekarangan pangan bergizi yang ditanami tanaman Jenis Jagung Manis terletak di Jalan M H […]

expand_less