Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Wisata Manu Bhawana Mengwi, Menghidupkan Warisan Kerajaan Menuju Destinasi Pariwisata Berkelas Dunia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan industri pariwisata global, Desa Mengwi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memilih menapaki jalan berbeda. Desa yang pernah menjadi pusat kejayaan Kerajaan Mengwi pada abad ke-18 ini justru menjadikan sejarah, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui pembentukan Desa Wisata Manu Bhawana, masyarakat Desa Mengwi menghadirkan konsep “Living in Harmony with Nature and Culture” atau hidup selaras dengan alam dan budaya. Sebuah filosofi yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata, bukan sekadar penonton di tanah kelahirannya sendiri.

Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Mengwi Manu Bhawana, Wayan Danu Kumara, mengatakan kehadiran desa wisata merupakan bentuk komitmen seluruh krama Desa Mengwi dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan leluhur agar tetap hidup dan mampu memberikan manfaat bagi generasi masa kini maupun masa depan.

“Desa Wisata Mengwi adalah wujud komitmen masyarakat menjaga warisan Kerajaan Mengwi yang agung. Melalui semangat Living in Harmony with Nature and Culture, kami mengajak wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi ikut merasakan kehidupan masyarakat Bali yang autentik,” ujarnya.

Menurutnya, pariwisata berkualitas bukan hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi sejauh mana pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta melestarikan budaya sebagai identitas bangsa.

Berakar pada Sejarah Kerajaan Mengwi

Desa Mengwi memiliki posisi penting dalam sejarah Bali. Wilayah ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mengwi yang mencapai masa kejayaannya pada abad ke-18 dan meninggalkan berbagai warisan budaya yang masih lestari hingga saat ini.

Ikon utamanya adalah Pura Taman Ayun, salah satu pura bersejarah di Bali yang dikenal dengan keindahan arsitektur, tata ruang tradisional, serta filosofi spiritual yang kuat. Keberadaan pura tersebut berpadu dengan sistem Subak, rumah-rumah tradisional, museum budaya, kesenian, dan tradisi masyarakat yang hingga kini masih dijalankan secara turun-temurun.

Semua kekayaan tersebut menjadi fondasi Desa Wisata Manu Bhawana sebagai Living Heritage Destination, yakni destinasi yang tidak hanya menyimpan peninggalan sejarah, tetapi juga mempertahankan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Secara geografis, Desa Mengwi memiliki luas wilayah sekitar 3,78 kilometer persegi yang terdiri atas 13 banjar dengan jumlah penduduk lebih dari 8.000 krama. Letaknya sangat strategis karena berada di jalur penghubung Denpasar, Ubud, dan Tabanan serta menjadi bagian dari kawasan Mangupura sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Badung.

Tri Hita Karana Menjadi Jiwa Pembangunan

Seluruh arah pengembangan Desa Wisata Manu Bhawana berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan antarsesama manusia (Pawongan), serta hubungan manusia dengan alam (Palemahan).

Nilai tersebut dipadukan dengan konsep Sapta Pesona, yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan, serta prinsip Community Based Tourism, Sustainable Tourism, dan Living Heritage sebagai dasar pembangunan destinasi.

Nama Manu Bhawana sendiri memiliki makna mendalam. “Manu” berarti masyarakat, sedangkan “Bhawana” bermakna membangun dan memelihara kehidupan. Filosofi tersebut mencerminkan semangat masyarakat Mengwi dalam membangun masa depan tanpa meninggalkan akar budaya, tradisi, dan kelestarian alam.

Menawarkan Pengalaman Wisata yang Autentik

Berbeda dengan wisata konvensional, Desa Wisata Manu Bhawana menghadirkan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk merasakan kehidupan masyarakat Bali.

Daya tarik budaya meliputi Pura Taman Ayun, Museum Yadnya, Museum Ogoh-Ogoh, rumah tradisional Bali, hingga pertunjukan seni tari dan tabuh.

Sementara wisata alam menawarkan panorama Subak yang masih aktif, trekking persawahan, jalur sepeda listrik (E-Bike), serta bentang alam pedesaan yang masih asri.

Bagi wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman lebih mendalam, tersedia berbagai program edukasi seperti belajar sistem pertanian Subak, workshop kerajinan tradisional, edukasi lingkungan, hingga pengalaman bertani bersama petani lokal.

Tak hanya itu, desa wisata juga menyediakan paket wisata minat khusus seperti Heritage Tour, Photography Tour, Spiritual Journey, serta Farming Experience.

Produk Wisata Berbasis Pengalaman

Sebagai destinasi berbasis pengalaman, Desa Wisata Manu Bhawana menghadirkan sejumlah produk unggulan.

Program Mengwi Living Heritage E-Bike Experience mengajak wisatawan menjelajahi kawasan Pura Taman Ayun, museum, kawasan Subak, sentra UMKM, hingga menikmati kuliner khas Mengwi menggunakan sepeda listrik.

Kemudian Rice Field Trek Experience, yang memberikan kesempatan kepada wisatawan belajar mengenai filosofi pertanian Bali secara langsung bersama petani.

Bagi pecinta kuliner tersedia Journey to Royal Kitchen, yaitu pengalaman memasak makanan khas warisan Kerajaan Mengwi.

Sementara Farm to Table Experience menghadirkan pengalaman unik mulai dari memanen hasil pertanian hingga mengolahnya menjadi sajian kuliner khas Bali.

Komitmen terhadap Lingkungan

Keseriusan Desa Mengwi menjaga lingkungan diwujudkan melalui program Mengwi Bersih, yang didukung dua unit TPS3R Yoga Mesari, 22 tenaga pengelola TPS3R, 14 petugas kebersihan, satu Bank Sampah Desa, sebelas Bank Sampah Banjar, serta penguatan regulasi melalui Peraturan Desa dan Perarem mengenai pengelolaan sampah.

Salah satu inovasi unggulan adalah APPSO (Ayam Pengolah Sampah Organik). Program ini memanfaatkan sampah organik sebagai pakan ayam sehingga mampu menghasilkan telur sekaligus pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian masyarakat.

Program tersebut menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis desa yang mengintegrasikan sektor lingkungan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat.

Mendorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif

Selain sektor wisata, Desa Wisata Manu Bhawana juga mengembangkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan para pengrajin tedung Bali, perajin sarana upacara, seniman lukis, pelaku kuliner tradisional, hingga berbagai UMKM desa.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai daya tarik wisata.

Dikelola Secara Profesional

Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan, Badan Pengelola Desa Wisata Mengwi Manu Bhawana telah dibentuk secara resmi melalui Surat Keputusan Perbekel Mengwi Nomor 124 Tahun 2026 tanggal 4 Februari 2026 serta diperkuat dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga pada 30 Maret 2026.

Struktur organisasi melibatkan unsur pemerintah desa, desa adat, BPD, Sabha Desa Adat, dewan pengarah, hingga pengurus yang membidangi atraksi wisata, pelayanan wisata, UMKM, administrasi, data, promosi, serta kemitraan.

Roadmap Menuju Destinasi Dunia

Badan Pengelola telah menyusun peta jalan pengembangan hingga tahun 2030.

Tahun 2026 difokuskan pada penguatan kelembagaan dan branding. Tahun 2027 diarahkan pada sertifikasi serta standarisasi produk wisata. Tahun 2028 akan dikembangkan Living Heritage Center sebagai pusat edukasi budaya dan pariwisata. Tahun 2029 ditargetkan memperkuat pasar internasional, sedangkan pada 2030 Desa Wisata Manu Bhawana diharapkan menjadi salah satu destinasi Living Heritage unggulan di Bali.

Menjaga Sawah, Menjaga Masa Depan Bali

Dalam arah pengembangannya, Desa Wisata Manu Bhawana juga menegaskan pentingnya pembangunan berbasis Agro-Tourism dan Eco-Tourism.

Pengelola menilai masa depan Bali berada pada keberlanjutan sawah, petani, perajin, serta budaya lokal. Karena itu, sejumlah rekomendasi strategis terus didorong, mulai dari perlindungan lahan pertanian melalui tata ruang yang berpihak pada sektor agraris, pemberian insentif bagi petani dan perajin, pengembangan homestay berbasis masyarakat, penyediaan lahan parkir di setiap destinasi wisata, hingga penguatan kolaborasi seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Dengan semangat “Berperilaku Lokal, Berpikir Internasional”, Desa Wisata Manu Bhawana hadir sebagai model pembangunan pariwisata yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga taksu Bali melalui harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat.

Melalui konsep Living Heritage Destination, Desa Mengwi ingin membuktikan bahwa kemajuan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, sehingga Bali tetap menjadi pulau yang lestari, berbudaya, dan mendunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW FBN RI Bali Teguhkan Bela Negara Lewat Sarasehan Budaya dan Hukum

    DPW FBN RI Bali Teguhkan Bela Negara Lewat Sarasehan Budaya dan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kesadaran hukum, budaya, dan lingkungan hidup ditengah derasnya arus digitalisasi. Untuk itu, DPW Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-77 di Monumen Perjuangan Bangsal Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat, 19 Desember 2025. […]

  • Kuasa Hukum BT: Tidak Ada Kerugian, Tidak Ada Penggelapan Justru Terdakwa Dirugikan

    Kuasa Hukum BT: Tidak Ada Kerugian, Tidak Ada Penggelapan Justru Terdakwa Dirugikan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Sidang pidana dengan terdakwa Budiman Tiang (BT) kembali berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025. Agenda persidangan yang dimulai pukul 18.23 WITA hingga 19.30 WITA tersebut berfokus pada pembacaan pledoi pribadi BT serta pledoi dari Penasehat Hukum Berdikari Law Office, Gede Pasek Suardika (GPS). Sidang turut dihadiri Majelis Hakim, JPU, tim kuasa hukum, […]

  • Dari Abu Menjadi Peradaban: Seabad Rarud Batur Dikenang Lewat Batur Village Festival 2026

    Dari Abu Menjadi Peradaban: Seabad Rarud Batur Dikenang Lewat Batur Village Festival 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DENPASAR – Seratus tahun lalu, letusan Gunung Batur tidak hanya memuntahkan lava pijar yang meluluhlantakkan permukiman dan Pura Ulun Danu Batur. Letusan itu juga mengubah perjalanan sejarah masyarakat Batur. Dari tragedi tersebut lahirlah sebuah babak baru yang hingga kini dikenang sebagai Rarud Batur, sebuah kisah tentang kehilangan, pengungsian, keteguhan, dan kebangkitan. Momentum bersejarah itu kini […]

  • Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Bengkulu Eksplorasi Dunia Olahraga, Temukan Bakat Terpendam

    Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Bengkulu Eksplorasi Dunia Olahraga, Temukan Bakat Terpendam

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BENGKULU, Jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pemuda untuk berani mencoba berbagai jenis olahraga dan mengeksplorasi potensi diri. Kadispora, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi olahraga yang unik dan beragam, yang mungkin belum tergali. “Jangan pernah merasa ragu untuk mencoba hal-hal baru. Dunia olahraga sangat […]

  • 7,05 Juta Wisman Kunjungi Bali Sepanjang 2025 Catatkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Pariwisata Bali

    7,05 Juta Wisman Kunjungi Bali Sepanjang 2025 Catatkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Bali masih tetap menjadi destinasi wisata menarik bagi masyarakat dunia. Terbukti, tahun 2025 tercatat 7.050.314 (7,05 juta) Warga Negara Asing (WNA) berkunjung ke Bali. Jumlah kunjungan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali. Data ini melampaui kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode 2024. Peningkatan wisman sebanyak 750 ribu orang pada kunjungan […]

  • SPHP Masif, Berdampak Harga Gabah dan Beras Alami Penurunan

    SPHP Masif, Berdampak Harga Gabah dan Beras Alami Penurunan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, situasi pangan nasional menunjukkan tren positif. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum BULOG secara masif di seluruh wilayah mulai membuahkan hasil nyata. Harga beras di pasar berangsur turun, diikuti penurunan harga gabah di tingkat petani setelah sebelumnya sempat melambung tinggi. “Sejak awal […]

expand_less